Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halal dan Barokah-kah Investasi Saya? | rumahfiqih.com

Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?

Wed 8 March 2006 10:01 | Muamalat | 5.520 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Afwan bila kalimat saya nanti banyak yang kurang pas. Saya memiliki hutang di suatu bank, yang mana pembayaran cicilan hutang itu saya bayar dengan pemotongan gaji tiap bulannya. Sebagian uang itu saya pergunakan untuk membiayai hidup rumah tangga saya yang masih terbilang baru (saya menikah bulan desember 2005), antara lain untuk biaya mengontrak rumah dan membeli beberapa perabotan rumah tangga. Sementara sisa uang pinjaman uang saya itu saya pergunakan untuk menanamkam modal (investasi) di suatu toko/usaha di bidang jual beli hp. Untuk investasi ini, saya mendapatkan bagi hasil sebesar 10% setiap bulannya yang saya terima dalam bentuk uang cash dan dalam waktu enam bulan modal saya kembali lagi dengan jumlah utuh sama dengan jumlah modal awal saya.

Pertanyaan saya, halal dan barokah-kah investasi saya tersebut? Kalau tidak, berhubung sudah terlanjur berjalan maka saya harus bersikap bagaimana? Jazakallah atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Halal tidaknya investasi anda itu tergantung dari sumber bagi hasil. Jika bagi hasilnya 10% dari keuntungan jual beli hp, maka hukumnya halal. Tetapi kalau yang anda sebut bagi hasil itu adalah 10% dari total uang yang anda investasikan, hukumnya haram.

Di mana letak bedanya?

Beda antara yang pertama dan yang kedua adalah bahwa yang pertama itu murni bagi hasil. Artinya uang yang dibagi kepada Anda itu diambilkan dari hasil keuntungan usaha tiap bulannya. Bila usaha itu menghasilkan keuntungan real yang besar, tentu saja nilai 10% yang anda terima itu menjadi besar. Sebaliknya, bila keuntungn untuk bulan tertentu sedang mengecil, bagian yang anda terima pun mengecil juga.

Sedangkan yang bentuk yang kedua pada hakikatnya adalah anda merentenkan (membungakan) uang kepada teman anda, walaupun anda sebut sebagai investasi bagi hasil. Padahal yang terjadi bukan membagi hasil keuntungan penjualan, melainkan teman anda pinjam uang kepada anda plus kewajban membayar bunga 10% tiap bulan dari nilai yang dipinjamnya.

Bentuk yang kedua ini adalah bentuk investasi haram yang hanya akan menurunkan laknat dari Allah SWT, karena sejak mula lahirnya agama langit di muka bumi, urusan begini sudah diharamkan secara total. Inilah yang 100% dikatakan riba, meski bunganya lunak, kecil, atau tidak mencekik.

Dalam tataran syariah Islam, keharaman bunga itu tidak lagi pada masalah penindasan atau cekik mencekik, melainkan ketikta sebuah transaksi sudah masuk dalam kategori riba yang haram, maka saat itu hukumnya haram dan terlaknat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 5.047 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat | 14.069 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah | 6.249 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 5.795 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 7.022 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.176 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.398 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.640 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 10.617 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.432 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.336 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.604 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 9.867 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat | 6.244 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer | 6.677 views
Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan
24 February 2006, 01:50 | Mawaris | 5.143 views
Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat | 7.537 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Nikah | 9.266 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner | 12.956 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji | 6.059 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,074 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img