Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban | rumahfiqih.com

Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban

Tue 3 January 2006 04:53 | Qurban Aqiqah | 7.975 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb. Pak Ustadz, kami mau menanyakan tentang hukumnya panitia qurban yang kebiasaan setiap tahunnya terutama kulit hewan qurban itu dijual sedangkan hasilnya dimanfatkan untuk operasional acara qurban itu sendiri atau membeli jamuan untuk panitia kurban dan sisanya masuk pada kas masjid. Sementara ada perbedaan pendapat yang menyatakan bahwa haram hukum menjual kulit dari hewan kurban itu sendiri. Untuk itu kami mohon kepada pak ustadz untuk menjelaskan tentang hal ini. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Jawaban :

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hewan yang disembelih untuk qurban itu ditujukan untuk tiga hal, yaitu dimakan sendiri, dihadiahkan atau disedekahkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah membagi daging kurban menjadi tiga, sepertiga untuk keluarganya, sepertiga untuk fakir miskin dan tetangga dan sepertiga untuk orang meminta-minta" (HR Abu Musa al-Asfihani dalam Wadlaif)

Dalam riwayat lain Rasulullah s.a.w. bersabda, "Makanlah sebagian, simpanlah sebagian dan bersedekahlah dengan sebagian."

Adapun panitia penyembelihan hewan qurban sesungguhnya secara syar'i tidak diisyaratkan untuk dibentuk, sehingga dari segi pembiayaan pun tidak dialokasikan dana secara syar'i. Hal ini berbeda dengan amil zakat, yang memang secara tegas disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem sebagai salah satu mustahiq zakat.

Siapa yang menjual kulit qurban (udhiyyah) itu maka tidak dianggap qurban baginya. (Hadis riwayat al-Hakim)

Maka bila seseorang meminta jasa orang lain (tukang jagal) untuk disembelihkan hewan qurban miliknya, tetapi dengan imbalan berupa kulit hewan itu menjadi milik tukang jagalnya, maka tidaklah termasuk qurban, sesuai hadits di atas.

Demikian juga dengan panitia penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban, seharusnya mereka punya kas tersendiri di luar dari hasil hewan yang diqurbankan. Boleh saja panitia mengutip biaya jasa penyembelihan kepada mereka yang meminta disembelihkan. Hal seperti ini sudah lumrah, misalnya untuk tiap seekor kambing, dipungut biaya Rp 30.000 s/d Rp 50.000. Biaya ini wajar sebagai ongkos jasa penyembelihan hewan dan pendistribusian dagingnya, dari pada harus mengerjakan sendiri.

Tetapi panitia penyembelihan hewan qurban dilarang mengambil sebagian dari hewan itu untuk kepentingan penyembelihan. Baik dengan cara menjual daging, kulit, kepada atau kaki. Demikian pula dengan masjid, tidak perlu masjid dibiayai dari hasil penjualan daging qurban, sebab daging atau pun bagian tubuh hewan qurban itu tidak boleh diperjual-belikan.

Termasuk dalam hal ini jasa para tukang potong, haruslah dikeluarkan dari kas tersendiri, di luar dari hewan yang dipotong.

Ali ra. berkata, "Aku diperintah Rasulullah menyembelih kurban dan membagikan kulit dan kulit di punggung onta, dan agar tidak memberikannya kepada penyembelih." (Bukhari Muslim).

Memberikan kulit atau bagian lain dari hewan kurban kepada penyembelih bila tidak sebagai upah, misalnya pemberian atau dia termasuk penerima, maka diperbolehkan. Bahkan bila dia sebagai orang yang berhak menerima kurban ini lebih diutamakan sebab dialah yang banyak membantu pelaksanaan kurban.

Bagi pelaku kurban juga diperbolehkan mengambil kulit hewan kurban untuk kepentingan pribadinya. Aisyah r.a. diriwayatkan menjadikan kulit hewan kurbannya sebagai tempat air minum.

Wallahu a'lam bishshawab Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Belajar Bahasa Arab
3 January 2006, 00:57 | Umum | 10.595 views
Shalat Tahajud dan Muhasabah
2 January 2006, 05:58 | Shalat | 7.742 views
Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
29 December 2005, 08:11 | Puasa | 6.363 views
Penjelasan Mazhab
29 December 2005, 07:31 | Ushul Fiqih | 15.603 views
Rujukan Kitab Untuk Ilmu Syariah
29 December 2005, 03:29 | Ushul Fiqih | 11.084 views
Waktu Yang Utama Untuk Shalat Isya
28 December 2005, 03:44 | Shalat | 18.599 views
Metode Berdakwah bagi Orang Terdogmatis
27 December 2005, 09:10 | Dakwah | 6.759 views
Al-Qur'an yang Asli Ada di Manakah?
27 December 2005, 01:51 | Quran | 8.163 views
Qiraah Tujuh Imam
26 December 2005, 07:46 | Quran | 10.153 views
Belajar Shalat
24 December 2005, 04:14 | Shalat | 7.914 views
Mengganti Puasa
22 December 2005, 02:58 | Puasa | 7.183 views
legalisasi renungan
22 December 2005, 02:25 | Umum | 5.823 views
Menyambung Masalah Perbedaan
21 December 2005, 09:53 | Ushul Fiqih | 6.446 views
Membunuh Jasus
21 December 2005, 08:53 | Jinayat | 7.312 views
fiqih rumah tangga-tentang HAK istri thdp Seluruh Penghasilan\' suami
| Umum | 1.899 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,410,760 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-12-2019
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:16 | Maghrib 18:06 | Isya 19:20 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img