Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol? | rumahfiqih.com

Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?

Wed 22 February 2006 04:19 | Kuliner | 11.123 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamualaikum,
Ustaz, akhir-akhir ini gencar sekali produsen Beer Bintang maupun Green Sand mempromosikan produk mereka yang diklaim non-alkohol. Banyak juga saudara kita yang muslim kemudian terpengaruh iklan tersebut dan tanpa ragu mengkonsumsinya karena alasan non-alkohol tadi. Mohon dijelaskan hakikat keharaman produk-produk tersebut sehingga kami dapat menerangkannya kepada saudara yang lain. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalaamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alkohol tidak selalu identik dengan khamar dan sebaliknya khamar itu tidak identik dengan alkohol. Maksudnya, tidak semua zat yang di dalamnya terkandung alkohol pasti merupakan khamar. Sebaliknya, tidak semua zat makanan atau minuman yang bebas alkohol pasti bukan khamar.

Semua nash syariah baik Al-Quran maupun As-Sunnah An-Nabawiyah telah jelas-jelas mengharamkan khamar. Dan khamar itu adalah segala sesuatu yang memabukkan dan menghilangkan akal serta kesadaran. Sehingga seseorang tidak bisa memahami apa yang dia lakuan atau apa yang dikatakannya. Bila suatu jenis makanan atau minuman sudah bisa berpengaruh seperti ini, maka termasuk khamar. Dan untuk itu, sedikit atau banyak dikonsumsi tetap haram.

Kalau sebuah produk khamar tiba-tiba menyatakan diri bebas dari alkohol, tidak lantas produk itu bukan khamar. Sebab ke-khamar-annya tidak ditentukan oleh semata-mata ada tidaknya kandungan alkohol di dalamnya. Tetapi pada terpenuhi tidaknya batasan sebagai khamar. Yaitu apakah minuman itu bisa mengakibatkan mabuk atau tidak. Mabuk yang dimaksud adalah mabuk dalam pengertian fiqih, yaitu berkurangnya atau hilangnya kesadaran peminumnya.

Untuk itu haruslah dilakukan serangkaian test oleh para pakar baik dari ahli makanan dan maupun juga ahli syariah secara teliti. Tanpa serangkaian tes dan rekomendasi dari pihak yang memegang otoritas kehalalan sebuah produk, maka keraguan anda memang sangat beralasan. Sebab produk yang anda sebutkan itu selama ini memang dikenal sebagai khamar. Bila formulanya dirubah dan ingin disebut bukan khamar agar halal dikonsumsi orang Islam, tidak cukup hanya mengatakan bahwa produk itu bebas alkohol, tetapi harus dipastikan secara ilmiyah dan syariah tentang perubahannya.

Bila ada fatwa dari pihak yang berkompeten yang menjelaskan bahwa meski dengan merek dagang sama tapi sudah tidak menjadi khamar dan karena itu halal dikonsumsi, barulah anda bisa tenang meminumnya. Dan fatwa yang secara pasti menyebutkan hal itu harus segera dikeluarkan. Demikian juga pihak produsen minuman itu, bila ingin disebut produknya itu halal, semestinya meminta kepada para ulama dan pakar makanan untuk melakukan serangkaian penelitian secara seksama agar bisa dihasilkan sebuah rekomendasi tentang kehalalannya.

Sedangkan bila semata-mata hanya menyebutkan bebas alkohol, ketahuilah bahwa ke-khamar-an sebuah produk tidak semata-mata karena ada tidaknya kandungan alkohol di dalamnya.

Produk Bir Bintang yang diklaim mengandung 0 persen alkohol itu, ternyata oleh MUI dengan jelas dinyatakan haram. Bahkan MUI melihat adanya kesan penipuan etik dengan penciptaan opini seolah-olah produk tersebut tidak haram. “Malah setelah diteliti, masih ada kandungan alkoholnya,” ujar Zein Nasution, peneliti di LPPOM MUI. Sementara menurut Ketua LPPOM MUI, Aisjah Girindra, produk Bir Bintang 0 persen alkohol dinyatakan haram karena masih menggunakan kata 'bir' pada nama produk. “Dari penelitian produk ini juga menggunakan flavor (rasa) yang mengandung khamar,” kata Aisjah.

Wallahu A`lam Bish-shawab, wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 5.997 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.394 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.372 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.223 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.251 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.322 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 15.156 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.259 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 5.660 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah | 5.969 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita | 5.075 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat | 5.582 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Nikah | 4.814 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 5.672 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 5.977 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 6.909 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum | 5.860 views
Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat?
10 February 2006, 03:26 | Mawaris | 5.202 views
Mani yang Keluar di Luar Mimpi
10 February 2006, 03:22 | Thaharah | 7.269 views
Makna Valentine Menurut Islam
9 February 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.256 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,669,816 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img