Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pendistribusian Qurban | rumahfiqih.com

Pendistribusian Qurban

Mon 9 January 2006 06:42 | Qurban Aqiqah | 6.865 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum.

Ustadz, bolehkah panitia qurban & para tukang cincangnya mengambl daging untuk dimakan bersama? Mohon hadis-hadis yang terkait.

Jawaban :

Assalamu a'alikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tentang pendistribusian daging hewan qurban, Rasulullah SAW bersabda

"Makanlah, berilah makan orang miskin dan hadiahkanlah." (HR Bukhari 5567, Muslim 1972).

Sedangkan panitia yang dititipi amanah untuk menyembelih, justru dilarang untuk mendapatkan bagian dari daging itu secara langsung, kecuali lewat jalur lainnya. Larangan itu ada di dalam hadits berikut ini.

Dari Ali ra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku menyembelih unta dan menyedekahkan dagingnya dan kulitnya. Tapi tidak boleh memberikan kepada penyembelihnya." Beliau berkata, "Kami memberi upah kepada penyembelih dari uang kami sendiri." (di luar hewan qurban). (HR Bukhari dan Muslim)

.
Dalam riwayat yang lain dari Muslim disebutkan, "Tidak boleh dikeluarkan dari daging itu biaya untuk penyembelihannya."

 

Maka yang paling aman dalam masalah ini adalah bila ada akad di mana salah seorang pemberi hewan qurban menghadiahkan bagiannya untuk dimakan para panitia. Bisa sebagai hadiah atau bisa juga sebagai sedekah. Tetapi bukan sebagai upah apalagi bayaran.

Misalnya, ada salah seorang yang berqurban kambing menitipkan penyembelihan hewannya pada satu panitia tertentu, sambil mengatakan bahwa sebagian dari dagingnya dihadiahkan kepada para pantia untuk makan siang. Tentu hal ini boleh, karena pihak yang berqurban memang punya hak untuk memakan dagingnya atau menyedekahkannya atau memberikan daging itu sebagai hadiah.

Bahkan kalau ada di antara panitia itu yang ikut berqurban, lalu dia memberikan sebagian dari daging hewan yang diqurbankannya itu untuk makan para panitia, tentu akan lebih utama.

Namun bila inisiatif mengambil daging qurban itu hanya datang dari panitia semata, sedangkan pihak yang berqurban sama sekali tidak mengetahui, apalagi sampai tidak setuju bila mengetahuinya, tentu saja hal itu harus dihindari. Terutama sekali bila akadnya hanyalah panitia itu membantu menyembelihkan dan membagikan, sama sekali tidak ada akad memberi hadiah atau sedekah kepada panitia.

Maka panitia dilarang mengambil daging hewan itu. Yang dibolehkan adalah panitia meminta uang jasa penyembelihan dan pendistribusian, di luar harga hewan yang diqurbankan.

Panitia juga dilarang menjadikan kebolehan memakan sebagian daging itu sebagai syarat dari kesediaan mereka menerima penyembelihan hewan qurban. Maksudnya, tidak boleh hukumnya bila panitia mensyaratkan kepada khalayak, siapa saja yang meminta jasa mereka untuk menyembelihkan hewan qurban, panitia berhak atas sebagian daging itu. Maka persyaratan seperti ini dilarang, karena hewan itu bukan hak panitia secara spontan.

Intinya, panitia berhak atas daging hewan qurban itu selama mereka diberikan sebagai hadiah atau sedekah, bukan sebagai 'pembayaran' atas jasa panitia.

Wallahu a'lam bish-shawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Diskusi Dengan Non Muslim Mengenai Perceraian Dan Poligami Dalam Islam
9 January 2006, 06:39 | Umum | 6.223 views
Wafat dan Lahir Nabi Muhammbad SAW
9 January 2006, 06:34 | Umum | 5.833 views
Bagaimana Cara Mencintai Allah?
6 January 2006, 07:36 | Aqidah | 8.097 views
Bolehkah Menikahi Anak Tiri yang Bukan dalam Asuhan
6 January 2006, 06:29 | Nikah | 6.052 views
Merencanakan kelahiran anak sesuai syari'at Islam
6 January 2006, 03:38 | Nikah | 6.407 views
Kulit Hewan Qurban
5 January 2006, 04:37 | Qurban Aqiqah | 6.002 views
Dapat Bagian dari Daging Qurban
5 January 2006, 03:38 | Qurban Aqiqah | 6.563 views
Bagaimana biar anak angkat jadi mahram?
4 January 2006, 09:50 | Nikah | 6.725 views
Bisakah Ayahku Jadi Waliku?
4 January 2006, 04:09 | Nikah | 5.381 views
Apakah Boleh Menikah?
3 January 2006, 11:04 | Nikah | 7.852 views
Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban
3 January 2006, 04:53 | Qurban Aqiqah | 7.200 views
Belajar Bahasa Arab
3 January 2006, 00:57 | Umum | 9.340 views
Shalat Tahajud dan Muhasabah
2 January 2006, 05:58 | Shalat | 7.239 views
Haruskah Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
29 December 2005, 08:11 | Puasa | 6.051 views
Penjelasan Mazhab
29 December 2005, 07:31 | Ushul Fiqih | 11.111 views
Rujukan Kitab Untuk Ilmu Syariah
29 December 2005, 03:29 | Ushul Fiqih | 9.685 views
Waktu Yang Utama Untuk Shalat Isya
28 December 2005, 03:44 | Shalat | 13.611 views
Metode Berdakwah bagi Orang Terdogmatis
27 December 2005, 09:10 | Dakwah | 6.361 views
Al-Qur'an yang Asli Ada di Manakah?
27 December 2005, 01:51 | Quran | 7.549 views
Qiraah Tujuh Imam
26 December 2005, 07:46 | Quran | 9.261 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,853,692 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img