Ensiklopedi Fiqih

All > huruf k

Penulis :
sarwat

Published :
01 April 2010

1486 kata

 

Kiblat

Pengertian

Kiblat mengacu kepada bangunan yang disebut sebagai ka`bah. Arah shalat seorang muslim adalah kiblat.

Perintah Allah SWT agar shalat menghadap ke kiblat terdapat di dalam ayat Quran :

Sungguh Kami  melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.  (QS. Al-Baqarah : 144)

Sejarah

Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem. Menurut Ibnu Katsir, Rasulullah SAW dan para sahabat shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Rasulullah lebih suka shalat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka`bah.

Oleh karena itu beliau sering shalat di antara dua sudut Ka`bah sehingga Ka`bah berada di antara diri beliau dan Baitul Maqdis. Dengan demikian beliau shalat sekaligus menghadap Ka`bah dan Baitul Maqdis.

Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka`bah dijadikan kiblat shalat.

Allah pun mengabulkan keinginan beliau dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah di atas.

Juga diceritakan dalam suatu hadits riwayat Imam Bukhari:

Dari al-Bara bin Azib, bahwasanya Nabi SAW pertama tiba di Madinah beliau turun di rumah kakek-kakek atau paman-paman dari Anshar. Dan bahwasanya beliau shalat menghadap Baitul Maqdis enam belas atau tujuh belas bulan. Dan beliau senang kiblatnya dijadikan menghadap Baitullah. Dan shalat pertama beliau dengan menghadap Baitullah adalah shalat Ashar dimana orang-orang turut shalat (bermakmum) bersama beliau. Seusai shalat, seorang lelaki yang ikut shalat bersama beliau pergi kemudian melewati orang-orang di suatu masjid sedang ruku. Lantas dia berkata: "Aku bersaksi kepada Allah, sungguh aku telah shalat bersama Rasulullah SAW dengan menghadap Makkah." Merekapun dalam keadaan demikian (ruku) merubah kiblat menghadap Baitullah. Dan orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab senang beliau shalat menghadap Baitul Maqdis. Setelah beliau memalingkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu. Sesungguhnya sementara orang meninggal dan terbunuh sebelum berpindahnya kiblat, sehingga kami tidak tahu apa yang akan kami katakan tentang mereka. Kemudian Allah yang Maha Tinggi menurunkan ayat "dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu" (al-Baqarah, 2:143).

Hal itu terjadi pada tahun 624 Masehi. Dengan turunnya ayat tersebut, kiblat diganti menjadi mengarah ke Ka`bah di Mekkah. Selain arah shalat, kiblat juga merupakan arah kepala hewan yang disembelih, juga arah kepala jenazah yang dimakamkan.

Posisi Kiblat

Ka`bah sebagai kiblat umat Islam terdapat di dalam masjid Al-Haram di tengah kota Mekkah Al-Mukarramah. Kota Mekkah Al-Mukarramah terdapat di Hijaz atau Jazirah Arabia.

Saat ini kota Mekkah secara politik berada di dalam wilayah hukum negara Saudi Arabia. Sebelumnya berada di bawah pemerintahan Turki Utsmani, Khilafah Bani Abasiyah dan Kilafah Bani Umayah.

Letak kota Mekkah secara geografis adalah pada koordinat 21° 25` 24" N, 39° 49` 24" E.

Menetapkan Posisi Kiblat

Ada banyak cara untuk menentukan posisi kiblat. Misalnya dengan menggunakan kompas, atau dengan menggunakan posisi matahari dan juga secara modern dengan menggunakan foto udara / satelite.

1. Menggunakan Kompas

Sebelum melakukan shalat di tempat baru, biasanya kita mengukur sudut kiblat dengan kompas terlebih dahulu, walaupun hanya sekedar memastikan (atau kalibrasi), baik di rumah maupun dimasjid (karena terbukti ada masjid yang tidak menghadap arah kiblat).

Program Accurate Times menyatakan bahwa sudut kiblat dari Jakarta: 295,1° FROM TRUE NORTH.

Banyak orang mengira bahwa ujung jarum kompas menunjukkan arah utara sebenarnya (True North), sehingga kemudian melakukan shalat searah dengan nilai 295,1° yang tertera di kompas, padahal ini adalah Kesalahan fatal. Jarum utara kompas menunjukkan arah utara magnetis (Magnetic North).

Jarum kompas selalu mengikuti arah medan magnet bumi, padahal di setiap tempat arus magnet bumi tidak selalu menunjukkan arah utara sebenarnya (True North) karena kompleksnya pengaruh yang ada di permukaan bumi.

Sudut antara utara magnet (Magnetic North) dengan utara sebenarnya (True North) dinamakan Variasi (Variation atau disebut juga Deklinasi Magnetis–Magnetic Declination –). Nilai variasi ini selalu BERBEDA disetiap waktu dan tempat. Parahnya, tidak semua program/ edaran resmi menyertakan nilai untuk koreksi ini.

Deviasi

Deviasi adalah kesalahan baca jarum kompas yang disebabkan oleh pengaruh benda-benda disekitar kompas, misalnya besi, mesin atau alat-alat elektronik (HP, MP3 player etc). Deviasi dapat diabaikan bila kita yakin benda-benda berpengaruh tersebut tidak ada di sekeliling.

2. Menggunakan Posisi Matahari

Secara yang lebih mudah dan sederhana adalah dengan melihat matahari saat tepat berada di atas kota Makkah. Setiap tahun ada dua kali kesempatan kita untuk mengetahui arah kiblat dengan cara ini,bisa dilakukan dengan sederhana dan tanpa menggunakan alat ukur apapun.

Para ahli astronomi telah menghitung perputaran bumi dan telah memastikan bahwa semua tempat di muka bumi yang berada di antara 22 1/2 derajat lintang Utara dan 22 1/2 lintang Selatan pasti akan dilewati oleh matahari, dua kali setahun. Meski hanya dalam bilangan menit saja.

Kota Makkah pun mengalami saat-saat di mana matahari akan tepat berada di atasnya, dua kali dalam setahun. Yaitu pada tanggal 26 sampai 30 Mei untuk yang pertama dan tanggal 14 s/d 18 Juli untuk yang kedua. Kejadian ini akan tetap terus berlangsung tiap tahun sepanjang masa untuk tanggal-tanggal yang sama.

Bila pada detik-detik matahari sedang berada tepat di atas kota Makkah, maka semua orang yang tinggal di berbagai belahan bumi lainnya yang masih bisa melihat matahari, akan dengan mudah bisa menetapkan posisi kota Makkah. Yaitu cukup dengan melihat posisi matahari berada, karena tepat di bawahnya terletak kota Makkah.

Pada kejadian itu tentu saja Makkah sedang berada dalam posisi tengah hari, kira-kira jam 12.18 di bulan Mei atau jam 12.27 di bulan Juli. Tetapi bagi wilayah lain, boleh jadi ada perbedaan jam. Atau kalau kita gunakan standar GTM berarti jam 09.18 dan jam 09.27.

Khusus untuk waktu Indonesia bagian barat, detik-detik matahari tepat berada di kota Makkah pada tanggal 26 sampai 30 Mei pada jam 16.18 WIB. Sedangkan pada tanggal 14 sampai 18 Juli pada jam 16.27 WIB.

Rentang waktunya hanya sekitar lima menit saja, begitu waktu bergerak lagi, maka posisi matahari akan bergeser lagi, tidak lagi ada di atas kota Makkah.

Buat Negeri yang Berlawanan Siangnya dengan Makkah

Khusus untuk negeri yang berlawanan siang dan malam dengan kota Makkah, sudah dihitungkan dengan lawannya. Yaitu posisi matahari yang tepat berada di balik bumi yang berlawanan dengan kota Makkah. Yaitu setiap tahun pada 28 November 21:09 UT (29 November 04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB).

Cara ini bisa lebih pasti, murah, sederhana dan ilmiyah. Tapi kekurangannya, hanya bisa dilakukan pada tanggal tertentu saja. Dan kalau kebetulan pas detik-detik itu langit mendung atau cuaca buruk sehingga membuat matahari jadi tidak terlihat, pengukuran tidak bisa dilakukan.

Cara ini sangat mengandalkan matahari sebagai petunjuk posisi kota Makkah. Begitu matahari terhalang sesuatu, maka cara ini tidak bisa digunakan.

3. Menggunakan Foto Udara / Satelite

Mencari posisi ka`bah dapat menggunakan google earth. Kalau belum ada, silahkan download earth.google.com.

Pertama yang harus dilakukan adalah mencari posisi kita atau masjid yang ingin kita ukur dari atas `langit`. Tentu dulu kota di mana kita tinggal. Dalam hal ini kita dituntut harus `melek` peta kota anda.

Setelah ketemu, yang perlu dilakukan adalah menancapkan penanda pada tempat atau masjid itu. Nama tombolnya Add PlaceMark. Jangan lupa beri namamasjid itu, misalnya `masjidku`. Maka nanti akan tercatat di sebelah kiri halaman.

Langkah selanjutnya, kita cari kota Makkah. Kali ini lebih mudah, karena di menu sebelah kiri bagian atas sudah ada form untuk melakukan pencarian. Tuliskan kata `Makkah` dan klik. Maka software itu akan memutar bola bumi langsung ke arah kota Makkah di Saudi Arabia. Carilah masjid Al-Haram dari `langit`. Mudah saja, karena gedungnya cukup besar dan menarik perhatian.

Sekali lagi tandai masjid itu dengan Add ReplaceMark dan namai masjid Al-Haram. Nama itu seharusnya muncul di menu sebelah kiri di bawah menu `masjidku` yang sudah kita buat tadi.

Sekarang carilah menu `ruler` di bagian atas halaman, kita bisa pilih skala besarannya dengan kilometer. Klik menu itu lalu geser mouse tepat di atas masjid Al-Haram, klik dua kali di situ sehingga meninggalkan sebuah titik berwarna hijau.

Geser mouse ke menu sebelah kiri dan klik dua kali ke menu masjidku. Maka software itu akan kembali membalik bumi ke arahmasjid anda dengan membawa juga garis lurus berwarna kuning.

Terakhir, klik dua kali tepat di atas `masjidku` dan saat itu juga anda bisa lihat apakah masjid itu menghadap lurus ke Ka`bah atau tidak. Bahkan anda juga bisa tahu berapa jarak tepatnya antara masjid itu dengan masjid Al-Haram. Bahkan dalam ukuran meter dan centimeter.

www.rumahfiqih.com Fiqihpedia : All > huruf k

   
Kiblat - Ensiklopedi Fiqih : Rumah Fiqih Indonesia