Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menikah tanpa Penguhulu | rumahfiqih.com

Menikah tanpa Penguhulu

Tue 14 February 2006 04:55 | Nikah | 4.997 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.


Yth Pak Ustadz,
Saya mau tanya tentang menikahkan anak tanpa disaksikan oleh penghulu. Yang akan menikahkan adalah aorang tua sendiri, kemudian tidak ada surat nikah, akan tetapi dibuatkan surat di atas segel. Yang ingin saya tanyakan 1. Apakah nikah seperti tersebut di atas sah secara agama Islam? 2.Bila tidak dicatat pada KUA, boleh atau tidak? 3.Apabila nanti perlu surat nikah apakah perlu dinikahkan lagi atau hanya minta surat Nikah saja?

Demikian pertanyaan saya Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamm'alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Untuk sahnya sebuah pernikahan, yang paling pokok dan sangat menentukan adalah adanya ijab kabul antara ayah kandung pengantin wanita sebagai wali dengan calon menantu laki-lakinya. Di mana intinya adalah bahwa wali menikahkan anaknya dengan suaminya dengan maskawin yang disebutkan. Lalu suami menyetujuinya.

Misalnya, ayah kadung/ wali berkata, "Saya nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama Fatimah dengan maskawin cincin ini." Lalu calon suami menjawab, "Saya terima." Maka cukuplah, ijab kabul itu sah dan resmi di mata Allah, rasul-Nya dan syariat Islam. Asalkan peritiwa itu disaksikan oleh dua orang laki-laki muslim yang sudah baligh..

Meski pun ijab kabul itu hanya dihadiri oleh 4 orang itu saja, ijab kabul itu sudah benar dan sah dilihat dari hukum fiqih. Kehadiran istri bahkan tidak menjadi syarat sahnya pernikahan, termasuk juga kehadiran ibu dari istri, atau kedua orang tua suami. Apalagi kehadiran petugas pencatat nikah.

Petugas pencatat nikah bukan orang yang bertugas untuk menikahkan, tetapi tugasnya sesuai dengan nama jabatannya, dia hanya bertugas mencatat bila ada peristiwa pernikahan. Bahkan kalau petugas pencatat nikah itu nekad menikahkan seorang wanita, padahal ayah kandungnya sebagai wali tidak tahu menahu, maka pernikahan itu haram dan tidak sah.

Namun untuk tertib administrasi dan keteraturan dokumen, sebaiknya pernikahan itu memiliki dokumen yang sah dan diakui oleh negara. Sebab akan ada banyak hal-hal yang terkait dengan masalah dokumen yang sangat dibutuhkan oleh pasangan itu nantinya, terutama dalam pembuatan akte kelahiran anak, surat bukti menikah dan lainnya.

Maka walau pun secara hukum Islam di mata Allah sudah sah pasangan ini sebagai suami istri, namun masih ada urusan dengan manusia yang perlu diselesaikan. Kami mengibaratkan masalah ini sama dengan bila anda membeli mobil baru dari showroom. Bila anda sudah bayar kontan, maka sah mobil itu milik anda dan boleh anda bawa pulang saat itu juga lalu disimpan di garasi rumah. Tapi sayangnya status dokumen mobil itu masih off the road.

Anda akan mendapatkan persoalan tersendiri bila mobil itu anda kendarai di jalan raya. Pak polisi dengan sigap akan minta anda menepi karena mobil anda ternyata tidak dilengkapi dengan STNK, plat nomor atau bahkan anda sendiri mungkin belum punya SIM. Meski anda boleh saja protes kepada pak polisi bahwa mobil itu milik anda sambil anda menunjukkan kuitansi pembelian mobil dan bilang apa hak polisi menyetop mobil anda? Tetapi pak polisi akan menjawab bahwa mobil itu memang milik anda. Hanya saja tidak boleh jalan di jalan raya, karena tidak dilengkapi dengan surat-surat.

Bisa saja di sebuah negeri Islam diberlakukan polisi hisbah yang akan merazia semua pasangan. Bila mereka tidak punya dokumen sebagai suami istri, tentu akan mengalami masalah.

Jadi fungsi petugas pencatat nikah memang tidak ada kaitannya dengan urusan sah tidaknya ijab kabul. Namun fungsinya terletak pada tertib dokumen dan surat menyurat. Karena itu peranannya tetap penting.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 6.037 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 6.371 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 7.647 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum | 6.082 views
Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat?
10 February 2006, 03:26 | Mawaris | 5.492 views
Mani yang Keluar di Luar Mimpi
10 February 2006, 03:22 | Thaharah | 7.502 views
Makna Valentine Menurut Islam
9 February 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.394 views
Gambar dan Patung untuk Alat Pendidikan, Bolehkah?
8 February 2006, 06:10 | Umum | 7.852 views
Etika Memberikan Quran pada Teman Nasrani Agar Tidak Tersinggung
8 February 2006, 06:05 | Dakwah | 4.950 views
Hukumnya Shaum Tasyu`a dan 'Asyura
8 February 2006, 05:16 | Puasa | 6.619 views
Warisan Dibagi Tidak Berdasarkan Hukum Islam
8 February 2006, 05:12 | Mawaris | 7.405 views
Hukum Memancing Ikan
7 February 2006, 06:16 | Umum | 11.871 views
Bagaimana Hukumnya Membatalkan Nadzar Sebelum Terlaksana Apa Yang Dinginkan??
7 February 2006, 05:59 | Umum | 31.588 views
Shalat Jum'at untuk Wanita Musafir
2 February 2006, 06:11 | Shalat | 5.833 views
Menanyakan Malam Pertama ke Orang Lain
2 February 2006, 06:07 | Nikah | 6.484 views
Bolehkah Menghadiahkan Quran kepada Keluarga Non Muslim Biar Dapat Hidayah?
1 February 2006, 08:23 | Umum | 4.951 views
Bisakah Mimpi Dijadikan Petunjuk?
1 February 2006, 08:20 | Aqidah | 7.162 views
Standar Pornografi
1 February 2006, 08:17 | Kontemporer | 6.279 views
Daging Anjing Tidak Haram, Benarkah?
27 January 2006, 11:21 | Kuliner | 22.684 views
Beribadah dengan Berpolitik
27 January 2006, 02:29 | Negara | 7.604 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,790,584 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-8-2019
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:57 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img