Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kuis Boleh dan Judi Haram, Apa Bedanya? | rumahfiqih.com

Kuis Boleh dan Judi Haram, Apa Bedanya?

Sun 16 December 2012 21:30 | Muamalat | 8.013 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apakah perbedaan kuis dengan judi karena menurut saya kedua-duanya kita harus membayar/mengeluarkan uang untuk mendapat hadiah (mengundi nasib). Demikian pertanyaan saya, atas jawaban ustad saya ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan saya bisa mengambil pelajaran.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hukum mengundi berbeda dengan judi, meski ada unsur gamblingnya. Hal yang membedakanya terutama adalah pada uang taruhannya.

Dahulu Rasulullah SAW seringkali mengundi siapa yang akan diajak ikut perjalanan di antara para istrinya. Yang namanya keluar dari undian itu akan berhak mendapatkan kesempatan menemani beliau dalam perjalanan.

Undian yang beliau lakukan itu tentu saja bukan judi, karena tidak ada uang yang dipertaruhkan oleh masing-masing istri beliau. Undian itu sekedar memilih secara acak di antara mereka lantaran tidak mungkin semuanya diajak.

Dalam kasus sehari-hari, undian door prize yang sering kita lakukan hukumnya mengacu kepada undian model Rasululullah SAW ini. Demikian juga kuis tebak-tebakan yang diselenggarakan oleh seorang guru kepada murid-muridnya dengan imbalan hadiah tertentu bagi siapa yang bisa menjawab benar dan lebih dahulu.

Bila kita rinci lebih jauh, undian atau kuis itu sama sekali tidak melibatkan uang yang dipertaruhkan. Para peserta undian itu sama sekali tidak keluar uang untuk bisa ikut undian itu. Sehingga hadiahnya memang tidak diambilkan dari para peserta.

Bila dalam sebuah kuis berhadiah, ada unsur kewajiban kepada peserta untuk membayar sejumlah uang taruhan tertentu yang semata-mata demi mendapatkan uang hadiah, maka undian itu sudah termasuk sebuah perjudian. Tapi bila uang hadiah itu diambilkan dari pihak lain seperti sponsor, maka itu bukan perjudian.

Di sinilah terletak perbedaan yang nyaris memang sangat tipis, namun dari segi hukum sangat jauh berbeda. Namun esensinya adalah bahwa tidak semua undian itu haram. Yang haram adalah bila terjadi unsur pertaruhan modal di mana ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan sekaligus.

Mengundi Hukum Asalnya Halal

Di dalam Al-Quran Al-Kariem kita mendapatkan begitu banyak ayat yang menjadi landasan bahwa undian (Al-Qur'ah) itu halal hukumnya.

1. Undian untuk menetapkan siapa yang berhak untuk menjadi kafil (pemelihara) Maryam ketika masih bayi. Disebutkan di dalam surat Ali Imran tentang undian yang dilakukan oleh para calon pemelihara Maryam. Ini sebuah dalil dari dibolehkannya undian untuk hal-hal yang diperselisihkan.

melemparkan anak-anak panah (mengundi) mereka siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran: 44)

2. Undian untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut dari atas perahu. Kisah ini terjadi pada diri Nabiyllah Yunus 'alaihhissalam saat menumpang perahu dengan beban berlebih. Atas qadar dari Allah, justru beliau yang keluar namanya dalam undian itu, sehingga dikisahkan kemudian beliau dimakan ikan.

kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.(QS. Ash-Shaaffaat: 141)

3. Selain telah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW mengundi para istri yang diajak pergi berperang, beliau pun beberapa kali memutuskan perkara yang terjadi antara dua orang yang berselisih dengan undian. Salah satu kasusnya terhadap dua orang yang berselisih atas harta warisan mereka.

4. Dalam mendapatkan shaf pertama pada shalat jama'ah, disebutkan di dalam banyak hadits bahwa seandainya orang-orang tahu fadhilah (keutamaannya), pastilah mereka akan saling melakukan undian, untuk menetapkan siapa yang berhak duduk di shaf pertama itu.

5. Undian yang disepakati oleh kafir Quraisy tentang siapa yang berhak memutuskan perkara di antara mereka. Kisah ini seputar masalah pemugaran Ka'bah al-Musyarrafah dan mereka berselisih tentang siapa yang berhak untuk meletakkan kembali hajar aswad pada tempatnya.

Maka mereka sepakat mengangkat hakim, yaitu orang yang masuk ke masjid paling pagi. Ternyata orang itu adalah Muhammad bin Abdillah, yang nantinya akan diangkat menjadi Rasulullah SAW.

Dari sekian bannyak dalil serta isyarat di atas, maka jumhur (mayoritas) ulama sepakat menetapkan bahwa hukum undian itu halal, yaitu selama tidak ada unsur judi yang telah dijelaskan perbedaannya di atas.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

 

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Ahli Kitab Sekarang Sama dengan di Masa Nabi?
16 December 2012, 16:11 | Aqidah | 8.416 views
Pembatalan Pernikahan
15 December 2012, 00:45 | Nikah | 8.566 views
Nabi Isa 2 Kali Hidup dan 2 Kali Wafat?
14 December 2012, 21:32 | Aqidah | 7.331 views
Mengapa Semua Nabi dari Arab?
14 December 2012, 05:32 | Aqidah | 8.789 views
Isteri Meminta Cerai Pergi Tanpa Ijin Suami
13 December 2012, 21:50 | Nikah | 8.749 views
Penggunaan Kosmetik Mengandung Alkohol dan Najis
13 December 2012, 08:56 | Thaharah | 12.475 views
Ayah Meninggal, Disusul Ibu, Bagaimana Pembagian Warisannya?
13 December 2012, 04:11 | Mawaris | 8.005 views
Pandangan Islam tentang Budak Wanita
11 December 2012, 23:53 | Wanita | 9.320 views
Yahudi Dikutuk Jadi Kera : Betulan Atau Kiasan?
10 December 2012, 23:00 | Quran | 8.753 views
Perbedaan Penafsiran Wafatnya Nabi Isa dalam Al-Qur'an
10 December 2012, 22:54 | Quran | 9.470 views
Bentuk Hukum Islam Seperti Apa?
10 December 2012, 12:12 | Jinayat | 11.726 views
Hukum Muslim Masuk Gereja
10 December 2012, 10:24 | Umum | 45.755 views
Orang Tua Mewasiatkan Harta Buat Anak-anaknya
7 December 2012, 22:45 | Mawaris | 12.105 views
Bertahun-tahun Tidak Shalat, Apa Harus Diganti?
6 December 2012, 06:50 | Shalat | 21.410 views
Bolehkah Aqiqah Selain Kambing
6 December 2012, 06:12 | Qurban Aqiqah | 14.929 views
Berapa Nilai Nominal Nafkah Yang Wajib Diberikan Suami Kepada Istri?
5 December 2012, 03:23 | Nikah | 190.622 views
Berdosakah Poligami Tanpa Izin Istri Pertama?
4 December 2012, 20:36 | Nikah | 28.840 views
Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
4 December 2012, 06:12 | Umum | 21.232 views
Memakai Kalung Sebagai Obat
2 December 2012, 16:45 | Aqidah | 8.283 views
Sejarah Islam Penuh Darah?
1 December 2012, 18:59 | Umum | 6.689 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,719,310 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img