Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Kita Berbicara dengan Allah | rumahfiqih.com

Bisakah Kita Berbicara dengan Allah

Mon 16 April 2007 23:47 | Aqidah > Allah | 6.878 views

Pertanyaan :

Assalaamu 'alaikum wr. Wb.

Ustadz yang dirahmati Allah, saya bertemu dengan orang yang mengaku bisa bercakap-cakap dengan Allah. Apakah ini mungkin dilakukan? Mohon penjelasannya disertai dalil Al-Qur'an & Hadits.

Terima kasih,

Wassalaam.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bercakap-cakap dengan Allah SWT itu hanya dilakukan oleh para nabi, itupun tidak semua nabi. Hanya nabi tertentu yang disebutkan bercakap-cakap dengan Allah, sebagaimana tercantum di dalam Al-Quran.

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. (QS. Al-Baqarah: 253)

Di antara nabi yang disebutkan secara tegas telah melakukan percakapan langsung dengan Allah SWT adalah nabi Musa alaihissalam.

Dan rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. An-Nisa': 164)

Dan juga nabi Muhammad SAW yang pernah berbicara langsung dengan Allah SWT di sidradil muntaha, saat beliau melakukan mi'raj.

Namun lebih sering Allah SWT berbicara kepada para nabinya lewat perantaraan malaikat Jibril. Sehingga saat itu sebenarnya tidak terjadi cakap-cakap langsung antara nabi dengan Allah SWT.

Selain para nabi dan rasul, ada juga sebagian orang yang diberikan ilham oleh Allah SWT. Sehingga seolah dia bercakap-cakap dengan Allah SWT. Misalnya hikmah yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya, Luqman Al-Hakim.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."(QS. Luqman: 12)

Meski ayat ini memberi isyarat bahwa Allah berbicara kepada Luqman, namun umumya para ulama tidak memasukkan Luqman sebagai nabi dari para nabi Allah. Sebab tidak juga kita dapati secara eksplisit bahwa terjadi dialog langsung antara Luqman dengan Allah. Ayat ini hanya mengatakan bahwa Allah SWT memberi hikmah kepadanya.

Mengaku Bercakap-cakap dengan Allah

Kalau para nabi tidak semuanya bercakap-cakap dengan Allah SWT, bahkan yang pernah bercakap-cakap itu pun tidak selalu setiap saat berdialog dengan Allah SWT, maka tentu saja orang biasa tidak mungkin melakukannya, terutama di zaman setelah turunnya nabi terakhir, Muhammad SAW.

Sebab bercakap-cakap dengan Allah SWT adalah Allah SWT berbicara kepadanya dan dia berbicara kepada Allah SWT. Kalau berbicara kepada Allah SWT, sudah pasti bisa dilakukan. Sedangkan kalau Allah SWT yang berbicara langsung kepadanya dengan kata-kata dan wahyu, adalah hal yang mustahil.

Bahkan para ulama sepakat bahwa kalau ada orang yang mengaku di zaman ini menerima wahyu dari Allah SWT, dia adalah seorang yang kafir. Karena yang mendapat wahyu hanyalah para nabi. Dan tidak ada nabi sesudah nabi Muhammad SAW.

Bahkan nabi Isa 'alaihissalam saat nanti kembali turun, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih, juga tidak dalam kapasitas sebagai nabi. Artinya, dia pun tidak mendapat wahyu, walau beliau pernah jadi nabi.

Mana mungkin orang biasa tiba-tiba mengaku bisa bercakap-cakap dengan Allah, kecuali dia telah berdusta.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Belajar Islam Ikut Jamaah Hijrah
16 April 2007, 22:49 | Aqidah > Islam | 7.063 views
Asal Segala Sesuatu Adalah Halal
16 April 2007, 06:09 | Ushul Fiqih > Dalil | 13.594 views
Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan?
13 April 2007, 03:58 | Muamalat > Hutang | 5.566 views
Lelaki dengan 2 Mantan Isteri
13 April 2007, 02:21 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.029 views
Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan
12 April 2007, 00:48 | Wanita > Khitan | 7.581 views
Bagaimanakah Walimah yang Dicontohkan Nabi
11 April 2007, 04:04 | Pernikahan > Walimah | 6.251 views
Benarkah Maulid Nabi Bukan dari Madzhab Syafi'i?
10 April 2007, 05:13 | Kontemporer > Perspektif Islam | 9.498 views
Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?
10 April 2007, 05:01 | Shalat > Shalat Jama | 6.132 views
Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | Shalat > Yang Membatalkan Shalat | 7.183 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | Shalat > Bacaan Shalat | 6.318 views
Apakah Kita Harus Mengikuti Mazhab?
4 April 2007, 23:05 | Ushul Fiqih > Mazhab | 6.791 views
Niat Mandi Junub dan Tata Caranya
4 April 2007, 22:09 | Thaharah > Mandi Janabah | 10.469 views
Apakah Kutubussittah Sudah Ditakhrij?
4 April 2007, 02:54 | Hadits > Musthalah Hadits | 10.295 views
Sikap Keras kepada Pelaku Bid'ah
3 April 2007, 23:19 | Umum > Bidah | 7.340 views
Haramkah Lukisan Gambar Nabi SAW
3 April 2007, 05:13 | Kontemporer > Hukum | 5.486 views
Ulang Tahun Perusahaan, Bid'ahkah?
3 April 2007, 02:28 | Kontemporer > Bidah | 8.575 views
Rokok: Halal atau Haram?
2 April 2007, 22:47 | Kontemporer > Hukum | 7.899 views
Kedudukan Orang Non Muslim di Akhirat
2 April 2007, 00:38 | Aqidah > Surga Neraka | 6.432 views
Tasawuf Vs Ilmu Ghaib
2 April 2007, 00:36 | Aqidah > Aliran-aliran | 9.043 views
Sholat Berjama'ah dengan Imam Orang Syi'ah
31 March 2007, 23:39 | Aqidah > Aliran-aliran | 8.887 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 42,942,429 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-7-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img