Ahli Hadits Dan Ahli Fiqih | rumahfiqih.com

Ahli Hadits Dan Ahli Fiqih

Galih Maulana, Lc Wed 27 September 2017 11:45 | 3450 views

Bagikan via

Dalam menjaga syariat Islam tetap asli sebagaimana mestinya, selain memerlukan validasi sumber hukum juga diperlukan otentifikasi dan verifikasi pemahaman yang benar.

Oleh sebab itu, sebagian ulama ada yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk memvalidasi hadits-hadits Nabi, ada juga sebagian lainnya yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk memverifikasi keotentikan pemahaman atas teks-teks syar'i yang sudah valid tersebut.

Ibnu al-Qoyim dalam kitabnya I'lam al-Muwaqi'in mengatakan, bahwa ulama dalam Islam itu ada dua, yang pertama adalah al-Huffadz, yaitu para ahli hadits yang menghafal hadits, memvalidasi dan menyampaikannya kepada umat.

Yang kedua adalah al-Fuqoha, yaitu ulama yang fokus dalam menggali hukum dari hadits-hadits atau dalil-dalil yang valid, meletakan kaidah-kaidah serta aturan dalam menggali hukum tersebut. Ditangan merekalah hukum Allah diterapkan di dunia, halal haram, boleh tidak, benar salah, menjadi tanggungjawab mereka.

Pantas saja al-'Amasy seorang ahli hadits pernah berkata kepada imam Abu Hanifah sang faqih: "engkau adalah dokter sedangkan kami apotekernya". Ya, dokter tau cara mendeteksi penyakit, kemudian memberi obat yang benar dengan dosis yang tepat, dan apoteker lah yang menyediakan obat tersebut.

Begitu juga imam Syafi'i pernah berkata dalam al-Umm, bahwasanya ilmu itu diperoleh dengan dua cara yaitu ittiba' dan istinbath, maksudnya adalah untuk memperoleh ilmu yang benar maka selain merujuk kepada sumber hukum yang benar, juga harus memahaminya dengan pemahaman yang benar pula.

Bila dalam menjaga validitas sumber hukum Islam khususnya hadits-hadits Nabi adalah dengan cara memeriksa riwayat atau sanad, hadits ini dari gurunya, gurunya dari gurunya, gurunya dari sahabat dan sahabat langsung mendengar dari Rosulullah.

Maka untuk memverifikasi keotentikan suatu pemahaman adalah dengan cara berguru kemudian memiliki pemahaman dasar yang benar kemudian menguasai ilmu alat, karena para imam terdahulu pun sebelum mampu berfatwa, mereka berguru pada gurunya, gurunya berguru pada gurunya, gurunya berguru pada para sahabat, dan para sahabat berguru langsung kepada Rasulullah.

Itulah sebabnya dahulu ketika Imam Syafi'i di Mesir menulis kitab ar-Risalah, berbondong-bondong manusia datang ke Mesir untuk berguru kepada beliau mendengar penjelasan langsung kitab ar-Risalah tersebut dari mulut Imam Syafi'i.

Padahal bisa saja orang-orang ketika itu membeli atau mencetak sendiri kitab ar-Risalah kemudian membacanya di rumah.

Namun mereka tau bahwasanya ilmu itu adalah warisan Nabi yang diterima para ulama, kalau saja ilmu itu letaknya hanya di kitab, hadits Nabi yang mengatakan "Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama" menjadi tidak berlaku. Wallahu a'lam.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Fatwa Dan Tarjih
Galih Maulana, Lc | 26 September 2017, 08:35 | 2.357 views
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 2.714 views
Qardh dan Dain, Jenis Utang yang Serupa Tapi Tak Sama
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 30 August 2017, 11:29 | 3.331 views
Bolehkah Aqiqah dengan Sapi?
Isnawati, Lc | 26 August 2017, 14:35 | 2.671 views
Bolehkah Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?
Isnawati, Lc | 24 August 2017, 03:35 | 3.385 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Imam Suyuthi dan al-Itqon
Galih Maulana, Lc | 24 January 2018, 16:28 | 6.949 views
Menghormati Madzhab Suatu Negri Merupakan Tanda Kefaqihan Seorang Faqih
Galih Maulana, Lc | 13 January 2018, 13:46 | 7.598 views
Taklid Boleh Apa Tidak
Galih Maulana, Lc | 17 October 2017, 12:49 | 4.159 views
Kupas Tuntas Qunut Subuh
Galih Maulana, Lc | 15 October 2017, 19:50 | 6.151 views
Ahli Hadits Dan Ahli Fiqih
Galih Maulana, Lc | 27 September 2017, 11:45 | 3.450 views
Fatwa Dan Tarjih
Galih Maulana, Lc | 26 September 2017, 08:35 | 2.357 views
Antara Fiqih Dan Tasawuf
Galih Maulana, Lc | 6 August 2017, 21:47 | 3.847 views
Sesuai Pemahaman Sahabat, Bagaimana Maksudnya?
Galih Maulana, Lc | 5 August 2017, 21:21 | 3.107 views
Siapakah yang Berhak Mengambil Hukum Langsung Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah ?
Galih Maulana, Lc | 20 July 2017, 15:48 | 4.233 views
Makna Kullu Menurut Para Ulama
Galih Maulana, Lc | 18 July 2017, 02:23 | 4.461 views
Tukar Menukar Kado, Boleh apa Tidak ?
Galih Maulana, Lc | 27 May 2017, 14:31 | 5.695 views
Apa Setiap Manfaat yang Diambil dari Transaksi Pinjam Meminjam Itu Riba ?
Galih Maulana, Lc | 4 April 2017, 13:16 | 4.770 views
Hukum Melafadzkan Niat
Galih Maulana, Lc | 8 January 2017, 16:57 | 3.515 views
Manhaj Imam Syafii dalam Memahami Al-Quran dan As-Sunnah
Galih Maulana, Lc | 29 December 2016, 10:29 | 3.738 views
Ilmu Cocokologi al-Qur’an
Galih Maulana, Lc | 21 December 2016, 06:39 | 4.081 views
Maulid Nabi, Bagaimana Sikap Kita?
Galih Maulana, Lc | 10 December 2016, 06:02 | 4.993 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA17 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Isnawati, Lc9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Azizah, Lc0 tulisan
Wildan, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Maharati Marfuah Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan