Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam? | rumahfiqih.com

Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?

Mon 13 March 2006 03:46 | Jinayat | 5.675 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz yang dimuliakan Allah Swt, saya pernah ditanya seseorang tentang taubat yang berkenaan dengan hudud, dan saya tidak bisa menjawabnya. Karenanya saya tanyakan hal tersebut kepada ustadz. Jika seseorang berbuat dosa besar yang diharuskan hudud, katakanlah zina (na'udzubiLlah), sementara ketika dia melakukan Syariat Islam belum tegak. Lalu kemudian orang tersebut bertaubat nashuha kepada Allah Swt. Namun setelah itu ternyata hukum Islam tegak di negara tempat orang tersebut tinggal, wajibkah dia menyerahkan diri kepada pemerintah untuk dihukum dengan hukum Islam sebagai syarat taubatnya tersebut? Mohon penjelasannya, ustadz. JazakaLlah khairan katsiiraa. Wassalaamu'alaikum wr. wb.
wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syarat dari dibenarkannya pelaksanaan hukum hudud adalah bahwa kejahatan atau maksiat itu dilakukan di dalam sebuah wilayah hukum Islam yang sedang berlaku secara formal. Bila dilakukan di luar wilayah itu, maka tidak bisa dibenarkan pelaksanaan hukum hudud itu.

Sebab filosofi hukum hudud itu sesungguhnya justru menghindari orang dari kemungkinan kena hukuman. Hal-hal syubhat yang terkandung di dalam suatu kasus hudud, sangat memungkinkan untuk menjadi sebab dibatalkannya hukum hudud. Misalnya ketika masa paceklik, terjadi begitu banyak pencurian, Khalifah Umar ra. untuk sementara tidak memotong dulu tangan para pencuri. Sebab terjadi syubhat atas kesempurnaan syarat hudud itu.

Demikian juga dengan keadaan di mana hukum Islam belum diberlakukan secara formal, maka hal itu pun menjadi syubhat yang bisa menggugurkan kewajiban pelaksanaan hukum hudud.

Semua ini berangkat dari sabda Rasulullah SAW sendiri:

 

 

Cegahlah pelaksanaan hukum hudud dengan adanya syubhat.

Namun meski pun hukum hudud tidak bisa dilaksanakan, pelaku zina dan kejahatan tetap harus mungkin saja dihukum melalui hukum ta'zir. Hakim tetap punya hak untuk menjatuhkan hukuman yang bukan hudud. Misalnya, orang yang berzina bisa saja tetap dihukum cambuk 10 atau 20 kali. Hukum ini disebut ta'zir, karena bersifat pelajaran. Bentuk dan jenis hukumannya diserahkan kepada hakim. Dan hukum ta'zir ini diakui dalam syariat ISlam, sebagai bagian utuh dari hukum yang telah diwajibkan kepada umat Muhammad SAW.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

 

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji | 5.205 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat | 5.528 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah | 6.297 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat | 5.434 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat | 5.669 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 5.159 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat | 15.328 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah | 6.384 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 6.054 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 7.293 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.374 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.740 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.746 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 11.777 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.646 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.446 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.707 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 11.086 views
Masbuq Tidak Baca Fatihah
27 February 2006, 03:16 | Shalat | 6.467 views
Menerima Upah Mengajar Ngaji dari Karyawan Bank Konvensional
24 February 2006, 01:57 | Kontemporer | 6.899 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,790,590 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-8-2019
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:57 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img