Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ragu Diundang Makan di Rumah Non Muslim | rumahfiqih.com

Ragu Diundang Makan di Rumah Non Muslim

Mon 1 April 2013 00:28 | Kuliner | 9.174 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, saya memiliki kawan non -muslim, kami mengadakan pertemuan setiap 2 bulan sekali semacam reuni, di mana dalam acara tersebut kami mengadakan acara makan-makan yang biasanya diadakan di rumah teman saya yang non muslim tersebut.

Saya pernah bertanya pada khadimatnya bahwa di rumah itu sering dimasak daging babi sebagai menu masakannya. Saya menjadi ragu setiap makan di acara tersebut, karena pasti tuan rumah memasak menggunakan alat memasak yang pernah dipakai untuk memasak daging babi.

Daging babi itu haram dan termasuk najis besar kalau saya tidak salah, sehingga untuk membersihkannya bukankah harus dilakukan pencucian sebanyak tujuh kali yang salah satunya dicampur dengan tanah seperti membasuh sesuatu yang terjilat anjing?

Saya mohon kesediaan ustadz untuk menjawab pertanyaan saya agar saya tidak selalu ragu untuk makan makanan pada acara tersebut. Atas perhatian ustadz saya ucapkan terima kasih.

wasalamu'alaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahamatullahi wabarakatuh,

Kalau mau diikuti logika fiqihnya memang demikian. Maka solusinya sederhana saja sebenarnya, yaitu anda perlu sedikit terbuka dengan kawan anda yang bukan muslim itu. Sampaikan saja dengan baik-baik dan sopan bahwa sebagai muslim, anda tidak boleh makan babi.

Katakan juga terus terang, meski teman anda itu tidak menghidangkan babi, namun dalam kepercayaan anda tetap saja alat masak yang pernah digunakan untuk memasak babi perlu disucikan secara benar.

Sebenarnya kalau kita melihat secara aturan umum, setiap muslim tidak diwajibkan sampai menanyakan sejauh itu, apalagi sampai bertanya kepada pembantunya. Seharusnya kita cukup berhusnudzdzan dengan apa yang dihidangkan, tanpa dibebani dengan kewajiban untuk bertanya terlalu jauh.

Paling tidak sebagian ulama berpandangan demikian, terutama bila dikaitkan dengan masalah hukum. Sebab kita mengenal ungkapan: Nahnu nahkumu bizh-zhawahir wallahu watawallas-sarair. Kita menetapkan hukum berdasarkan apa yang nampak, sedangkan yang tidak nampak menjadi urusan Allah. Sehingga kalau mengikuti kaidah itu, kita tidak dibebani untuk terlalu mendalami asal usul makanan yang dihidangkan.

Namun kita pun mengakui adanya kecenderungan sikap hati-hati (wara') dari sebagian muslim. Yaitu mereka yang berupaya secara maksimal untuk menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Allah SWT, meski sudah melampaui batas-batas yang tersembunyi sekalipun dan di luar kelaziman.

Sikap hati-hati seperti ini memang baik bahkan perlu dipupuk, asalkan diiringi juga dengan mentalitas yang kuat. Paling tidak, dia harus kuat menahan diri untuk tidak makan di suatu jamuan makan, di mana dia merasa kurang sreg dengan kehalalannya. Atau dia harus kuat mental untuk tidak malu menanyakan status kehalalan makanan kepada tuan rumah, sebagaimana saran kami di atas.

Sikap mental ini penting untuk dipelihara dan dipupuk. Tidak ada alasan kurang etis atau kurang sopan. Sebab ini masalah halal dan haram, tidak boleh asal-asalan. Terutama bila seseorang cenderung untuk berhati-hati dalam kehalalan makanan. Sikap kehati-hatian itu harus diiringi dengan resiko siap mental.

Namun bila tidak siap mental, sebaiknya kembali saja kepada dasar yang sudah baku, yaitu kita melihat lahiriyah saja, tidak perlu terlalu merepotkan diri dengan hal-hal yang di luar jangkauan.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahamatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mana yang Berlaku, Masa 'Iddah Berdasarkan Agama atau Negara?
30 March 2013, 22:14 | Nikah | 78.996 views
Islam Tidak Mengenal Pembagian Harta Gono-Gini?
29 March 2013, 20:46 | Mawaris | 12.406 views
Zakat Rumah yang Disewakan
29 March 2013, 01:48 | Zakat | 16.728 views
Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan
28 March 2013, 23:46 | Nikah | 11.560 views
Kotoran Kambing dan Air Kencing Unta Tidak Najis?
27 March 2013, 23:01 | Thaharah | 20.298 views
Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?
26 March 2013, 23:24 | Thaharah | 11.594 views
Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 9.047 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 14.130 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat | 8.508 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Nikah | 23.942 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer | 8.570 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat | 7.244 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer | 10.382 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 8.855 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 9.010 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 19.344 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 25.848 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 9.070 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 7.382 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji | 6.762 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,078,061 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img