Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hak Waris untuk Anak Perempuan Tunggal | rumahfiqih.com

Hak Waris untuk Anak Perempuan Tunggal

Tue 8 January 2013 10:01 | Mawaris | 8.059 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Yth Pak ustadz.

Assalamualaikum wr wb.

Saya ingin mengajukan pertanyaan perihal hak waris untuk anak perempuan tunggal yang mempunyai paman laki-laki dari ayah. Benarkah kalau ayah dari anak perempuan ini meninggal dunia hak warisnya jatuh ke pamannya?

Demikian pak Ustadz, terima kasih atas jawabannya.

Wassalam 'alaikumwr wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Seorang anak perempuan tunggal yang ditinggal mati ayah kandungnya akan menerima hak warisan sebesar 50% dari total harta peninggalan sang Ayah.

Ketetapan itu dijelaskan di dalam ayat yang turun dari langit tanpa bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Allah mensyari'atkan bagimu tentang anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. (QS An-Nisa': 11)

Sebagai ilustrasi, seandainya harta yang diwariskan itu senilai 10 Milyar, maka hak anak perempuan tunggal sudah jelas, yaitu 5 milyar atau separuhnya.

Ini adalah ketentuan dari Allah SWT, Sang Pencipta jagad raya dan Penentu hak kepemilikan di antara manusia. Maka siapa pun yang menentang ketetapan yang sudah mutlak dan qath'i ini, dia telah kufur kepada ketetapan Allah SWT.

Hukumannya sangat keras, yaitu akan dimasukkan ke dalam neraka dan tidak keluar dari sana selamanya. Dan tentunya di dalam neraka itu ada siksa yang bukan hanya pedih secara pisik tetapi juga menyakitkan secara psikis, karena Allah SWT mengatakan sebagai adzab yang menghinakan.

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.(QS. An-Nisa': 14)

Maka tidak ada jalan bagi kita yang mengaku muslim untuk terikat dengan semua ketentuan dan ketetapa dari Allah SWT, sebagai wujud dari iman kita kepada-Nya.

Untuk itu Allah SWT akan memberikan kita balasan yang besar, berupa dimasukkannya diri kita ke dalam surga dan kekal di dalamnya selama-lamanya.

(Hukum waris) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.(QS. An-Nisa': 13)

Jadi anak perempuan itu pasti mendapat warisan, karena anak perempuan itu dalam kondisi tidak ada saudara laki-lakinya berstatus ashhabul furudh, yaitu ahli waris yang sudah pasti mendapat bagian tetap dari almarhum. Bagian tetapnya itu sangat besar, yaitu 50% dari total nilai harta yang dibagi waris.

Selain anak perempuan tunggal, yang menjadi ashhabul furudh kalau ada adalah ayah dan ibu dari almarhum.Juga termasukistri dari almarhum. Seandainya mereka masih ada, maka ayah almarhum mendapat 1/6, ibu almarhum juga mendapat 1/6, isteri almarhum mendapat 1/8.

Sisanya itu untuk para ashabah. Dan di antara para ashabah adalah saudara laki-laki almarhum. Posisinya sebagai paman dari anak perempuan tunggal itu. Posisi paman hanya ashabah, yaitu ahli waris yang menerima harta warisan sisa, itu pun kalau masih bersisa. Sangat boleh jadi para ashabah ini tidak mendapatkan sisa apapun.

Jadi tidak benar kalau dibilang bahwa paman langsung berhak mengangkangi harta warisan dan anak perempuan almarhum tidak dapat apa-apa. Yang benar adalah anak perempuan itu harus mendapat 50% dari total warisan terlebih dahulu, lalu dibagi lagi kepada ashhabul furudh lainnya kalau masih ada, terakhir sisanya barulah untuk si paman.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Poligami dalam Pandangan Syariah
7 January 2013, 22:57 | Nikah | 13.910 views
Menikah dalam Kondisi Hamil
7 January 2013, 22:12 | Nikah | 11.552 views
Imam Membaca Surat Pendek Makmum Membaca Al-Fatihah
6 January 2013, 22:23 | Shalat | 77.912 views
Harta Istri dan Suami Apabila Cerai
6 January 2013, 20:47 | Nikah | 29.052 views
Kalung Emas Tidak Dizakati Selama 20 Tahun
5 January 2013, 21:23 | Zakat | 8.704 views
Keluar dari Suatu Jamaah, Murtadkah Saya?
4 January 2013, 15:08 | Dakwah | 9.972 views
Benarkah Pemeluk Madzhab Syafi'i Ahli Bid'ah?
4 January 2013, 02:00 | Ushul Fiqih | 17.570 views
Talfiq Antar Mazhab, Apa Maksud dan Pengertiannya
4 January 2013, 01:22 | Ushul Fiqih | 23.610 views
Istri Menikah Lagi Sebelum Habis Masa 'Iddah
4 January 2013, 00:47 | Nikah | 9.033 views
Perbedaan Antara Syariah dan Fiqih
3 January 2013, 02:50 | Ushul Fiqih | 45.333 views
Jawaban Shalat Istikharah Apakah Harus Mimpi?
3 January 2013, 01:05 | Shalat | 23.994 views
Haruskah Memilih Satu Jama'ah Tertentu?
3 January 2013, 00:46 | Dakwah | 9.875 views
Shalat Jama' Qasar dan Batasan Luar Kota
2 January 2013, 03:44 | Shalat | 31.203 views
Nabi dan Rasul Selain Muhammad SAW Beragama Apa Ya?
1 January 2013, 23:55 | Aqidah | 10.704 views
Adakah 'Bidadara' di Surga Nanti?
1 January 2013, 23:47 | Aqidah | 12.620 views
Apakah Uang Kertas Haram?
1 January 2013, 04:14 | Muamalat | 11.578 views
Hukum Mawaris dan Konsep Keluarga Dalam Islam
1 January 2013, 02:58 | Mawaris | 6.592 views
Khawatir Dzikir Bersama Malam Tahun Baru Jadi Budaya
31 December 2012, 12:25 | Kontemporer | 9.005 views
Berteman tapi Mesra
31 December 2012, 12:05 | Kontemporer | 9.561 views
Cara Elegan Dalam Menghadapi Pemikiran Liberal
31 December 2012, 02:12 | Umum | 9.397 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,805,396 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img