Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional | rumahfiqih.com

Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional

Fri 24 February 2006 01:57 | Kontemporer | 6.560 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Selama ini saya mengajar privat di berbagai rumah-rumah, masjid dan lain-lain. Ada kelas yang muridnya adalah dari isteri-isteri karyawan bank konvensional di Indonesia. Bagaimanakah hukum menerima upah mengajar di tempat tersebut dan bagaimana kalau dijamu makanan oleh mereka apakah boleh dimakan?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Dalam hukum Islam, seorang yang mengajarkan al-Quran dan ilmu-ilmu yang bermanfaat berhak mendapatkan upah atas jasanya itu. Bahkan mengajarkan Al-Quran bisa dijadikan sebagai mas kawin/ mahar dalam pernikahan. Jadi seorang guru atau ustadz yang telah berjuang di jalan Allah untuk mengajarkan ilmu-ilmu Islam, pada dasarnya memang berhak untuk mendapatkan upah atas keringatnya itu.

Karena bila tidak, dari mana dia akan menghidupkan keluarganya yang merupakan kewajibannya. Sedangkan kalau mereka semua berhenti mengajar ilmu-ilmu Islam dan beralih profesi berdagang di pasar, maka siapa lagi yang akan mengajarkan dan mempertahankan agama ini. Karena itu, mereka berhak mendapatkan upah atas kerja mereka yang sangat berharga.

Ketika perang Badar usai, sebagian dari tawanan dari kalangan musyrikin Makkah dibebaskan dengan syarat, yaitu harus mengajarkan 10 orang muslim belajar membaca dan menulis. Bayangkan, berapa harga seorang tawanan perang kalau dirupiahkan? Ternyata bisa ditebus dengan bayaran mengajar ilmu untuk 10 orang.

Ini menunjukkan bahwa jasa mengajar dalam pandangan Islam sangat punya nilai nominal yang tinggi. Bahkan meski yang melakukannya orang kafir sekali pun. Apalagi bila yang mengajarnya itu seorang muslim. Ilmu yang diajarkan oleh tawanan perang Badar itu hanya baca dan tulis, apalagi kalau ilmu agama. Tentu jauh lebih berharga lagi.

Gaji Berasal dari Karyawan Bank

Mungkin kegundahan anda lantaran anda menganggap bahwa gaji/honor anda dari istri karyawan bank konvensional itu haram. Sebab bank konvensional itu riba.

Perlu anda ketahui bahwa meski ada praktek ribawi di bank konvensional, namun bukan berarti semua transaksi di bank konvensional itu semua haram. Jadi kita tidak bisa memvonis bahwa semua karyawan bank konvensional dan keluarganya telah memakan harta yang haram, atau mengatakan mereka pasti masuk neraka semua.

Apalagi mengingat para karyawan itu sendiri tidak selalu berada pada posisi yang secara langsung melakukan transaksi ribawi. Janganlah kita mengatakan bahwa sekali riba, maka semuanya riba dan uang riba itu menular.

Kalau logikanya demikian, berarti seharusnya seluruh bangsa Indonesia ini pun menjadi pemakan harta riba semua. Bukankah semua uang yang kita punya itu ada lambang Bank Indonesia- nya? Bukankah negara ini diselenggarakan dengan biaya pinjaman ribawi? Bukankah semua infra struktur di negeri ini baik jalan, penerangan, listrik, air, telepon, sekolah, bahkan semua sarana publik lainnya di bangun dengan menggunakan anggaran yang sumbernya dari bank konvensional?

Apakah lalu semua kita ini menjadi pemakan harta yang 'tertular' riba? Tentu saja jawabnya adalah tidak.

Jadi anda tidak perlu resah bila digaji oleh orang yang penghasilannya dari bekerja di bank konvenional. Sebab uang riba itu tidak menular seperti virus flu burung yang sekarang sedang berjangkit.

Wallahu 'alam bishshawab. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris | 5.058 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.450 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 8.405 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 11.201 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.001 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.400 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.378 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.232 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.256 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.329 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 15.258 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.266 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 5.664 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah | 5.973 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita | 5.080 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat | 5.589 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Nikah | 4.817 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris | 5.680 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Nikah | 5.983 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah | 6.922 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,719,162 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img