Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Batasan Haramnya Babi Dan Anjing | rumahfiqih.com

Batasan Haramnya Babi Dan Anjing

Wed 25 January 2006 07:30 | Kuliner | 9.505 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah SWT, saya ingin menanyakan mengenai babi. Menurut yang pernah saya dengar di pengajian yang saya ikuti bahwa babi tidak najis/haram apabila bersentuhan dengan kaum muslim begitu juga dengan anjing, yang diharamkan/najis adalah air liur dan dagingnya apabila telah menjadi bangkai/mati. Apakah yang disampaikan oleh ustadz tersebut benar? Karena sepengatahuan saya babi apapun bentuknya adalah haram. Pejelasan dari Pak Ustadz sangat saya harapkan. Terima kasih sebelumnya.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz anda itu memang tidak salah sepenuhnya, hanya saja sayangnya beliau hanya menyajikan pendapat sepihak saja, sehingga buat sebagian orang yang belum pernah mengenal hal seperti itu, menjadi sebuah tanda tanya besar.

Memang para ulama sepakat untuk mengharamkan daging babi dalam kaitannya untuk dimakan, berdasarkan ayat Al-Quran Al-Karim. Dan pengharaman daging ini juga termasuk bagian lainnya dari tubuh babi. Maka tulang, kulit, jeroan, otot, minyak dan gajihnya pun termasuk haram dimakan.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Baqarah: 173)

Demikian juga tidak ada masalah dengan kenajisan bagian tubuh babi bila sudah mati. Karena babi yang sudah mati terhitung sebagai bangkai (maytah). Di mana secara umum, hewan apapun meski bukan babi, badannya menjadi najis begitu mati tanpa proses penyembelihan syar'i. Dan umumnya babi itu tidak pernah disembelih secara syar'i. Buat apa seorang muslim menyembelih babi dengan penyembelihan syar'i?

Maka bagian tubuh babi yang sudah mati sudah pasti najis, bahkan mazhab As-syafi'i menggolongkannya sebagai najis berat. Tidak bisa disucikan kecuali dengan mencucinya 7 kali salah satunya dengan tanah.

Perbedaan pendapat

Semua itu dalam kerangka bahwa babi itu dimakan atau disentuh setelah matinya, misalnya digunakan untuk membuat benda-benda tertentu. Namun kalau bukan untuk dimakan, tetapi menyentuh bagian tubuh selama babi itu masih hidup, memang ada sedikit perbedaan pendapat meski minoritas.

Misalnya Imam Malik rahimahullah, beliau menyatakan bahwa kenajisan tubuh babi tidak ditemukan dalilnya secara langsung. Yang ada hanya dalil yang menyatakan bahwa babi itu haram dimakan. Sehingga beliau menetapkan bahwa bila bukan untuk dimakan, daging babi itu tidak najis untuk sekedar disentuh atau dipegang.

Namun pendapat yang demikian adalah pendapat yang menyendiri. Sebab mayoritas (jumhur) ulama sepakat bahwa babi itu bukan hanya haram dimakan, tetapi juga semua tubuhnya najis ketika masih hidup, sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Munzir.

Kesimpulan:

Berarti yang disampaikan oleh ustadz tersebut memang ada di dalam wacana perbedaan pendapat para fuqaha' di masa lalu. Sayangnya, beliau hanya menampilkan satu pendapat saja dengan meninggalkan pendapat jumhur ulama. Itu pun pendapat yang boleh dibilang agak menyendiri.

Idealnya, ketika menerangkan suatu masalah, jangan lupa agar beberapa pendapat lain yang berkembang turut disampaikan, sebagai bentuk penyebaran wawasan syariah Islamiyah.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Konsep Berhaji yang Sebenarnya
25 January 2006, 02:38 | Haji | 5.683 views
Tidak Mau Belajar Agama, Takut Tahu Dosa Tapi Masih Mengerjakan
24 January 2006, 23:41 | Umum | 5.799 views
Benarkah Umat Selain Islam Bisa Mendapat Surga?
24 January 2006, 23:36 | Aqidah | 10.397 views
Kok Sedikit-Sedikit Bilang Bid'ah?
24 January 2006, 06:55 | Kontemporer | 8.488 views
Setan Jenis Manusia: Siapa?
24 January 2006, 05:36 | Aqidah | 7.179 views
Mimpi Basah di Dalam Masjid
22 January 2006, 07:16 | Thaharah | 6.183 views
Beda Syetan, Iblis, dan Jin
20 January 2006, 12:11 | Aqidah | 13.374 views
Merealisasikan Ide yang Didapat di Kamar Mandi, Bolehkah?
20 January 2006, 02:28 | Umum | 5.851 views
Bingung tentang Keabsahan Talak Tiga dan Sekarang Ingin Rujuk Kembali
20 January 2006, 02:25 | Nikah | 7.168 views
Apakah Jin Juga Meninggal?
19 January 2006, 09:10 | Aqidah | 15.072 views
Yang Dikorbankan Nabi Ismail atau Nabi Ishak?
19 January 2006, 09:06 | Umum | 7.221 views
Kaidah "Kalau Sekiranya Amal itu Baik, Mengapa Hal itu Tidak Dilakukan Oleh Rasulullah, Sahabat Dan Para Tabi'in?"
19 January 2006, 03:36 | Umum | 8.480 views
Jumlah Rukun Shalat Berbeda-beda?
16 January 2006, 09:11 | Shalat | 7.314 views
Imam Shalat : Antara yang Mukim dan Safar
16 January 2006, 09:05 | Shalat | 7.656 views
Bayar Pajak, termasuk Sodaqoh atau Infaq?
16 January 2006, 08:54 | Zakat | 6.797 views
Rapat Organisasi di Tempat Kost Akhwat
16 January 2006, 03:45 | Wanita | 5.395 views
Apakah Syariat Islam Wajib Diterapkan sebagai Hukum Negara?
13 January 2006, 06:30 | Negara | 9.153 views
Apakah Benar Demokrasi itu Sistem Kufur?
13 January 2006, 06:27 | Negara | 7.478 views
Sosok Abdul Qadir Jaelani
13 January 2006, 06:24 | Aqidah | 9.297 views
Hukum Memperlajari/ Bertanya Tentang Fengshui, Bolehkah?
12 January 2006, 06:21 | Aqidah | 6.879 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,173,920 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img