Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?

Wed 22 February 2006 06:47 | Muamalat | 7.657 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. yang saya hormati.

Saya sudah menghubungi bank syariah untuk 'dibelikan' sepeda motor dan kemudian mencicil uang tersebut. Namun bank syariah belum dapat melayani perminjaman dalam jumlah kecil. Kemudian saya bandingkan apabila membeli secara kredit ke perusahaan pembiayaan jatuhnya lebih mahal daripada meminjam uang ke bank konvensional kemudian dibelikan sepeda motor.

Pertanyaan: bolehkan kita meminjam uang dari bank konvensional (ribawi) di mana bank syariah yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan kita?

Demikian pertanyaan saya Ustadz, mudah-mudahan tidak merepotkan Ustadz. Saya harapkan jawabannya untuk mengetahui kebenaran dan mendapatkan ketentraman hati. Jazaakallah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. Farhan Jakarta

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau anda membutuhkan sepeda motor dengan cara dicicil, Anda tidak perlu ke bank konvensional untuk pinjam uang. Sebab pinjaman uang ke bank konvensional biasanya selalu menggunakan sistem bunga yang diharamkan. Juga tidak perlu ke bank syariah bila mereka memang tidak punya kredit pinjaman sekecil itu.

Di setiap penjualan sepeda motor (show room) biasanya sudah ada sistem kredit yang nilai mark-upnya sudah fix. Sehingga tidak bisa disamakan dengan kredit yang menggunakan sistem bunga yang haram, melainkan menggunakan sistem kredit dengan mark-up harga.

Sistem penjualan kredit seperti ini tidak diharamkan dalam syariah, asalkan harganya tetap dan pasti, meski naik dari harga aslinya. Kredit dibolehkan dalam hukum jual beli secara Islami. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah: bai` bit taqshith atau bai` bits-tsaman `ajil.

Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang (x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (pelunasan) (z) bulan. Namun sebagai syarat harus dipenuhi ketentuan berikut:

  1. Harga harus disepakati di awal transaksi meskipun pelunasannya dilakukan kemudian. Misalnya: harga rumah 100 juta bila dibayar tunai dan 150 juta bila dibayar dalam tempo 5 tahun.
  2. Tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalami keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku.
  3. Pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai` gharar (penipuan).

Al-Qaradawi dalam buku HALAL HARAM mengatakan bahwa menjual kredit dengan menaikkan harga diperkenankan. Bahkan Rasulullah SAW sendiri pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo untuk nafkah keluarganya.

Memang ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa bila si penjual itu menaikkan harga karena temponya, sebagaimana yang kini biasa dilakukan oleh para pedagang yang menjual dengan kredit, maka haram hukumnya dengan dasar bahwa tambahan harga itu berhubung masalah waktu dan itu sama dengan riba.

Tetapi jumhur (mayoritas) ulama membolehkan jual beli kredit ini, karena pada asalnya boleh dan nash yang mengharamkannya tidak ada. Jual beli kredit tidak bisa dipersamakan dengan riba dari segi manapun. Oleh karena itu seorang pedagang boleh menaikkan harga menurut yang pantas, selama tidak sampai kepada batas pemerkosaan dan kezaliman. Kalau sampai terjadi demikian, maka jelas hukumnya haram.

Imam Syaukani berkata: "Ulama Syafi'iyah, Hanafiyah, Zaid bin Ali, al-muayyid-billah dan Jumhur berpendapat boleh berdasar umumnya dalil yang menetapkan boleh. Dan inilah yang kiranya lebih tepat."

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 10.289 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 15.381 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.193 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.604 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.709 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.466 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.449 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.634 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 18.471 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.506 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 5.873 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah | 6.182 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita | 5.197 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat | 5.743 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Nikah | 4.948 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 5.925 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 6.251 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 7.362 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum | 6.023 views
Apakah Bagi Waris Harus Menunggu Kedua Orang Tua Wafat?
10 February 2006, 03:26 | Mawaris | 5.403 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,145,818 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img