Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan? | rumahfiqih.com

Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan?

Tue 14 March 2006 06:21 | Aqidah | 13.055 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustatdz ana mau tanya apakah jika seorang hamba jika melakukan kesalahan setelah dia ber taubat apakah kelak tetap dipertanggungjawabkan? Jazakallah.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semua tergantung kepada Allah SWT, apakah menerima dan mengampuni dosa hamba-Nya atau tidak. Sebab meski Allah SWT telah menetapkan bahwa orang yang meminta ampun akan diampuni, namun belum tentu semua orang yang merasa sudah minta ampun itu akan diterima.

Bukan karena Allah mengingkari apa yang difirmankan-Nya, melainkan karena tata aturan dalam meminta ampun itu belum memenui standar kualifikasi yang telah ditentukan-Nya. Sebab meminta ampun dan taubat itu bukanlah perkara yang ringan. Tetapi punya sekian banyak syarat dan ketentuan. Apabila ketentuan ini terpenuhi, maka Allah SWT adalah Maha Memenuhi janji-Nya.

Maka jangan dulu merasa aman dari dosa dan ancaman siksa, meski sudah merasa bertaubat. Sebab boleh jadi taubatnya itu belum memenuhi syarat. Tetapi sebaliknya, juga jangan dulu terlanjur putus asa dari kasih sayang Allah SWT. Sebab Dia memang Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Menerima taubat hamba-Nya.

Sehingga posisi yang benar buat seorang muslim adalah antara khauf dan raja'. Antara takut dan harap. Takut dari azab Allah SWT atas dosa yang pernah dilakukan. Dan berharap kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berserah diri.

Di antara taubat yang tidak diterima antara lain adalah:

1. Taubat yang tidak diiringi rasa sesal di dalam hati

Orang yang bertaubat, namun di dalam hatinya tidak merasakan rasa sesal atas semua kesalahannya yang telah diperbuatnya, maka Allah SWT pun juga tidak menyesal untuk menolak taubat hamba yang seperti ini.

Orang yang tobat harus menghilangkan semua kenangan masa lalunya. Jangan diceritakan kepada siapapun juga. Allah yang telah menutupi aib itu semoga juga menutupi dosa-dosa sebelumnya. Dan mulai kehidupan baru yang lebih baik dan lebih Islami.

2. Taubat yang tidak mencegah dari pengulangan dosa

Orang yang bertaubat tapi secara sadar dan terus menerus mengulangi dosa dan kesalahannya tanpa ada tekad untuk menghentikannya, tentu tidak akan diterima taubatnya. Sebab pada hakikatnya, dia tidak bertaubat.

Agar orang yang sudah tobat itu jangan sampai mengulangilagi, salah satunyadengan cara pindah dari suasana dan lingkungan yang selama ini memberikan peluang melakukan itu. Orang yang taubat harus hidup di tengah orang-orang shaleh dan selalu menjaga hukum Allah. Bukan lingkungan yang mendiamkan apabila ada kemungkaran dan kebatilan. Sehingga apapun yang dia lakukan, selalu ada orang-orang yang dengan ikhlas mengingatkan.

3. Tidak Mendapat Maaf dari Orang Lain

Khusus untuk dosa yang terkait dengan hak milik orang lain seperti dosa memukul, membuh, menyakiti, mencuri, menipu dan merugikan orang lain, maka perlu permintaan maaf kepada mereka yang telah dizalimi itu.

Hal ini mengingat bahwa hak orang lain yang telah diambil secara zalim itu masih tetap akan dituntut oleh pemiliknya kelak di akhirat. Bahkan seorang yang mati syahid sekalipun, tetap akan dimintai pertanggung jawaban urusan hutangnya yang belum selesai. Padahal orang yang mati syahid itu masuk surga tanpa dihisab lagi amal-amalnya.

Taubat yang Benar Akan Menghapus Dosa Sebelumnya

Bila seseorang bertaubat atas dosa yang pernah dilakukannya dengan taubat yang sesungguhnya serta diiringi dengan minta ampun kepada Allah, penyesalan dan meninggalkan semua dosa-dosa itu, lalu mulai kehidupan yang baru yang jauh dari dosa dan suci dari noda, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dan memasukkan hambanya yang bertaubat itu ke dalam kelompok orang-orang yang shalih.

Di masa lalu seorang bertanya kepada Ibnu Abbas ra., ”Aku melakukan zina dengan seorang wanita, lalu aku diberikan rizki Allah dengan bertaubat. Setelah itu aku ingin menikahinya, namun orang-orang berkata (sambil menyitir ayat Allah), ”Seorang pezina tidak menikah kecuali dengan pezina juga atau dengan musyrik.” Lalu Ibnu Abbas berkata, ”Ayat itu bukan untuk kasus itu. Nikahilah dia, bila ada dosa maka aku yang menanggungnya.” (HR Ibnu Hibban dan Abu Hatim)

Ibnu Umar ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang wanita, bolehkan setelah itu menikahinya? Ibnu Umar menjawab, ”Ya, bila keduanya bertaubat dan memperbaiki diri.”

Agar Punya Benteng

  1. Seseorang harus belajar Islam secara serius dan mendalam, baik yang berkaitan dengan aqidah, syariah maupun akhlaq. Sehingga diapaham dan mengerti betul apa itu iman dan Islam sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
  2. Dia harus memiliki lingkungan pergaulan yang Islami dan baik, di mana di dalamnya selalu ditegakkan amar makruf dan nahi mungkar dan selalu ada taushiyah antara sesama teman.
  3. Dia harus selalu berdakwah dan mengajarkan ajaran Islam itu baik dalam diri Anda, keluarganya dan juga teman-temannya yang lainnya. Sehingga dia tidak hanya menjadi objek dakwah, namun sekaligus juga menjadi pelaku dakwah itu sendiri.
  4. Dia harus selalu memperbaharui keimanannya, karena iman itu kadang berkurang dan kadang bertambah. Caranya adalah dengan beragam kegiatan seperti menambah kajian tentang keimanan, merenungi penciptaan alam semesta, mengambil pelajaran dari orang-orang yang shalih dan seterusnya.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Memakai 'Sikep' Bolehkah Menurut Islam?
14 March 2006, 05:59 | Aqidah | 6.394 views
Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?
13 March 2006, 03:46 | Jinayat | 5.466 views
Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji | 5.039 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat | 5.358 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah | 6.067 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat | 5.270 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat | 5.480 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 5.003 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat | 13.271 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah | 6.198 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 5.698 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 6.906 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.115 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.270 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.606 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 10.223 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.357 views
Wali Nikah Beda Agama
28 February 2006, 03:55 | Nikah | 5.296 views
Mengapa Syaitan Dimasukkan ke Dalam Neraka?
28 February 2006, 03:50 | Aqidah | 5.577 views
Hukum Gadai dalam Syariah.
28 February 2006, 03:30 | Muamalat | 9.250 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,861,419 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img