Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai? | rumahfiqih.com

Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?

Tue 21 February 2006 04:03 | Ushul Fiqih | 6.747 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum Wr Wb.

Pak Ustadz, manakah hukum yang harus kita pakai jika fatwa jumhur ulama bertentangan dengan lembaga resmi? Contohnya setahu saya fatwa MUI melarang pernikahan beda agama sementara menurut Pak Ustadz bahwa jumhur ulama membolehkannya? Sebelumnya mohon maaf jika seolah2 mengkonfrontir antara Pak Ustadz dengan lembaga MUI.

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Fatwa yang dikeluarkan di suatu tempat oleh para ulama biasanya memang disesuaikan dengan kondisi real di lapangan. Sifatnya tidak selalu harus bersifat universal dan baku. Namun sangat mungkin untuk disesuaikan dengan keadaan lokal serta bersifat situasional. Terutama untuk masalah yang juga masih ada perselisihan di antara para ulama dalam hukumnya.

Misalnya fatwa boikot pruduk tertentu yang dikeluarkan oleh banyak ulama di Timur Tengah, sebelumnya pasti sudah dibahas tentang efektifitas dan dampaknya oleh para ulama. Sehingga begitu fatwa itu dikeluarkan, efeknya memang terasa. Namun belum tentu bila MUI di Indonesia mengeluarkan fatwa yang sama, akan menghasilkan hal yang sedahsyat di negeri sana.

Adapun masalah larangan nikah beda agama yang dikeluarkan MUI, tentu saja tidak sekedar dikeluarkan begitu saja. Pastilah sebelumnya sudah dibahas latar belakang, antisipasi dan dampak-dampak yang akan terjadi. Sehingga meski tidak terlalu mirip dengan apa yang dipegang oleh jumhur ulama, namun fatwa itu bisa agak sedikit lebih tetap untuk kondisi sosial agama di negeri kita.

Jumhur ulama memang menghalalkan pernikahan beda agama, asalkan yang laki-laki muslim dan yang perempuan wanita ahli kitab (baca: Nasrani atau Yahudi). Adapun bila yang laki-laki bukan muslim dan yang wanita muslimah, hukumnya haram.

Di luar jumhur ulama, ada juga pendapat lain yang berbeda, tentu saja setelah dilihat manfaat dan madharatnya. Salah satunya ketika Khalifah Umar ra. melihat ada semacam kecenderungan para shahabat untuk 'berlomba' menikahi wanita ahli kitab, sehingga muncul dampak fitnah di tengah wanita muslimah. Sehingga beliau pernah berkirim surat kepada salah satu bawahannya yang isinya perintah untuk menceraikan istrinya yang wanita ahli kitab.

Tentu saja khalifah bukan mau melawan ayat Al-Quran yang secara tegas membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Namun saat itu beliau ra. melihat gelagat yang kurang baik di dalam tubuh umat Islam dengan adanya pernikahan yang hukum asalnya halal itu. Kira-kira hal itulah yang bisa kita rasakan dari fatwa MUI yang mengharamkan nikah beda agama. Meski dengan latar belakang yang sedikit berbeda.

Mengapa Diharamkan?

Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia menjadi sasaran kristenisasi sejak masa penjajahan Belanda. Angka grafik pertumbuhan penduduk yang beragama Kristen terus naik. Salah satu metode pemurtadan yang paling efektif ternyata lewat pernikahan beda agama. Di mana banyak pemuda dan pemudi muslim yang menikah dengan pasangan beda agama, tapi akhirnya anak-anak mereka menjadi non muslim.

Di sisi lain banyak sekali orang yang sekarang beragama Kristen, namun ketika diurutkan ke silsilah orang tua dan kakek neneknya, ternyata beragama Islam. Ini suatu bukti bahwa nikah beda agama di Indonesia justru kontra produktif. Bukannya berhasil meng-Islamkan orang kafir, justru orang-orang yang sudah muslim malah jadi murtad.

Maka wajar bila MUI merasa bertanggung-jawab untuk menahan laju grafik kemurtadan ini dengan melarang pernikahan beda agama secara keseluruhannya. Sebab meski laki-laki muslim menikahi wanita Kristen, kenyataannya yang kalah justru yang laki-laki, sehingga dengan mudah dia menjual iman dan agamanya, sekedar untuk bisa tetap mempertahankan istrinya yang kafir itu.

Fatwa Itu Tidak Berlaku di Eropa

Kenyataan yang sebaliknya justru terjadi di Eropa. Grafik laju pertumbuhan penduduk muslimin di sana mengalami laju yang tak terbendung. Bahkan boleh dibilang menjadi semacam ledakan jumlah penduduk yang muslim. Sampai-sampai para penguasa barat cemas melihat kenyataan ini.

Salah satu faktornya sudah bisa anda duga,yaitu karena adanya pernikahan campur antar agama. Data kependudukan membuktikan bahwa banyak sekali wanita Eropa yang menikah dengan pria muslim. Lalu anak-anak mereka memenuhi Islamic Center yang juga tumbuh menjamur di sana. Bahkan para wanita Perancis, Jerman, Inggris telah masuk ke pola trend kehidupan untuk menikah dengan pria muslim asal Timur Tengah, tidak sedikit dari mereka yang kemudian masuk Islam, memakai jilbab dan membangun rumah tangga Islami.

Trend yang terjadi di Eropa ini juga mulai menular ke benua lain seperti Amerika dan Australia. Di kedua peradaban barat itu kini sudah tidak asing lagi kita temukan wanita bule yang memakai jilbab dan bersuamikan laki-laki muslim yang sukses dalam kehidupannya.

Maka alangkah tidak bijaksana bila para ulama di Eropa mengeluarkan fatwa model MUI di negeri kita. Sebab nikah beda agama di Eropa identik dengan proses Islamisasi yang luar biasa dahsyat. Sebaliknya, nikah beda agama di Indonesia identik dengan pemurtadan.

Di sini kita harus sedikit cerdas dalam menilai dan menganalisa situasi sosial masyarakat. Wallahu a'lam

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 7.002 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.623 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.585 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.803 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 24.181 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.696 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 6.020 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah | 6.400 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita | 5.262 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat | 5.891 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Nikah | 5.046 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 6.122 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 6.463 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 8.029 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum | 6.136 views
Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat?
10 February 2006, 03:26 | Mawaris | 5.560 views
Mani yang Keluar di Luar Mimpi
10 February 2006, 03:22 | Thaharah | 7.559 views
Makna Valentine Menurut Islam
9 February 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.424 views
Gambar dan Patung untuk Alat Pendidikan, Bolehkah?
8 February 2006, 06:10 | Umum | 8.033 views
Etika Memberikan Quran pada Teman Nasrani Agar Tidak Tersinggung
8 February 2006, 06:05 | Dakwah | 4.986 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,320,059 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img