Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tata Cara Talaq Sesuai Syariah | rumahfiqih.com

Tata Cara Talaq Sesuai Syariah

Fri 28 June 2013 03:15 | Nikah | 11.198 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum...


Mungkin pertanyaan ini pernah diajukan sebelumnya, namun saya sangat membutuhkan penjelasan yang jelas dan singkat dari Ustadz Ahmad mengenai proses talak 3.

Bisakah talak 3 dijatuhkan dalam sekali ucap? Apakah diperlukan saksi-saksi dalam melakukan talak? Apakah talak bisa dijatuhkan suami kepada istri hanya melalui walinya saja tanpa keberadaan istri (istri tidak mau ditemui)? Bagaimana dalil-dalilnya?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Talak Tiga Sekaligus

Jumhur ulama memang mengatakan bahwa talak tiga bisa jatuh bila suami mengatakannya tiga kali dalam satu majelis. Contohnya, ”Kamu saya talak, kamu syaa talak, kamu saya talak”. Maka jatuhlah talak tiga.

Namun pendapat ini bukanlah satu-satunya. Karena ulama lain mengatakan bahwa lafaz seperti itu tidak menjatuhkan talak tiga tapi hanya talak satu saja. Dasarnya adalah hadits berikut:

Dari Mahmud bin Labid berkata bahwa Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang seorang yang menceraikan istrinya talak tiga sekaligus. Lalu Rasulullah SAW berdiri sambil marah dan berkata, ”Apakah kitabullah dipermainkan sementara aku masih berada di antara kamu?” Sampai-sampai ada seorang yang berdiri dan bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Ya Rasul, Bolehkah aku membunuh orang itu?” (HR. An-Nasa’i)

Selain itu memang dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa talak itu berjenjang. “Talak itu dua kali” sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah.

Kedua pendapat ini merupakan pilihan yang masing-masingnya memiliki sejumlah dalil yang kuat.

2. Talak Tidak Butuh Saksi

Mentalak istri adalah sebuah pernyataan untuk melepaskan hubungan syar'i antara suami dengan istri. Talak dilakukan oleh suami kepada istrinya, tanpa membutuhkan saksi atau pun hadir di depan hakim. Cukup dilakukan dengan lafadz, ungkapan atau pernyataan. Dan ungkapan/lafaz cerai itu ada dua macam. Pertama lafaz yang sharih (jelas/eksplisit) dan kedua lafaz yang majazi (tidak jelas/implisit).  

a. Lafaz sharih atau lafaz yang jelas
Di mana di dalam lafaz itu disebutkan secara jelas kata ‘cerai’, ‘talak’ atau ‘firaq’. Bila hal ini disebutkan, maka meski dilakukan dengan main-main, tapi talaknya tetap jatuh.

Lafaz yang sharih misalnya, ”Aku ceraikan kamu.” Bila lafaz itu diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya, maka jatuhlah talaq satu. Bahkan meski itu dilakukan dengan main-main.

Rasulullah SAW bersabda, “Tiga hal yang main-mainnya tetap dianggap serius, yaitu nikah, talak dan rujuk.” Dalam lain riwayat disebutkan, “nikah, talak dan membebaskan budak”.

b. Lafaz yang bersifat kina`i,
Yaitu lafaz yang tidak secara jelas menyebutkan salah satu dari tiga lafaz itu. Atau lafaz yang bisa bermakna ganda. Misalnya adalah apa yang anda sebutkan di atas.Seperti seroang suami berkata kepada istrinya, ”Pulanglah kamu ke rumah orang tuamu”. Dalam kasus seperti ini, maka yang menjadi titik acuannya adalah niat dari suami ketika mengucapkannya. Atau `urf (kebiasaan) yang terjadi di negeri itu.

Misalnya, kata-kata,”Pulanglah ke rumah orang tuamu.” Apakah lafaz ini berarti thalaq atau bukan? Jawabannya tergantung niat atau kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Bila kebiasaannya lafaz itu yang digunakan untuk mencerai istri, maka jatuhlah thalak itu. Bila tidak, maka tidak.

Talak kina`i ini tidak menjatuhkan talak kecuali bila dengan niat dari pihak suami. Jadi tergantung pada niatnya saat melafalkan lafaz kina’i itu.

3. Istri Tidak Ditemui Saat Talak

Yang terpenting istri itu tahu dan mendengar informasi bahwa dirinya sudah ditalak suaminya. Tidak ada persyaratan bahwa lafaz talaq itu harus diucapkan suami langsung di depan istrinya.

Talak bisa saja disampaikan lewat tulisan atau pesan yang dibawa seseorang kepada istri. Dan talak itu sudah jatuh terhitung sejak suami mengatakannya, bukan tergantung kapan istri mengetahuinya.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa | 13.290 views
Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
24 June 2013, 22:53 | Puasa | 18.273 views
Nenek Ingin Puasa
21 June 2013, 18:37 | Puasa | 6.016 views
Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui
21 June 2013, 01:22 | Puasa | 10.065 views
Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat?
20 June 2013, 00:28 | Shalat | 21.398 views
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya
19 June 2013, 02:45 | Shalat | 133.179 views
Sikat Gigi Memakai Pasta Gigi Apa Membatalkan Puasa?
17 June 2013, 02:21 | Puasa | 24.187 views
Zakat Mobil Sewa
15 June 2013, 03:06 | Zakat | 7.847 views
Mengapa Abu Hurairah Lebih Banyak Meriwayatkan Hadits?
14 June 2013, 00:34 | Hadits | 23.690 views
Bolehkah Anak Laki-laki Jadi Wali Nikah Ibunya Sendiri?
11 June 2013, 01:34 | Nikah | 30.301 views
Mensucikan Najis Dengan Kain Pel dan Pengharum
10 June 2013, 00:34 | Thaharah | 18.761 views
Bagaimana Menentukan Keshahihan Hadits?
8 June 2013, 00:05 | Hadits | 9.569 views
Mewarnai Rambut dan Batasan Pendeknya Rambut bagi Akhwat
4 June 2013, 00:31 | Wanita | 12.989 views
Bolehkah Laki-Laki Memanjangkan Rambut?
3 June 2013, 23:55 | Hadits | 11.347 views
Pernikahan Anak Perempuan Adopsi
2 June 2013, 21:39 | Nikah | 7.291 views
Tidak Ada Label Halalnya, Haramkah?
29 May 2013, 23:48 | Kuliner | 10.020 views
Bolehkah Menghapus Tanda Hitam di Dahi
27 May 2013, 22:29 | Shalat | 55.165 views
Wanita Melakukan Safar ke Luar Kota Tanpa Mahram
26 May 2013, 21:39 | Wanita | 22.509 views
Adakah Keringanan Berpuasa di Musim Dingin?
26 May 2013, 05:01 | Puasa | 7.041 views
26-30 Mei 16.18 WIB: Menit-Menit Mencocokkan Arah Kiblat
25 May 2013, 01:12 | Shalat | 7.957 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,824,208 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img