Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menjual Makanan Tidak Ada Label Halal | rumahfiqih.com

Menjual Makanan Tidak Ada Label Halal

Fri 23 January 2015 08:15 | Kuliner > Label Halal | 10.001 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Ustadz saya mempunyai masalah tentang jual beli:

Saya ingin menayakan tentang bagaimana hukumnya jika menjual makanan yang tidak ada label halalnya? Apakah boleh atau haram hukumnya?

Hal itu mengingat bahwa makanan yang saya jual ternyata tidak semua ada label halalnya. Jadi bagaimana seharusnya pak, ustadz?

Terima kasih atas jawaban yang diberikan semoga mendapat balasan dari Alloh SWT.

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Makanan kemasan yang tidak ada label halalnya tidak selalu menunjukkan sebaliknya. Jadi belum tentu haram.

Label halal adalah jaminan yang diberikan oleh suatu lembaga yang berwenang semacam LP-POM MUI untuk memastikan bahwa suatu produk makanan itu sudah lolos pengujian kehalalan.

Namun sama sekali tidak berarti yang tidak berlabel halal dan belum lolos ujian pasti menjadi haram. Manfaat adanya label halal ini hanya sebagai 'ketenangan' batin buat mereka yang merasa was-was atas merebaknya makanan yang 'dituduh' tidak halal. Dan namanya 'tertuduh', belum tentu pelaku kejahatan, bukan?

Bukankah seseorang yang baru berada pada tingkat tertuduh itu belum boleh dijatuhi hukuman? Dan juga belum boleh dikatakan sebagai pelaku kejahatan. Maka demikian pula dengan makanan, ada sementara merek makanan yang jadi 'tertuduh'. Lalu untuk menghilangkan kewas-wasan para konsumen, ada instandi yang menawarkan jasa untuk melakukan serangkaian pengujian dan yang lolos berhak memasang label halal.

Namun kalau kita kembalikan kepada asas praduga tidak bersalah, hukum Islam tidak bisa dibolak-balik. Sesuatu itu pada dasarnya halal, sampai datang sebuah hasil uji yang sampai ke tingkat yaqin bahwa sesuatu itu haram.

Ilustrasinya, sebuah produk makanan yang secara zahir tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan, maka hukumnya halal. Namun ketika dilakukan pengujian ilmiyah secara mendalam, ketahuan bahwa di dalam makanan itu terkandung unsur yang tidak halal, barulah saat itu makanan itu boleh divonis sebagai makanan haram.

Selama belum ada pengujian yang ilmiyah dan secara pisik tidak ada tanda mengandung bahan yang haram, maka hukum makanan itu tidak boleh di balik menjadi haram. Hukum yang disandangnya halal.

Namun tentu saja pelabelan halal itu sedikit banyak sudah cukup memberikan sebuah ketenangan batin buat mereka yang hobinya ragu-ragu. Walau pun label halal itu bukan sesuatu yang langsung menyelesaikan semua masalah.

Seharusnya, yang dikeluarkan adalah label haram, mengingat jumlah makanan yang halal itu pasti banyak sekali, bahkan tidak terhingga. Sampai kapan sebuah lembaga mampu melakukan semua bentuk pengujian kehalalan?

Sedangkan sesuatu yang haram, jumlahnya sangat sedikit. Jadi lebih mudah memeriksanya serta pemberian labelnya. Maka pada makanan yang berlabel haram itulah kita berkonsentrasi. Bila ada label haramnya, maka makanan itu haram. Bila tidak ada labelnya, maka hukum makanan itu kembali kepada asalnya, yaitu halal.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Mengapa Inovasi dan Perluasan Zakat Modern Ditolak?
22 January 2015, 02:00 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 8.556 views
Tujuh Wanita Yang Jadi Mahram Karena Sebab Persusuan
20 January 2015, 02:22 | Pernikahan > Mahram | 9.749 views
Batalkah Wudhu Kita Bila Makan Daging Unta?
19 January 2015, 04:19 | Thaharah > Wudhu | 11.300 views
Sepuluh Kriteria Yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Memilih Istri
18 January 2015, 04:37 | Pernikahan > Pra nikah | 37.391 views
Bolehkah Melihat Langsung Calon Istri Dan Bagaimana Teknisnya?
17 January 2015, 16:00 | Pernikahan > Pra nikah | 32.415 views
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
16 January 2015, 18:00 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 31.246 views
Haruskah Mata Kaki Jamaah Saling Menempel Sepanjang Shalat?
15 January 2015, 09:06 | Shalat > Shalat Berjamaah | 32.411 views
Manusia Berasal dari Kera?
14 January 2015, 08:40 | Aqidah > Aliran-aliran | 39.238 views
Menjama' Shalat Karena Hujan, Bolehkah?
13 January 2015, 06:15 | Shalat > Shalat Jama | 12.451 views
Membersihkan Diri dengan Kertas Toilet
12 January 2015, 03:59 | Thaharah > Buang Hajat | 10.777 views
Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan?
11 January 2015, 03:31 | Mawaris > Ahli waris | 8.591 views
Shalat Fardhu di Atas Kendaraan, Apakah Sah Hukumnya?
10 January 2015, 06:04 | Shalat > Shalat fardhu | 27.501 views
Proses Pensyariatan Jihad Dalam Islam
9 January 2015, 04:07 | Negara > Hukum Islam | 9.706 views
Kedudukan Hadits Tentang Perselisihan Umat
7 January 2015, 01:00 | Hadits > Syarah Hadits | 13.184 views
Bagaimana Kita Menjamin Keaslian Al-Quran?
6 January 2015, 06:00 | Al-Quran > Mushaf | 25.549 views
Najiskah Tubuh Orang Kafir?
4 January 2015, 03:50 | Thaharah > Najis | 13.423 views
Dasar Perintah Memberi Fatwa dan Keutamaannya
2 January 2015, 02:00 | Ushul Fiqih > Ulama | 5.338 views
Perbedaan Antara Fatwa, Qanun, Qadha dan Ijtihad
1 January 2015, 00:01 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 44.068 views
Cerai Tanpa Pernah Jima' : Apakah Mahar Harus Dikembalikan?
29 December 2014, 08:14 | Pernikahan > Mahar | 28.459 views
Benarkah Orang Yang Punya Hutang Berhak Mendapatkan Zakat?
28 December 2014, 04:17 | Zakat > Alokasi Zakat | 23.856 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 42,942,531 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-7-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img