Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bagaimana Cara Mencintai Allah? | rumahfiqih.com

Bagaimana Cara Mencintai Allah?

Fri 6 January 2006 07:36 | Aqidah | 8.106 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustadz, apa yang dimaksud dengan mencintai Allah? Bagaimana cara agar kita bisa mencintai Allah?

Salam,

Jawaban :

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mencintai Allah SWT adalah menjadikan Allah SWT dan segala perintahnya sebagai prioritas utama dalam segala wujud kehidupan sehari-hari. Cinta kepada Allah SWT adalah cinta pada level tertinggi, mengalahkan segala bentuk cinta kepada manusia, termasuk kepada orang tua, istri, anak-anak, harta benda dan semuanya.

Jangankan menjadikan yang selain Allah SWT itu lebih tinggi derajatnya dengan cinta kepada Allah, bahkan bila hanya sama dan sederajat saja, sudah dikatakan zalim oleh Allah.

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. QS. Al-Baqarah: 165)

Apalagi bila menjadikan semua itu lebih kita cintai dari Allah, tentu lebih parah lagi. Allah menyebut mereka yang mencintai selain dirinya dengan tingkat kecintaan yang lebih tinggi dari mencintai Allah, mereka adalah orang fasiq.

Katakanlah, "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah: 24)

Tata Cara Mencintai Allah

Cara mencintai Allah tentu harus sesuai dengan cara yang ditentukan Allah SWT. Bukan dengan cara mengarang-ngarang sendiri, apalagi menciptakan sendiri ritual-ritual aneh yang tidak ada dasarnya dari Allah SWT.

Dan bentuk mencintai Allah SWT yang paling tepat adalah dengan cara mengikuti petunjuk dari Rasulullah SAW. Sebab beliau adalah petugas resmi yang diutus Allah SWT kepada umat manusia untuk mengajarkan bagaimana cara mewujudkan bentuk real sebuah cinta kepada-Nya.


Katakanlah: "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Ali Imran: 31)

Apapun realisasi rasa cinta seseorang kepada Allah SWT, tetapi kalau sampai bertentangan dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, maka pengungkapan bentuk cinta itu justru tertolak, bahkan malah melahirkan laknat dan siksa dari Allah.

Sebab kedudukan Rasulullah SAW adalah sebagai utusan resmi satu-satunya dari Allah kepada seluruh manusia, bahkan kepada seluruh makhluk hidup yang ada. Maka apa pun yang beliau sampaikan, wajib kita ikuti dengan sepenuh hati. Sebaliknya, apapun yang dilaranganya, tentu saja wajib kita jauhi dari diri kita. Penegasan pernyataan ini disampaikan Allah langsung di dalam Al-Quran Al-Kariem.

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS. Al-Hasyr: 7)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah menggambarkan sebuah pengibaratan tentang bentuk cinta kepada Allah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Raudlatul Muhibin, 409, Darush Shofa).

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Menikahi Anak Tiri yang Bukan dalam Asuhan
6 January 2006, 06:29 | Nikah | 6.056 views
Merencanakan kelahiran anak sesuai syari'at Islam
6 January 2006, 03:38 | Nikah | 6.409 views
Kulit Hewan Qurban
5 January 2006, 04:37 | Qurban Aqiqah | 6.005 views
Dapat Bagian dari Daging Qurban
5 January 2006, 03:38 | Qurban Aqiqah | 6.567 views
Bagaimana biar anak angkat jadi mahram?
4 January 2006, 09:50 | Nikah | 6.729 views
Bisakah Ayahku Jadi Waliku?
4 January 2006, 04:09 | Nikah | 5.385 views
Apakah Boleh Menikah?
3 January 2006, 11:04 | Nikah | 7.857 views
Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban
3 January 2006, 04:53 | Qurban Aqiqah | 7.203 views
Belajar Bahasa Arab
3 January 2006, 00:57 | Umum | 9.343 views
Shalat Tahajud dan Muhasabah
2 January 2006, 05:58 | Shalat | 7.244 views
Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
29 December 2005, 08:11 | Puasa | 6.053 views
Penjelasan Mazhab
29 December 2005, 07:31 | Ushul Fiqih | 11.122 views
Rujukan Kitab Untuk Ilmu Syariah
29 December 2005, 03:29 | Ushul Fiqih | 9.694 views
Waktu Yang Utama Untuk Shalat Isya
28 December 2005, 03:44 | Shalat | 13.615 views
Metode Berdakwah bagi Orang Terdogmatis
27 December 2005, 09:10 | Dakwah | 6.365 views
Al-Qur'an yang Asli Ada di Manakah?
27 December 2005, 01:51 | Quran | 7.551 views
Qiraah Tujuh Imam
26 December 2005, 07:46 | Quran | 9.274 views
Belajar Shalat
24 December 2005, 04:14 | Shalat | 7.301 views
Mengganti Puasa
22 December 2005, 02:58 | Puasa | 6.733 views
legalisasi renungan
22 December 2005, 02:25 | Umum | 5.495 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,502 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img