Haruskah Zakat Fithr Dibagikan Merata Kepada 8 Ashnaf? | rumahfiqih.com

Haruskah Zakat Fithr Dibagikan Merata Kepada 8 Ashnaf?

Ridwan Hakim, Lc Mon 19 June 2017 22:17 | 2108 views

Bagikan via

Ibadah sosial dalam Islam sangat beragam dan banyak bentuknya. Dimana kebutuhan-kebutuhan sesama menjadi pintu pahala dengan menanggungnya bagi yang mampu. Zakat fithr diantaranya yang dilaksanakan pada tiap akhir Ramadan atau awal Syawwal.

Berbeda dengan zakat mal yang mempersyaratkan nisab dan haul, yaitu berlalunya masa setahun terhadap kepemilikan itu, kewajiban zakat fitrah bisa dikatakan hampir menyeluruh ke seluruh kaum muslimin yang punya persediaan makanan untuk satu hari bagi dirinya dan tanggungannya.

Tapi pertanyaannya, zakat fithr ini ditujukan kepada siapa sebenarnya? Para ulama dari berbagai madzhab ternyata berbeda pendapat dalam hal ini. Setidaknya ada tiga pendapat :

1. Pendapat Jumhur Ulama : Boleh 8 Asnaf

Jumhur ulama mengatakan bahwa zakat fithr boleh dibagikan kepada 8 golongan, sebagaimana para penerima zakat umumnya.

Ibnu Qudamah mewakili Madzhab Hanbali menyebutkan di dalam kitab Al-Mughni sebagai berikut :

قال وَيُعْطِي صَدَقَةَ الْفِطْرِ لِمَنْ يَجُوزُ أَنْ يُعْطِيَ صَدَقَةَ الْأَمْوَالِ إنَّمَا كَانَتْ كَذَلِكَ؛ لِأَنَّ صَدَقَةَ الْفِطْرِ زَكَاةٌ، فَكَانَ مَصْرِفُهَا مَصْرِفَ سَائِرِ الزَّكَوَاتِ،وَلِأَنَّهَا صَدَقَةٌ، فَتَدْخُلُ فِي عُمُومِ قَوْله تَعَالَى: {إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ ...ِ} [التوبة: 60] الْآيَة.وَلَا يَجُوزُ دَفْعُهَا إلَى مَنْ لَا يَجُوزُ دَفْعُ زَكَاةِ الْمَالِ إلَيْهِ، وَلَا يَجُوزُ دَفْعُهَا إلَى ذِمِّيٍّ.

Katanya bahwa Zakat Fitrah diberikan kepada siapa saja yang boleh diberi Zakat Maal. Dan demikianlah adanya, karena ia bagian dari jenis Zakat maka penyalurannya sama kepada penerima jenis zakat lainnya. Dan ia bagian dari Shadaqoh yang masuk dalam keumuman ayat 60 at-Taubah. Dan Zakat fitrah ini tak boleh disalurkan kepada golongan yang terlarang dalam Zakat Maal, dan tidak kepada Kafir (Non muslim) Dzimmi"

Ibnu Abdin yang mewakili Madzhab Al-Hanafiyah menyebutkan di kitab Ad-Durr Al-Mukhtar pada Hasyiah-nya sebagai berikut :

(وَصَدَقَةُ الْفِطْرِ كَالزَّكَاةِ فِي الْمَصَارِفِ) وَفِي كُلِّ حَالٍ (إلَّا فِي) جَوَازِ (الدَّفْعِ إلَى الذِّمِّيِّ)

"Dan zakat fitrah seperti zakat (Mal) dalam hal penyalurannya di segala aspek, kecuali di kebolehan (zakat fitrah) disalurkan kepada kafir/non-muslim dzimmi"

2. Pendapat Kedua : Hanya Untuk Faqir Miskin Saja

Pendukung pendapat ini adalah para ulama di kalangan Madzhab Al-Malikiyah, dan didukung pula oleh Ibnu Taimiyah. Mereka menyebutkan bahwa Zakat Fitrah ini khusus disalurkan kepada faqir miskin saja, bukan selainnya.

Al-Khursyi dalam kitab Syarah Mukhtasar Khalil menyebutkan sebagi berikut  :

وَ ظَاهِرُ كَلَامِ الْمُؤَلِّفِ ; أَنَّهَا لَا تُدْفَعُ لِغَيْرِ مَنْ ذَكَرَ (الحر المسلم الفقير) وَهُوَ كَذَلِكَ.فَلَا تُدْفَعُ لِمَنْ يَلِيهَا / وَلَا لِمَنْ يَحْرُسُهَا / وَلَا تُعْطَى لِمُجَاهِدٍ أَيْضًا، / وَلَا يُشْتَرَى لَهُ بِهَا آلَةٌ / وَلَا لِلْمُؤَلَّفَةِ / وَلَا لِابْنِ السَّبِيلِ إلَّا إذَا كَانَ فَقِيرًا بِالْمَوْضِعِ الَّذِي هُوَ بِهِ فَيُعْطَى مِنْهَا بِوَصْفِ الْفَقْرِ - وَلَا يُعْطَى مِنْهَا مَا يُوَصِّلُهُ لِبَلَدِهِ / وَلَا يُشْتَرَى مِنْهَا رَقِيقٌ يُعْتَقُ / وَلَا لِغَارِمٍ.

Dzahir dari perkataan penyusun (Mukhtasar Khalil), bahwa (zakat fithr) tidak dibayarkan kepada selain yang disebut (orang yang merdeka, muslim, faqir). Maka ia tidak dibayarkan kepada selainnya, tidak ke yang menjaganya, tidak ke mujahid, tidak untuk persenjataannya, tidak untuk muallaf, tidak untuk ibnu sabil; kecuali dia faqir di tempat persinggahannya maka ia menerimanya karena kefaqirannya; dan (zakat fitrah) itu tidak untuk ongkos pulang, tidak untuk membebaskan budak, dan tidak untuk yang berhutang"

3. Pendapat Asy-Syafi'iyah : Wajib 8 Ashnaf

Pendapat Asy-Syafi'iyah malah mengatakan sebaliknya yaitu bahwa zakat fitrah wajib dibagikan kepada 8 golongan penerima zakat maal, atau yang ada diantara mereka.

Al-Khatib Asy-Syirbini dalam kitab Mughni Al-Muhtaaj menyebutkan fatwanya sebagai berikut :

يَجِبُ صَرْفُ زَكَاةِ الْفِطْرِ إلَى الْأَصْنَافِ الَّذِينَ ذَكَرَهُمْ اللَّهُ تَعَالَى

"Wajib penyaluran Zakat Fitrah kepada golongan-golongan yang disebutkan oleh Allah swt (At-Taubah:60)

Kesimpulan : Karena para ulama belum sepakat siapakah yang jadi mustahik atas zakat ini, maka kita tidak perlu saling menyalahkan satu dengan yang lain. Kalau ada amil zakat cenderung hanya memberikan zakat ini kepada fakir miskin saja, maka itu ada dasar fatwanya, yaitu dari kalangan mazhab Al-Malikiyah. Namun kalau ada yang memberikannya kepada 8 asnaf, juga tidak keliru, karena jumhur ulama membolehkannya.

Pendeknya yang mana saja dari fatwa para ulama di atas yang mau kita pilih, silahkan saja. Toh semua adalah hasil ijtihad para mujtahid yang sudah sampai derajat mujtahid mutlak. Meskipun seandainya hasil ijtihad mereka keliru, namun tetap mendapatkan satu pahala.

Nampaknya hukum masalah satu ini luas dan silahkan para ulama berbeda pendapat.

Wallahu a'lam bishshawab

Ridwan Hakim, Lc

 

Referensi :
- Al-Mausuah Al-Fiqhiah Al-Kuwaitiyah
- Al-Mughni, Ibnu Qudamah Al-Hanbali
- Ad-Durr Al-Mukhtar bi hasyiah Ibnu Abidin, Alauddin Al-Haskafi Al-Hanafi
- Syarah Mukhtasar Khalil, Al-Khursyi Al-Maliki
- Mughni Al-Muhtaaj, Khatib Asy-Syirbini Asy-Syafi'

Bagikan via


Baca Lainnya :

Konsekuensi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui yang meninggalkan Puasa, Qadha atau Fidyah?
Isnawati, Lc | 29 May 2017, 17:10 | 2.125 views
Tukar Menukar Kado, Boleh apa Tidak ?
Galih Maulana, Lc | 27 May 2017, 14:31 | 1.689 views
Hukum Wanita Hadir Shalat Berjamaah di Masjid Menurut Ulama Empat Madzhab
Isnawati, Lc | 19 May 2017, 05:18 | 2.195 views
Haruskah Niat Puasa dengan Redaksi Khusus
Isnawati, Lc | 18 May 2017, 13:23 | 1.298 views
Imam Abu Hanifah ; Antara Ilmu dan Perniagaan (Bagian-2)
Tajun Nashr, Lc | 15 May 2017, 05:00 | 579 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Puasa Qadha Dulu Atau Puasa Syawwal Dulu?
Ridwan Hakim, Lc | 3 July 2017, 06:29 | 891 views
Haruskah Zakat Fithr Dibagikan Merata Kepada 8 Ashnaf?
Ridwan Hakim, Lc | 19 June 2017, 22:17 | 2.108 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan