Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Dapat Pacar Dari Guna-guna | rumahfiqih.com

Dapat Pacar Dari Guna-guna

Wed 8 March 2006 04:19 | Aqidah | 6.200 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Saya masih bingung dengan ap yang dimaksud dengan ilmu pelet atau yang lainnya. Teman saya wanita beberapa tahun yang lalu terkena guna-guna oleh seorang laki-laki temannya satu SMU dan mereka telah menjalani hubungan selama 4 tahun. Selama itu mereka telah melakukan banyak hal termasuk hubungan badan sampai berulang-ulang. Yang saya tanyakan hukum dari si wanita tersebut yang terkena guna-guna dalam melakukan hubungan badan? Pada saat mereka telah putus tidak berpacaran lagi si wanita ini tidak mempunyai perasaan sedikitpun terhadap si laki-laki. Mohon jawaban yang sejelas-jelasnya.

Wassalammualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ilmu pelet sebenarnya anak kandung ilmu sihir yang haram dipelajari atau digunakan oleh seorang muslim. Penjelasan sederhananya adalah bahwa syetan kafir yang ingkar kepada Allah sedang berupaya mencari mangsa untuk dijadikan teman di dalam neraka. Maka semua daftar pekerjaan yang bisa menjerumuskan orang masuk neraka, sudah ada di tangannya.

Dan agar orang-orang bertumpuk-tumpuk masuk neraka, semua kartu masuk ke neraka itu diberikan iming-iming bonus yang menarik. Dan ibarat gula dirubung semut, berjatuhanlah anak-anak Adam di bawah tipu daya syetan laknatullah.

Salah satu pekerjaan yang paling tok-cer untuk membuat seseorang lolos dengan suksek memasuki gerbang neraka adalah masalah sihir. Sungguh luar biasa daya pikat sihir dan syetan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari berjualan ilmu sihir ini. Sebab pelaku sihir memang dilaknat Allah SWT dan sudah dipastikan masuk neraka.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

 

Dalam sistem kerjanya, syetan mengkader para tukang sihir untuk jadi budaknya, di mana mereka harus merelakan dirinya untuk melakukan semua yang dilarang Allah SWT dan otomatis menjamin mereka masuk neraka. Hal itusebagai syarat adanya kesepakatan antara mereka.

Kesepakatan itu terjadi antara penyihir dengan kepala sukugerombolan syetan, lalusi kepala sukuitu memerintahkan kepada anak buahnya –terutama yang bodoh- untuk membantu dan melayani tukang sihir. Bila anak buah jin ini mulai tidak patuh, si penyihir akan melaporkan kepada si biangsyetan melalui berbagai ajian dan jimat. Lalusi anak buah akan dihukum.

Sehingga hubungan antara syetan dan tukang sihir itu bukan hubungan yang harmonis tapi hubungan kebencian dan dendam. Sehingga tidak jarang jin yang ditugaskan untuk melayani berbalik menyerang penyihir, keluarganya, anak-anaknya, hartanya dan yang berkaitan dengan si penyihir. Bisa dengan rasa sakit, pusing, mimpi buruk dalam tidur, bahkan sampai membuat si tukang sihir tidak punya anak karena janinnya yang masih dalam rahim telah dibunuh oleh syetanyang membencinya.

Urusan tukang sihir tidak punya anak ini sangat ngetrend di kalangan penyihir sehingga banyak juga mereka yang meninggalkan ilmu sihir agar bisa punya anak.

Demikian juga dengan segala macam bentuk kemaksiatan lainnya seperti zina dan lainnya. Bukan hal yang aneh lagi terjadi pada pasangan yang menggunakan ilmu pelet, karena pelet itu memang sihir itu sendiri.

Hukum yang Terkena Guna-guna/ Pelet

Seseorang yang menjadi korban serangan sihir, tentu saja tidak berdosa. Dan apabila dia sampai tidak sadarkan diri karena kesurupan, di mana seluruh instruksi otaknya tidak berfungsi, karena telah dikuasai oleh syetan, maka hukumnya seperti hukum orang yang tidak sadarkan diri.

Adapun bila bukan bentuk kesurupan yang menghilangkan kesadaran, lalu yang bersangkutan melakukan bentuk dosa tertentu, seperti zina dan maksiat lainnya, tentu saja dia tetap berdosa. Meski karena hasil pelet atau guna-guna.

Orang seperti ini harus dibebaskan dari pengaruh sihir syetan ini. Dan untuk menangkalnya, tidak boleh lewat sihir juga. Termasuk tidak boleh dengan menggunakan jasa dukun atau orang pintar atau pemburu hantu. Satu-satunya cara yang dibenarkan dalam syariat adalah cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu dengan ruqiyah masyru'ah yang bebas dari praktek dan trik sihir.

Penangkal yang utama adalah masalah pembentengan diri dari godaan syetan. Caranya adalah dengan memurnikan pemahaman aqidah kita kepada Allah, bersih dari beragam noda syirik. Pembenahan aqidah dan cara pandang yang shahih terhadap agama Allah SWT ini sangat menentukan kekuatan benteng pertahanan. Juga dengan meningkatakan kualitas kedekatan jiwa seseorang kepada Sang Pencipta, yang direalisasikan dengan aplikasi syariat Islam secara total dan benar, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan salafus-shalih.

Benteng lainnya adalah menjaga diri dari segala bentuk dosa dan maksiat, seperti menjaga pandangan, menutup aurat, tidak bercampur baur laki-laki dan wanita yang bukan mahram, tidak memakan harta haram atau hasil riba, atau harta anak yatim, atau harta syubhat yang tidak jelas hukumnya.

Setelah semua itu, barulah pembentengan dengan bacaan ayat Al-Quran atau lafadz-lafadz ma'tsur (yang diwariskan) dari Rasulullah SAW lewat jalur sanad yang shahih. Atau dengan beberapa contoh praktek yang memang pernah beliau ajarkan saat menangkal atau mengusir syetan dan sihir.

Khalifah Umar bin Al-Khattab ra diriwayatkan sebagai seorang dengan kepribadian yang sangat konsekuen dengan syariat Islam. Bahkan seringkali dari otak beliau muncul ide-ide yang seolah mendahului turunnya ayat Al-Quran. Para syetan tidak sampai dibacakan ruqyah oleh beliau, bahkan baru mendengar kedatangannya, mereka sudah lari ketakutan. Tidak mau berurusan dengan sosok beliau.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 5.703 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 6.909 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.119 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.274 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.609 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 10.234 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.361 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.299 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.579 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 9.266 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat | 6.172 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer | 6.592 views
Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris | 5.072 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.470 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 8.610 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 11.470 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.012 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih | 6.424 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Nikah | 6.405 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat | 6.250 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,451 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img