Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat? | rumahfiqih.com

Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat?

Fri 10 February 2006 03:26 | Mawaris > Masalah terkait waris | 6.521 views

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak Ustadz mengenai warisan, apakah pembagian warisan itu dilakukan setelah kedua orang tua kita meninggal atau salah satu nya meninggal? Terima kasih.

Wassallamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam masalah pembagian warisan, yang dibagi adalah harta orang yang meninggal. Sedangkan harta orang yang belum meninggal tidak perlu dibagi waris.

Dan perlu diketahui bahwa dalam syariah, hak kepemilikan atas harta benda dibedakan antara suami dan istri. Meski mereka tinggal dalam satu rumah dan membangun keluarga yang saling timbal balik dalam banyak hal. Namun khusus dalam masalah kepemilikan atas harta, masing-masing punya haknya sendiri-sendiri.

Seorang suami memang berkewajiban memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Baik berupa makanan, tempat tinggal maupun pakaian. Namun bukan berarti seluruh harta miliknya secara otomatis menjadi milik istri dan anak-anaknya. Seorang suami tetap punya hak kepemilikan secara pribadi atas hartanya, di luar dari apa yang biasanya diberikan sebagai nafkah.

Sebaliknya, seorang istri pun tetap punya hak atas harta pribadi yang dimilikinya. Di mana suaminya tidak berhak untukmengambil begitu saja harta milik sang istri. Kecuali bila istri memberikannya atau menyedekahkannya kepada suami.

Maka demikianlah, semua harta benda yang dimiliki oleh sepasang suami istri, sesungguhnya dimiliki oleh masing-masing mereka. Walau pun dalam pemanfataannya dibolehkan bagi masing-masing pasangan untuk menggunakannya, namun tetaplah harta itu ada pemiliknya.

Bila salah seorang dari mereka wafat, misalnya suami, maka hanya harta yang dimilikinya saja yang dibagi waris. Adapun harta milik istri tidak dibagi waris. Sebab istri masih hidup, jadi hartanya tidak boleh dibagi waris.

Bila tidak dimiliki secara pribadi, maka dimungkinkan harta itu dimiliki secara bersama, dengan masing-masing punya prosentase kepemilikan yang disepakati. Misalnya, sepasang suami istri secara berpatungan membeli rumah untuk tinggal mereka. Sebutlah harganya 500 juta masing-masing bersaham 250 juta. Maka status kepemilikan rumah itu 50% milik suami dan 50% milik istri.

Ketika salah seorang dari pasangan itu meninggal dunia, yang dibagi waris hanyalah yang merupakan bagian miliknya saja, yaitu hanya 50% saja dari nilai harga rumah. Yang sisanya 50% lagi tidak perlu dibagi, karena bukan harta almarhum.

Dengan demikian, untuk membagi waris tidak perlu menunggu kedua orang tua wafat terlebih dahulu. Segera setelah selesai pemakaman dan hari-hari duka cita, para ahli waris dikumpulkan untuk diajak bermusyawarah. Sebab sekarang, harta peninggalan ayah mereka menjadi hak mereka.

Dan istri almarhum tentu termasuk salah satu dari ahli waris, dengan hak 1/8 (12,5%) bagian dari total harta milik almarhum. Dengan syarat, almarhum memliki anak. Sebaliknya, bila almarhum tidak memiliki anak, maka hak istri lebih besar lagi, yaitu 1/4 (25%) dari seluruh harta milik almarhum. Sedangkan harta milik istri seutuhnya tetap miliknya, tidak boleh diutak-atik dan tidak perlu dibagi waris.

Nanti bilakemudian ibu wafat, tentu akan ada lagi pembagian harta warisan. Kali ini dari harta milik ibu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Mani yang Keluar di Luar Mimpi
10 February 2006, 03:22 | Thaharah > Hadats | 8.336 views
Makna Valentine Menurut Islam
9 February 2006, 04:04 | Kontemporer > Fenomena sosial | 5.880 views
Gambar dan Patung untuk Alat Pendidikan, Bolehkah?
8 February 2006, 06:10 | Umum > Hukum | 10.218 views
Etika Memberikan Quran pada Teman Nasrani Agar Tidak Tersinggung
8 February 2006, 06:05 | Dakwah > Metode dakwah | 5.488 views
Hukumnya Shaum Tasyu`a dan 'Asyura
8 February 2006, 05:16 | Puasa > Puasa Sunnah | 7.376 views
Warisan Dibagi Tidak Berdasarkan Hukum Islam
8 February 2006, 05:12 | Mawaris > Masalah terkait waris | 11.965 views
Hukum Memancing Ikan
7 February 2006, 06:16 | Umum > Non muslim | 17.141 views
Bagaimana Hukumnya Membatalkan Nadzar Sebelum Terlaksana Apa Yang Dinginkan??
7 February 2006, 05:59 | Umum > Hukum | 38.358 views
Shalat Jum'at untuk Wanita Musafir
2 February 2006, 06:11 | Shalat > Shalat Jumat | 6.430 views
Menanyakan Malam Pertama ke Orang Lain
2 February 2006, 06:07 | Pernikahan > Terkait jima | 7.172 views
Bolehkah Menghadiahkan Quran kepada Keluarga Non Muslim Biar Dapat Hidayah?
1 February 2006, 08:23 | Umum > Halal Haram | 5.511 views
Bisakah Mimpi Dijadikan Petunjuk?
1 February 2006, 08:20 | Aqidah > Ghaib | 7.981 views
Standar Pornografi
1 February 2006, 08:17 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.908 views
Daging Anjing Tidak Haram, Benarkah?
27 January 2006, 11:21 | Kuliner > Hewan | 27.170 views
Beribadah dengan Berpolitik
27 January 2006, 02:29 | Negara > Partai Politik | 8.487 views
Hukum Makanan Hasil Peragian
26 January 2006, 05:44 | Kuliner > Alkohol | 7.855 views
Menjama' Shalat karena Sakit
25 January 2006, 07:42 | Shalat > Shalat Jama | 6.315 views
Batasan Haramnya Babi Dan Anjing
25 January 2006, 07:30 | Kuliner > Hewan | 11.148 views
Konsep Berhaji yang Sebenarnya
25 January 2006, 02:38 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 6.019 views
Tidak Mau Belajar Agama, Takut Tahu Dosa Tapi Masih Mengerjakan
24 January 2006, 23:41 | Umum > Belajar agama | 6.245 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 42,942,477 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-7-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img