Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab? | rumahfiqih.com

Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?

Mon 6 March 2006 02:36 | Quran | 6.444 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Sekarang ini kan banyak kristenisasi. Nah, setahu saya salah satu caranya dengan mengubah isi dari al-Qur'an. Terus, bagaiman car membedakan al-Qur'an yang masih asli dengan al-Qur'an yanng sudah diubah?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Ketahuilah bahwa satu-satunya kitab yang telah berusia lebih dari 15 abad, namun tetap masih utuh hingga hari ini adalah Al-Quran Al-Kariem. Tidak ada lagi buku di dunia ini yang masih utuh teksnya hingga ratusan tahun. Injil dan Taurat pun sudah tidak ada lagi, kecuali hasil kompliasi dan penerjemahan yang keasliannya sangat diragukan.

2. Al-Quran adalah satu-satunya buku yang bisa dihafal oleh manusia dalam jumlah jutaan orang di berbagai belahan dunia. Tidak ada satu pun buku di dunia ini yang dihafal oleh banyak orang secara serentak.

3. Al-Quran bukan sekedar buku, melainkan nafas dan perkataan yang setiap hari dibaca dan dikumandangkan oleh setiap muslim di dunia. Dalam sehari seorang muslim pasti membacanya minimal 5 kali, di dalam shalat. Tidak ada satu pun buku yang dibaca sehari lima kali, bahkan oleh penulisnya sekalipun.

4. Al-Quran disampaikan lewat sistem periwayatan yang mutawatir, di mana satu sumber yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkannya kepada ratusan atau bahkan ribuan shahabat, lalu ribuan shahabat itu kemudian meriwayatkan lagi kepada para tabi'in, lalu kepada atba'ut tabi'in, hingga sampai kepada kita di abad 21 masehi.

Yang menarik, periwayatan itu menggunakan sistem oral, yaitu suara yang diperdengarkan oleh guru Al-Quran dengan benar, lalu dipelajari oleh para muridnya sebagaimana bunyinya secara sangat ketat. Bahkan sampai kepada panjang pendeknya suatu huruf, tebal tipisnya, karakteristiknya, dengung atau tidaknya, sampai kepada cara menggerakkan anatomi mulut sebagai tempat keluarnya huruf-huruf Al-Quran.

Dengan semua realita di atas, mestinya pertanyaannya di balik, yaitu masih mungkinkah Al-Quran itu dipalsukan? Sebab Al-Quran itu bukan buku yang disimpan di dalam perpustakaan kuno dan bulukan, melainkan sudah menjadi bagian dari lidah setiap muslim. Tidak ada seorang muslim pun kecuali lidahnya setiap hari basah dengan Al-Quran. Tidak ada kepala seorang muslim pun kecuali di dalam memori otaknya ada Al-Quran. Meski masing-masing punya kapasitas yang berbeda.

Justru upaya untukmemalsukan Al-Quran itu merupakan sebuah kemustahilan yang nyata. Bisakah seseorang memalsukan matahari yang bisa dilihat oleh semua orang? Tentu tidak akan pernah bisa.

Dan begitulah Al-Quran, keberadaannya sama seperti keberadaan matahari di atas langit. Semua orang kenal Al-Quran sebagaimana semua orang kenal matahari. Bagaimana cara memalsukan matahari? Hanya orang bodoh saja yang sempat terpikir untuk memalsukan matahari. Apalagi berpikir ingin mengganti matahari yang asli dengan matahari buatannya sendiri.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.820 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.771 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 12.198 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.706 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.470 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.734 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 11.413 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat | 6.528 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer | 6.953 views
Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris | 5.366 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.849 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 11.727 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 18.794 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.307 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.737 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.993 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.609 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah | 6.580 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita | 7.795 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner | 23.839 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,251,512 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img