Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Boleh Menikah? | rumahfiqih.com

Apakah Boleh Menikah?

Tue 3 January 2006 11:04 | Nikah | 8.420 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bapak Ustadz yang terhormat. Apabila seorang duda dan seorang janda menikah, masing-masing dari mereka memiliki anak, apakah anak-anak mereka dapat menikah satu sama lain? Mohon penjelasannya Bapak Ustadz, kalau bisa dengan hadist-nya. Terima kasih.

Wassalammu'alikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum wwarahmatullahi wabarakatuh,

Untuk menentukan apakah seorang laki-laki dibolehkan untuk menikahi seorang wanita, para ulama telah membuat daftarnya. Biasanya yang dibuat adalah daftar wanita yang tidak boleh dinikahi. Susunan daftar itu disimpulkan dari berbagai macam dalil, baik dari Al-Quran maupun As-Sunnah.

Di dalam daftar wanita yang haram dinikahi ternyata memang tidak terdapat anak dari ibu tiri atau anak dari ayah tiri. Sehingga hukumnya kembali kepada asalnya yaitu boleh.

Hal yang demikian adalah biasa dan terjadi di mana-mana, lantaran memang halal dan tidak terkait dengan kemahraman. Dr. Yusuf Al-Qaradawi ketika ditanyakan masalah ini pun mengatakan tidak ada larangan. Sebab hubungan antara masing-masing anak itu bukan hubungan mahram.

Pernikahan seperti itu menurut beliau dan juga ulama lainnya adalah pernikahan yang shahih dan dibenarkan syariat Islam. Tidak ada hal-hal yang menghalangi, baik dari segi nasab, mushaharah (pernikahan), atau pun radha'ah (persususan). Padahal penyebab kemahraman hanya tiga itu saja sebagaimana yang disebutkan para ulama.

Misalnya, A seorang janda yang punya anak wanita B. Setelah kematian suaminya dan habis masa iddahnya A menikah lagi dengan laki-laki lain bernama C. Sebelum menikah dengan A, C sebelumnya sudah punya anak bernama D dari istri sebelumnya. Maka meski A dan C sudah menjadi suami istri, tetapi anak mereka (B dan D) masing-masing tidak mahram, sehingga dimungkinkan terjadi pernikahan antara mereka berdua.

Maka orang tua dengan orang tua saling menikah, kemudian anak dengan anak pun bisa saling menikah juga. Kalau pun diurutkan secara nasab, baik B mapun D punya nasab yang berbeda.

Daftar Mahram

Tentang siapa saja yang menjadi mahram, para ulama membaginya menjadi tiga klasifikasi besar:

1. Mahram Karena Nasab

  • Ibu kandung dan seterusnya keatas seperti nenek, ibunya nenek.
  • Anak wanita dan seteresnya ke bawah seperti anak perempuannya anak perempuan.
  • Saudara kandung wanita.
  • `Ammat / Bibi (saudara wanita ayah).
  • Khaalaat / Bibi (saudara wanita ibu).
  • Banatul Akh / Anak wanita dari saudara laki-laki.
  • Banatul Ukht / anak wnaita dari saudara wanita.

2. Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) Atau Sebab Pernikahan

  • Ibu dari istri (mertua wanita).
  • Anak wanita dari istri (anak tiri).
  • Istri dari anak laki-laki (menantu peremuan).
  • Istri dari ayah (ibu tiri).

3. Mahram Karena Penyusuan

  • Ibu yang menyusui.
  • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek).
  • Ibu dari suami yang istrinya menyusuinya (nenek juga).
  • Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan).
  • Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui.
  • Saudara wanita dari ibu yang menyusui.

Mahram Dalam Makna Haram Menikahi Semata

Selain itu, ada bentuk kemahraman yang semata-mata mengharamkan pernikahan saja, tapi tidak membuat seseorang boleh melihat aurat, berkhalwat dan bepergian bersama. Yaitu mahram yang bersifat muaqqat atau sementara. Misalnya:

  1. Menikahi wanita yang masih menjadi Istri orang lain.
  2. Menikahi istri orang lain yang telah ditalak tapi masih dalam masa iddah, yaitu masa menunggu akibat dicerai suaminya atau ditinggal mati.
  3. Menikahi mantan Istri sendiri tapi yang telah ditalak tiga.
  4. Menikahi istri sendiri yang telah dili`an, yaitu yang telah dicerai dengan cara dilaknat.
  5. Menikahi saudara ipar (saudara wanita dari istri). Tidak boleh dinikahi dan juga tidak boleh khalwat atau melihat sebagian auratnya. Hal yang sama juga berlaku bagi bibi dari istri.
  6. Menikah dalam keadaan berihram, seorang yang sedang dalam keadaan berihram baik untuk haji atau umrah, dilarang menikah atau menikahkan orang lain.
  7. Menikahi wanita budak padahal mampu menikahi wanita merdeka.
  8. Menikahi wanita pezina yang masih aktif berzina, kecuali bila telah bertaubat
  9. Menikahi wanita non muslim yang bukan kitabiyah atau wanita musyrikah.

Walahu a'lam bishshawab Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban
3 January 2006, 04:53 | Qurban Aqiqah | 7.924 views
Belajar Bahasa Arab
3 January 2006, 00:57 | Umum | 10.410 views
Shalat Tahajud dan Muhasabah
2 January 2006, 05:58 | Shalat | 7.685 views
Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
29 December 2005, 08:11 | Puasa | 6.331 views
Penjelasan Mazhab
29 December 2005, 07:31 | Ushul Fiqih | 14.762 views
Rujukan Kitab Untuk Ilmu Syariah
29 December 2005, 03:29 | Ushul Fiqih | 10.906 views
Waktu Yang Utama Untuk Shalat Isya
28 December 2005, 03:44 | Shalat | 17.900 views
Metode Berdakwah bagi Orang Terdogmatis
27 December 2005, 09:10 | Dakwah | 6.697 views
Al-Qur'an yang Asli Ada di Manakah?
27 December 2005, 01:51 | Quran | 8.094 views
Qiraah Tujuh Imam
26 December 2005, 07:46 | Quran | 10.058 views
Belajar Shalat
24 December 2005, 04:14 | Shalat | 7.834 views
Mengganti Puasa
22 December 2005, 02:58 | Puasa | 7.139 views
legalisasi renungan
22 December 2005, 02:25 | Umum | 5.777 views
Menyambung Masalah Perbedaan
21 December 2005, 09:53 | Ushul Fiqih | 6.394 views
Membunuh Jasus
21 December 2005, 08:53 | Jinayat | 7.258 views
fiqih rumah tangga-tentang HAK istri thdp Seluruh Penghasilan\' suami
| Umum | 1.822 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,506,621 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img