Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya? | rumahfiqih.com

Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?

Tue 26 March 2013 23:24 | Thaharah | 11.594 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Mohon tanya pak Ustadz, Sebenarnya ada tidak perayaan khitanan di dalam Islam, kemudian apakah ada doa-doa yang harus dilakukan sebelum atau sesudah dilakukan khitanan. Hal ini perlu kami sampaikan karena Insya Allah, anak kami akan di khitan.

Terima kasih.

Wasalammua'laikum

 

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mengkhitan anak berbeda pengertiannya dengan mengadakan acara khitanan.

Mengkhitan anak hukumnya sunnah, sedangkan merayakan hajatan khitanan anak, hukumnya terpulang kepada kondisi dan keadaan. Sehingga bisa saja sunnah hukumnya, atau mubah, atau malah bisa jadi makruh bahkan haram. Semua kembali kepada detail kondisinya.

Sunnah Khitan
Umumnya para ulama mengatakan bahwa khitan adalah sunnah yang perlu dilakukan kepada anak. Sebagian lagi mengatakan hukumnya mubah. Bahkan ada yang mengatakan hukumnya wajib.

Perayaan Khitanan Sebagai Sebuah Hajatan
Ada kalanya bisa berhukum sunnah, bila memang ada manfaatnya yang bisa secara langsung dirasakan. Misalnya, khitanan massal untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kita gelar secara gratis.

Kebiasaan ini sangat baik, apalagi dengan diiringi pemberian hadiah dan bantuan kepada mereka yang kurang mampu. Selain sebagai syiar Islam, kita pun dapat meraih pahala yang banyak.

Atau dalam rangka mengumpulkan keluarga besar agar terjalin ziarah dan silaturrahim di antara mereka, lalu dibarengkan dengan acara mengkhitan anak. Tentu hal-hal baik seperti ini tidak bisa dilarang, karena tujuannya mulia.

Bahkan sangat bermanfaat bila momen seperti itu bisa ditambahkan dengan sedikit pengajian dari seorang ustadz. Boleh jadi ada banyak pesan-pesan kebaikan yang bisa dimanfaatkan di sana.

Namun kalau menggelar khitanan hanya sekedar untuk berhura-hura, menghamburkan harta, menyombongkan kekayaan kepada orang miskin, atau sekedar menaikkan gengsi dan status sosial, maka hukumnya makruh bahkan haram, karena telah melakukan tabzir.

Kalau sekedar untuk mengkhitan anak harus menggelar pertunjukan wayang tujuh hari tujuh malam dengan biaya dua milyar, panggung dangdut, arena maksiat serta pesta-pesta yang tidak jelas juntrungannya, rasanya sudah sampai kepada haram hukumnya.

Lebih baik uangnya digunakan untuk membangun sekolah gratis, perpusatakaan, lahan pertanian yang menyerap tenaga kerja, laboratorium ilmiyah milik umat atau hal-hal lain yang lebih positif.

Tidak Ada Doa Khusus
Kita tidak menemukan contoh doa khusus dari Rasulullah SAW terkait dengan urusan mengkhitan anak. Juga upacara hajatan dan sejenisnya.

Perkara ini dalam pandangan kami, berada di luar ibadah ritual peribadatan. Masuk ke dalam masalah muamalah yang hukumnya berbeda dengan ritual ibadah.

Prinsipnya, meski tidak ada contoh dari nabi SAW, asalkan tidak ada batas-batas larangan yang secara eksplisit disebutkan oleh nash, maka hukumnya dasarnya boleh-boleh saja. Sampai muncul nanti hal-hal yang diharamkan, seperti masalah pemborosan, maksiat, syirik dan seterusnya.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 9.048 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 14.130 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat | 8.508 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Nikah | 23.942 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer | 8.571 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat | 7.245 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer | 10.382 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 8.855 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 9.012 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 19.344 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 25.852 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 9.070 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 7.382 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji | 6.763 views
Hukum Sunat bagi Perempuan
13 March 2013, 00:56 | Wanita | 11.450 views
Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
12 March 2013, 00:16 | Qurban Aqiqah | 9.380 views
Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall
11 March 2013, 00:34 | Muamalat | 7.320 views
Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai
10 March 2013, 11:51 | Nikah | 19.476 views
Satu Dari Empat Penduduk Dunia Adalah Muslim?
8 March 2013, 02:14 | Kontemporer | 7.078 views
Ayah Saya Non Muslim, Lalu Siapa Yang Jadi Wali Saya?
8 March 2013, 00:32 | Nikah | 13.399 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,080,242 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img