Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan | rumahfiqih.com

Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan

Fri 24 February 2006 01:50 | Mawaris | 5.224 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak ustazd yang dirahmati Allah, saya ada pertanyaan berkaitan dengan pembagian harta warisan. Kasusnya sebagai berikut:

Si A (perempuan) meninggal dengan meninggalkan harta 100 juta. Ahli waris yang ada adalah: beberapa orang cucu (laki-laki dan perempuan) dari beberapa orang almarhum anaknya yang laki-laki dan perempuan dan seorang ponaan laki-laki dari anak almarhum saudaranya yang laki-laki. Pertanyaan: siapa sajakah yang berhak mendapat warisan dari si A tersebut? Apakah ponaannya dari alm. adiknya yang laki-laki juga mendapatkannya dari sudut hukum Islam, dan berapa bagian dari masing-masing mereka?
Atas kesediaan & waktunya menjawab pertanyaan, saya ucapkan banyak terima kasih,

Wassalamu'alaikum wr.wb,
Khoir

Jawaban :

Assalamu 'alaikum wwarahmatulahi wabarakatuh,

Yang berhak mendapatkan warisan dari data yang anda sampaikan adalah cucu almarhumah. Dengan catatan bahwa data dari Anda itu valid tanpa ada ahli waris lainnya yang masih tercecer. Dengan demikian, kita menganggap bahwa almarhumah meninggal tanpa keberadaan keluarga lainnya yang masih hidup. Tidak ada suami, anak, ayah, kakek, nenek, ibu, saudara laki atau perempuan atau lainnya yang masih hidup ketika almarhumah wafat.

Cucu almarhum memang mendapat bagian. Namun dengan catatan bahwa yang menerima warisan hanyalah cucu dari jalur anak laki-laki saja. Sedangkan cucu dari jalur anak perempuan, memang tidak termasuk di dalam daftar penerima warisan.

Cucu dari jalur anak laki-laki kemudian juga dibedakan jenis kelaminnya, antara yang berjenis kelamin laki-laki dan yang berjenis kelamin perempuan. Sebagaimana yang telah dijadikan dasar di dalam Al-Quran, yang perempuan akan mendapat 1/2 dari yang didapat oleh laki-laki.

Allah mensyari'atkan bagimu tentang anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan (QS. An-Nisa': 12)

Sedangkan keponakan laki-laki dari anak almarhum saudaranya yang laki-laki tidak termasuk yang menerima wwarisan. Sebab almarhum punya cabang waris berupa cucu laki-laki. Kedudukan cucu laki-laki ini menghijab (menutup) kesempatan keponakan untuk mendapatkan bagian warisan.

Kalau kita perhatikan daftar ahli waris yang ada, berarti almarhumah tidak punya ahli waris secara fardh, yang ada hanya ahli waris secara ashabah, yaitu para cucu dari jalur anak laki-laki. Sehingga cara membaginya sederhana sekali. Seluruh harta itu dibagi menjadi 2/3 dan 1/3. Di mana semua cucu laki-laki dari jalur anak laki-laki mendapat 2/3 x total harta warisan. Sedangkan semua cucu wanita dari jalur anak laki-laki mendapatkan 1/3 x total harta warisan.

Adapun cucu dari jalur anak wanita tidak dapat apa-apa, karena bukan termasuk ahli waris. Sedangkan keponakan yang seharusnya berhak ternyata terhijab oleh adanya cucu laki-laki. Sehingga keponakan pun tidak mendapat apa-apa alias nihil.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum wwarahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.621 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 10.019 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 14.931 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.156 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.564 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.671 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.435 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.419 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.556 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 17.935 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.478 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 5.844 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah | 6.146 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita | 5.176 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat | 5.718 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Nikah | 4.924 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 5.885 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 6.205 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 7.266 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum | 5.989 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,960,432 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img