Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Menikah Karena Asyik dengan Komputer | rumahfiqih.com

Tidak Menikah Karena Asyik dengan Komputer

Fri 5 January 2007 02:35 | Umum | 4.789 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum Wtr.Wb.
Saya, seorang pemuda yang gemar mengikuti perkembangan teknologi khususnya dibidang komputer. berdosakah saya bila saya melupakan sunnah rasullah untuk menikah, karena saya mengutamakan karier

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menikah adalah sunnah rasulullah SAW dan juga sunnah para nabi dan rasul yang lain. Maka sebagai umat nabi Muhammad SAW dan juga umat yang beriman kepada semua nabi dan rasul, menikah adalah sebuah ibadah yang dianjurkan.

Sebagaimanasabdabeliau SAW:

Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa nabi SAW bersabda, .".namun Aku shalat dan tidur, puasa dan berbuka, serta menikahi para wanita. Siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka bukan bagian dariku. (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan pada tataran tertentu, hukumnya menjadi wajib. Misalnya, orang yang dikhawatirkan jatuh ke jurang perzinaan, atau sangat beresiko untuk melakukannya, maka wajib atasnya menikah.

Memang para ulama di dalam banyak kitab fiqih memberi 5 hukum untuk menikah, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Semua tergantung dari kondisi dan keadaan yang bersangkutan. Namun hukum dasarnya adalah sunnah.

Kesibukan Karena Pekerjaan

Beberapa ulama karena kesibukannya dalam mengabdi kepada umat Islam, ada yang sampai wafat belum sempat menikah. Di antaranya AL-Imam An-Nawawi hingga As-Syahid Sayyid Qutub rahimahumullah.

Namun jangan bandingkan prestasi kerja mereka dengan prestasi kerja kita. Siapa yang tidak kenal Imam An-Nawawi yang telah menulis puluhan ribu lembar karya ilmiyah. Mungkin di dunia ini banyak orang yang bisa mengarang buku sampai berjilid-jilid, tapi siapa yang bisa menandingi beliau dalam menulis kitab?

Kitab-kitab karya beliau hingga ratusan tahun dan mungkin sampai hari kiamat, selalu dibaca orang, dijadikan referensi bahkan dibedah diberbagai pengajian di seluruh belahan dunia, termasuk di negeri yang tidak berbahasa arab sekalipun.

Mungkin kita boleh bilang: wajarlah bila ada sebagian ulama yang terlambat menikah lalu ajal keburu datang menjemput, sebelum ibadah yang satu itu sempat dilakukannya.

Sedangkan kita di zaman sekarang ini, rasanya kurang pas kalau menyandingkan diri dengan sebagian langkah para ulama itu. Banyak yang tidak samanya ketimbang yang sama.

Mungkin karena terlalu asyik bekerja, bisa saja anda sedikit terlambat menikah. Tetapi jangan sampai keasyikan, tiba-tiba anda sudah kakek-kakek, baru ingin menikah. Pikirkan juga teman-teman sebaya anda yang barangkali sudah punya 'mainan' baru, yaitu isteri dan anak-anak.

Nikmatnya memiliki isteri dan anak-anak itu tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, hanya mereka yang sudah merasakan langsung yang bisa memahaminya.

Semoga Allah SWT memudahkan jalan hidup anda dan meluaskan rizki anda dengan isteri dan anak. Amin

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Wali Nikah Orang Syi'ah
4 January 2007, 22:59 | Nikah | 5.149 views
Wali Nikah Bukan Muslim
4 January 2007, 00:11 | Nikah | 5.415 views
Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?
2 January 2007, 12:20 | Nikah | 6.161 views
Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 13.518 views
Non Muslim Berqurban untuk Ibunya
2 January 2007, 09:26 | Qurban Aqiqah | 5.025 views
Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
1 January 2007, 04:08 | Haji | 4.995 views
Pameran Foto Tsunami, Bid'ahkah?
30 December 2006, 11:36 | Umum | 4.477 views
Adakah Hadis Menjelaskan Sholat Fardu Dan Rakaatnya?
30 December 2006, 07:14 | Shalat | 5.989 views
Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
30 December 2006, 02:01 | Haji | 4.833 views
Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 6.185 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.488 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 11.680 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.915 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 10.785 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.810 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 9.663 views
Materi Pengajian Jarak Jauh
26 December 2006, 02:17 | Umum | 4.978 views
Bongkar Kuburan, Pembuktian Cepat Agama Siapa yang Benar
22 December 2006, 03:32 | Kontemporer | 6.694 views
Cinta kepada Allah atau Cinta Negara
22 December 2006, 03:20 | Negara | 5.162 views
Wahabi, Apa dan Siapakah?
21 December 2006, 02:34 | Umum | 14.249 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,150,936 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

8-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img