Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark? | rumahfiqih.com

Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?

Fri 3 March 2006 07:18 | Kontemporer | 4.826 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebagaimana kita tahu bahwa seruan para ulama di dunia Islam untuk memboikot produk Denmark yang telah melecehkan Nabi Muhammad dengan kartun. Sikap seperti ini, adakah dasar yang kuat dari sunnah dan manhaj salaf? Bukankah Islam mengajarkan untuk melakukan silaturrahim?

Jazakallah...

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama memang menyerukan kepada umat Islam untuk memboikot produk Denmark dan negara-negara yang terlibat penghinaan nabi Muhammad SAW. Kebijakan ini adalah reaksi paling wajar dan mulia yang bisa kita lakukan, sekaligus paling hemat dan ringan, dibandingkan dengan fatwa mati atau penghalalan darah pelukisnya.

Adapun landasan sunnahnya, sangat banyak terjadi di masa nubuwah, di mana Rasulullah SAW pernah melakukan pemboikotan kepada lawan-lawannya yang memeranginya, sebagaimana beliau SAW pun pernah mengalami pemobikotan serupa sebelumnya.

1. Pemboikotan Bani Nadhir

Ketika kelompok-kelompok Yahudi di Madinah mulai mengkhianati Piagam Madinah yang sebelumnya telah mereka sepakati, Rasulullah SAW pun memerangi mereka dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan pengepungan atas mereka dan memboikot pasokan logistik. Inilah yang dilakukan kepada Yahudi Bani Nadhir.

Awalnya rencana busuk mereka untuk membunuh Rasulullah SAW ketahuan, sehingga beliau mengultimatum agar Yahudi Bani Nadhir pergi dar sekitar Madinah. Namun karena tokoh munafikin Abdullah bin Salul menjanjikan bantuan serta memompakan semangat mereka, mereka pun berani menentang dan menantang kaum muslimin. Sehingga Rasulullah SAW bergerak menuju perkampungan mereka dan mengepungnya selama 5 hari. Selama itu, orang-orang yahudi tidak mendapatkan pasokan logistik, bahkan Rasulullah SAW menebang pohon-pohon kurma mereka. Hal ini dibenarkan Allah SWT di dalam Al-Quran:

Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma atau yang kamu biarkan berdiri di atas pokoknya, maka adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.(QS. Al-Hasyr: 5)

2. Pemboikotan oleh Tsumamah

Ketika Tsumamah bin Atsal pemimpin Yamamah masuk Islam, beliau berjanji kepada Rasulullah SAW untuk tidak akan membiarkan lewatnya barang-barang perdagangan milik Quraisy di daerahnya, kecuali atas izin dari Rasulullah SAW. Ucapannya Tusmamah yang terkenal dan diabadikan di dalam dua kitab tershahih setelah Al-Quran adalah:

Tidak sebutir pun gandum yang akan datang dari Yamamah kecuali Nabi SAW mengizinkannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa yang dilakukan oleh Tsumamah di Yamamah ini sangat memberatkan perekonomian Qurasiy Makkah, sebab boleh dibilang urat nadi kehidupan mereka hanya mengandalkan dari perdagangan. Kalau sampai jalur-jalur perdagangan mereka diboikot, artinya mereka tinggal menunggu ajal dan menghitung hari.

Barulah setelah tokokh Quraisy bernegosiasi ke Madinah dan mohon keringanan kepada Rasulullah SAW, akhirnya beliau memerintahkan kepada Tsumamah untuk membuka kembali jalur perdagangan milik Quriasy. Namun tentu setelah menyelesaikan banyak perjanjian yang menguntungkan di pihak muslimin.

3. Pencegatan Kafilah Dagang Quraisy dari Syam

Di antara penyebab utama terjadinya perang Badar adalah karena sariyah yang dilancarkan oleh Rasulullah SAW kepada kafilah dagang Quraisy. Kafilah itu membawa keuntungan dansarat komoditi untuk Makkah, akan lewat dekat Madinah dari perjalanan perdagangan dari Syam. Rasulullah SAW mengutus 313 orang dengan senjata seadanya untuk mencegat kafilah dagang itu.

Mengingat harta benda kaum muslimin yang telah hijrah ke Madinah telah sebelumnya dirampas oleh Musyrikin Makkah. Kini tiba giliran kaum muslimin melakukan pencegatan dan pengambil kembali apa yang sesungguhnya milik mereka.

Inilah awal mula sejarah ghazawat (peperangan) nabi SAW di dalam sejarah Islam. Yaitu setelah turunnya ayat dari langit yang membolehkan mereka berperang angkat senjata melawan kezhaliman musuh.

Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(QS. Al-Hajj: 39-40)

Terhitung semenjak perang Badar Kubra pada tahun ke-2 hijriyah, otomatis salah satu urat nadi perdangan Qurasy ke Syam menjadi sangat terganggu. Dan ini tentu menguntungkan pihak muslimin dan melemahkan salah satu sendiri kekuatan perekonomian kafir musyrikin Quraisy. Sebabuntuk mencapainegeri Syam dari Makkah, mau tidak mau harus melewati wilayah sekitar kota Madinah.

Dari tiga peristiwa ini, bisa kita simpulkan bahwa metode pemboikotan adalah salah satu wasilah (metode) peperangan yang sangat efektif dilakukan untuk menekan dan melemahkan energi lawan. Ibarat tubuh manusia, bila urat nadinya diputus, maka cepat atau lambat nyawanya pun akan terancam.

Memboikot perekonomian orang-orang yang memusuhi Islam adalah salah satu jalan untuk melemahkan posisi tawar mereka. Apalagi pemboikotan ini sangat terkait dengan sikap bangsa-bangsa muslim yang hanya dijadikan konsumen dan wilayah marketing. Semakin mandiri kita, maka posisi tawar kita akan semakin kuat. Dan semakin kita bergantung pada komoditi bangsa yang memusuhi kita, maka akan semakin lemah negeri kita.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 12.990 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.825 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.538 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.804 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 12.131 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat | 6.674 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer | 7.066 views
Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris | 5.484 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.974 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 13.748 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 21.858 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.393 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.855 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 7.125 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.749 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 7.008 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.915 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 28.787 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat | 6.850 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat | 6.130 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,221,177 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img