Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran | rumahfiqih.com

Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran

Mon 16 June 2008 07:33 | Shalat | 13.305 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Apabila di tempat kerja tidak ada tempat yang bersih/suci untuk shalat apakah boleh shalatnya dijama meskipun menjadi kebiasaan rutin?

Apabila kita pergi ke luar daerah tempat kita tinggal meskipun dekat tapi kita belum pernah ke tempat itu apakah disebut safar dan bagaimana shalatnya?

Apabila karena lupa atau ketiduran sehingga tidak melaksanakan shalat, apakah shalat bisa dijama?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Menjama' shalat itu pada hakikatnya meninggalkan shalat atau tidak mengerjakan shalat pada waktunya. Padahal shalat itu wajib dilkerjakan pada waktunya. Kalau sampai seseorang mengubah waktu shalat, harus ada dalil yang sangat kuat yang membolehkan hal itu.

Dan dalam pandangan syariat, pengubahan waktu shalat secara sengaja hingga dikerjakan bukan di dalam waktunya hanya bisa dilakukan dalam bentuk shalat jama'. Namun shalat jama' itu tidak boleh begitu saja dilakukan kecuali oleh sebab yang juga dilandasi dengan dalil yang syar'i.

Hal-hal yang membolehkan jama' shalat itu sangat terbatas sekali, di antaranya adalah

1. Safar (perjalanan) yang Panjang dan Memenuhi Jarak Minimal

Safar (perjalanan) bisa membolehkan shalat jama', namun hanya yang panjang dan memenuhi jarak minimal, yaitu 4 burd (88, 656 km ). Sebagian ulama berbeda dalam menentukan jarak minimal. Perjalanan itu harus perjalanan ke luar dari kota tempat tinggalnya dengan niat sengaja untuk mengadakan perjalanan. Juga bukan perjalanan maksiat.

2. Sakit

Selain itu yang membolehkan seseorang menjama' adalah karena sakit. Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan jama` karena disebabkan sakit. Begitu juga Imam Malik dan sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah. Sedangkan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah menuliskan bahwa sakit adalah hal yang membolehkan jama` shalat. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh Ibnu Sirin dan Asyhab dari kalangan Al-Malikiyah. Begitu juga Al-Khattabi menceritakan dari Al-Quffal dan Asysyasyi al-kabir dari kalangan Asy-Syafi`iyyah.

3. Haji

Para jamaah haji disyariatkan untuk menjama` dan mengqashar shalat zhuhur dan Ashar ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah dengan dalil hadits berikut ini:

Dari Abi Ayyub al-Anshari ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` Maghrib dan Isya` di Muzdalifah pada haji wada`. (HR Bukhari 1674).

4. Hujan

Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW shalat di Madinah tujuh atau delapan; Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya`”. Ayyub berkata, ”Barangkali pada malam turun hujan?” Jabir berkata, ”Mungkin”. (HR Bukhari 543 dan Muslim 705).

Dari Nafi` maula Ibnu Umar berkata, ”Abdullah bin Umar bila para umaro menjama` antara maghrib dan isya` karena hujan, beliau ikut menjama` bersama mereka.” (HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).

Hal seperti juga dilakukan oleh para salafus shalih seperti Umar bin Abdul Aziz, Said bin Al-Musayyab, Urwah bin az-Zubair, Abu Bakar bin Abdurrahman dan para masyaikh lainnya di masa itu. Demikian dituliskan oleh Imam Malik dalam Al-Muwattha` jilid 3 halaman 40.

Selain itu ada juga hadits yang menerangkan bahwa hujan adalah salah satu sebab dibolehkannya jama` qashar.

Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim 705).

5. Keperluan Darurat yang Mendesak

Bila seseorang terjebak dengan kondisi di mana dia tidak punya alternatif lain selain menjama`, maka sebagian ulama membolehkannya. Namun hal itu tidak boleh dilakukan sebagai kebiasaan atau rutinitas. Dalil yang digunakan adalah dalil umum seperti yang sudah disebutkan di atas. Allah SWT berfirman:

“Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Dari Ibnu Abbas ra, “beliau SAW tidak ingin memberatkan ummatnya.”

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW pernah menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim 705).

Sedangkan Al-Imam An-Nawawi dari mazhab Asy-Syafi`iyyah dalam Syarah An-Nawawi jilid 5 219 menyebutkan, ”Sebagian imam berpendapat membolehkan menjama` shalat saat mukim (tidak safar) karena keperluan tapi bukan menjadi kebiasaan."

Meninggalkan Shalat karena Ketiduran

Sedangkan bila ketiduran dan tidak sempat shalat, harus langsung dikerjakan begitu terbangun. Namun istilah yang digunakan bukan menjama' shalat. Sebab yang namanya menjama' shalat itu terbatas pada shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan 'Isya saja. Tidak ada istilah jama' dalam shalat Shubuh. Yang ada hanyalah segera mengerjakan begitu terbangun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ketiduran (sampai tidak menunaikan sholat) atau lupa melaksanakannya, maka ia hendaklah menunaikannya pada saat ia menyadarinya.” (HR Muttafaq alaihi)

Oleh karena itu, orang-orang yang kesiangan wajib menunaikan sholat shubuh tersebut pada saat ia tersadar atau terbangun dari tidurnya (tentunya setelah bersuci terlebih dahulu), walaupun waktu tersebut termasuk waktu-waktu yang terlarang melaksanakan sholat.

Karena pelarangan sholat pada waktu-waktu tersebut berlaku bagi sholat-sholat sunnah muthlak yang tidak ada sebabnya. Sedangkan bagi sholat yang memiliki sebab seperti halnya orang yang ketiduran atau kelupaan, diperbolehkan melaksanakan sholat tersebut pada waktu-waktu terlarang. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat tersebut (shalat shubuh)." (HR Bukhari no. 579 dan Muslim no. 608)

Wallahu a'lam bish-shawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Halalkah Darah Gusdur?
14 June 2008, 02:10 | Negara | 8.592 views
Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam
13 June 2008, 00:21 | Mawaris | 6.724 views
Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah
10 June 2008, 23:17 | Negara | 8.970 views
Kagum kepada Ahmadinejad?
10 June 2008, 00:31 | Negara | 7.182 views
Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
9 June 2008, 01:32 | Kontemporer | 5.459 views
Banci Menjadi Imam
8 June 2008, 23:36 | Kontemporer | 6.543 views
Arah Kiblat yang Sedikit Melenceng
8 June 2008, 01:01 | Shalat | 8.013 views
Ikut Casting Film Ketika Cinta Bertasbih
6 June 2008, 23:36 | Umum | 5.950 views
Anarki dan Mengisi Kekebalan Tubuh
6 June 2008, 00:25 | Umum | 7.011 views
Menggunakan Fasilitas Kantor
4 June 2008, 22:47 | Muamalat | 7.523 views
DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya
4 June 2008, 00:52 | Shalat | 6.630 views
Kenapa FPI Anarikis?
3 June 2008, 00:17 | Kontemporer | 7.301 views
Apakah Pembagian Waris di Keluarga Saya Bisa Dibenarkan?
1 June 2008, 23:10 | Mawaris | 7.163 views
Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
31 May 2008, 21:17 | Hadits | 7.392 views
Sedekah kepada Pengemis
31 May 2008, 01:34 | Zakat | 6.933 views
Bolehkah Saya Bernasyid dengan Diiringi Musik?
30 May 2008, 00:45 | Umum | 7.399 views
Bersalaman Setelah Sholat Berjama'ah
30 May 2008, 00:42 | Shalat | 7.794 views
Wali Nikah Tidak Setuju, Bagaimana Ini?
28 May 2008, 01:29 | Nikah | 6.806 views
Fenomena Kubah Terbang di Ambon, Bolehkah Dipercaya?
27 May 2008, 01:13 | Aqidah | 7.929 views
Perbedaan Tentang Batasan Bid'ah
26 May 2008, 23:49 | Umum | 13.695 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,244,529 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img