Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Standar Pornografi | rumahfiqih.com

Standar Pornografi

Wed 1 February 2006 08:17 | Kontemporer | 6.459 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu.

Ba'da tahmid wa shalawat. Ustadz yang semoga senantiasa dirahmati Allah swt, akhir-akhir ini isu pornografi kembali mendapat perhatian luas setelah mencuatnya rencana penerbitan majalah porno Playboy Maret nanti. Pembahasan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) yang konon mandeg 4 tahun sejak pemerintahan Presiden Megawati seolah mendapatkan momentumnya kembali. Kalangan pro-Playboy dan pro-'kebebasan (kebablasan(?)) berekspresi' (atau sebut saja pro-pornografi) berusaha berkelit dengan bermain pada biasnya standar pornografi. Kata mereka bagaimana mungkin menetapkan standar yang adil dan baku ttg pornografi. Intinya sulit menentukan dan menetapkan sesuatu itu porno atau tidak. Bahkan ada yang bilang negara tak berwenang terhadap moralitas wareganya. Area provasi warga negara tidak bisa dan tidak boleh diintervensi oleh negara katanya.

Sementara dari kacamata Islam tentunya akan mudah diketahui dan dibedakan klasifikasi pornografi ini. Heran juga, kok kayaknya yang berusra lantang dan tegas seputar masalah pornografi ini hanya elemen umat Islam. tapi kembali ke pertanyaannya, bagaimana kira-kira solusi konkrit Islam menentukan standar pornografi ini. Sehingga aspek syar'i bisa dilegalisasikan melalui UU APP nantinya, dan tentu saja (harapannya) menjadi efektif untuk pengikisan pornografi dan pornoaksi ke depannya.

Jazakumullah khair atas jawaban dari Ustadz.

Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuhu.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Pornografi adalah pengumbaran aurat wanita serta ekslpoitasi daya tarik seksualnya. Hukumnya haram 100% tanpa ada khilaf secuil pun. Bahkan dalam kacamata syariah, jangankan pornografai, sekedar membuka bagian tubuh yang 'wajar' terlihat seperti rambut, lengan, kaki bagian bawah atau leher, sudah haram hukumnya. Apalagi sampai memperlihatkan dada, paha serta aurat besar lainnya.

Tidak pernah ada kesepakatan manusia di muka bumi tentang standart batasan pornografi. Kalau pun ada, sifatnya sangat subjektif dan kapan pun bisa diubah-ubah seenak selera masing-masing.

Buat masyarakat timur umumnya, mungkin sekedar terlihat rambut, leher, lengan dan kaki dianggap wajar dan bukan pornografi. Buat masyarakat barat umumnya, terlihat belahan dada, paha dan wilayah lainnya pun belum lagi dianggap pornografi. Bahkan buat kalangan tertentu seperti seniman tak bermoral, telanjang bulat-bulat pun tidak dianggapnya pornografi, melainkan sebuah ekspresi seni.

Kalau urusan aurat wanita diserahkan kepada rasa dan karsa manusia, jangan harap ada kesepakatan dan standarisasinya. Kalaulah pemerintah RI membuat sebuah departemen khusus yang menangani masalah pornografi, misalnya bernama Departemen Pornografi, lalu departemen itu membuat batasan pornografi, pastilah batasan itu akan terus berubah setiap kali ganti menteri.

Kalaulah DPR/MPR kita membentuk sebuah komisi khusus misalnya komisi pornografi, sama saja. Pastilah batasan itu akan terus menerus menjadi perdebatan, bahkan setiap kali akan terus direvisi.

Buat umat Islam, batasan itu bukan urusan manusia, melainkan urusan Allah SWT. Ada wilayah dalam kehidupan ini yang memang Allah SWT serahkan kepada manusia dalam menentukannya. Namun ada wilayah pokok yang menjadi hak Allah SWT sepenuhnya dan tidak bisa diganggu-gugat oleh siapa pun. Salah satunya adalah masalah batasan aurat wanita.Allah telah mengharamkan para wanita terlihat atau memperlihatkantubuhnya, kecuali hanya sebatas wajah dan tapak tangan. Dan itulah batasan pornografi versi Islam.

`...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...` (an-Nur: 31 )

Kalau kita konsekuen dengan Al-Quran dan As-Sunnah, gambar wanita yang terlihat rambutnyatermasuk kategorigambar porno, karena rambut itu aurat dan aurat itu wajib ditutup. Sedangkan sengaja berpakaian yang tidak menutup aurat itu dosa besar. Demikian juga dengan gambar wanita yang terlihat tangan atau lengannya, atau betis bagian bawah, atau leher atau tapak kakinya,juga termasuk ke dalam kategori gambar porno, karena semua itu adalah aurat wanita.

Namun kalau pun harus berkompromi dengan mereka yang menentang penetapan batas tentang pornografi itu, paling tidak kita harus menyatakan bahwa di luar masalah pornografi, ada sebuah perbuatan terlarang lainnya, yaitu membuka aurat.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Daging Anjing Tidak Haram, Benarkah?
27 January 2006, 11:21 | Kuliner | 24.617 views
Beribadah dengan Berpolitik
27 January 2006, 02:29 | Negara | 7.844 views
Hukum Makanan Hasil Peragian
26 January 2006, 05:44 | Kuliner | 7.096 views
Menjama' Shalat karena Sakit
25 January 2006, 07:42 | Shalat | 5.979 views
Batasan Haramnya Babi Dan Anjing
25 January 2006, 07:30 | Kuliner | 9.492 views
Konsep Berhaji yang Sebenarnya
25 January 2006, 02:38 | Haji | 5.683 views
Tidak Mau Belajar Agama, Takut Tahu Dosa Tapi Masih Mengerjakan
24 January 2006, 23:41 | Umum | 5.798 views
Benarkah Umat Selain Islam Bisa Mendapat Surga?
24 January 2006, 23:36 | Aqidah | 10.386 views
Kok Sedikit-Sedikit Bilang Bid'ah?
24 January 2006, 06:55 | Kontemporer | 8.483 views
Setan Jenis Manusia: Siapa?
24 January 2006, 05:36 | Aqidah | 7.176 views
Mimpi Basah di Dalam Masjid
22 January 2006, 07:16 | Thaharah | 6.182 views
Beda Syetan, Iblis, dan Jin
20 January 2006, 12:11 | Aqidah | 13.352 views
Merealisasikan Ide yang Didapat di Kamar Mandi, Bolehkah?
20 January 2006, 02:28 | Umum | 5.851 views
Bingung tentang Keabsahan Talak Tiga dan Sekarang Ingin Rujuk Kembali
20 January 2006, 02:25 | Nikah | 7.168 views
Apakah Jin Juga Meninggal?
19 January 2006, 09:10 | Aqidah | 15.065 views
Yang Dikorbankan Nabi Ismail atau Nabi Ishak?
19 January 2006, 09:06 | Umum | 7.210 views
Kaidah "Kalau Sekiranya Amal itu Baik, Mengapa Hal itu Tidak Dilakukan Oleh Rasulullah, Sahabat Dan Para Tabi'in?"
19 January 2006, 03:36 | Umum | 8.473 views
Jumlah Rukun Shalat Berbeda-beda?
16 January 2006, 09:11 | Shalat | 7.312 views
Imam Shalat : Antara yang Mukim dan Safar
16 January 2006, 09:05 | Shalat | 7.655 views
Bayar Pajak, termasuk Sodaqoh atau Infaq?
16 January 2006, 08:54 | Zakat | 6.791 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,127,923 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img