Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Khilafah Yang Kita Idamkan... | rumahfiqih.com

Khilafah Yang Kita Idamkan...

Wed 15 March 2006 07:13 | Negara | 6.132 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Ustadz, baru-baru ini ada peluncurun buku mengenai sistem khilafah, di mana saya mencoba simpulkan dalam diskusi mengenai buku tersebut bahwa sistem yang terbaik untuk negara kita tercinta adalah sistem khilafah dibandingkan sistem sosialis maupun kapitalis. Yang ingin saya tanyakan apakah sistem khilafah itu secara jelas? Apa memang bisa dilaksanakan seperti kejayaan di zaman dulu seperti Utsmani atau Abbasiyah? Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada seorang muslim yang waras akalnya yang mengingkari urgensi tegaknya khilafah Islamiyah. Karena akibat dari hilangnya khilafah sudah kita rasakan langsung secara nyata.

Siapa yang tidak punya keinginan melihat umat Islam seluruh dunia bersatu di bawah satu naungan institusi yang kuat dan berwibawa?

Siapakah yang tidak memimpikan tegaknya syariah Islamiyah di seluruh tanah yang menjadi rumah bagi umat Islam?

Siapakah yang tidak merasa rindu untuk memiliki satu pusat pemerintahan Islam yang mengayomi seluruh lapisan umat?

Siapakah yang tidak merasa haus untuk meneruskan khilafah rasululillahyang telah berlangsung selama 14 abad lamanya?

Semua muslim yang sehat fikrahnya pasti sepakat untuk bisa mengembalikan khilafah Islamiyah secepatnya.

Namun ketika sampai kepada tataran aplikasi, di situlah muncul banyak masalah. Dan masalah inilah selama ini selalu terjadi. Justru pada tataran teknis di lapangan kita baru menemukan problem yang sebenarnya. Selain masalah dalam menentukan siapa yang berhak menjadi khalifah, juga masalah langkah awal dari semua itu.

Seharusnya ada sebuah masterplan yang lengkap disertai dengan tahapan-tahapan yang logis untuk melewatinya. Bahkan sangat perlu untuk mengajak seluruh potensi umat Islam yang ada untuk bersatu menegakkannya. Terutama para tokoh dan pimpinan umat.

Apalagi mengingat bahwa keadaan demografi umat Islam yang sedemikian beragam. Di Indonesia saja kita bisa membuat peta umat. Baik berdasarkan jalur formal keorganisasian maupun jalur informal. Secara mudahnya, di negeri kita sejak dulu sudah ada begitu banyak semangat untuk mengembalikan khilfah sejak awal masa kejatuhannya.

Bahkan boleh dikatakan bahwa adanya ormas Islam besar seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, ICMI bahkan orsospol berbasis massa umat Islam, juga termasuk semangat untuk mengembalikan kejayaan Islam, meski tidak secara tegas menyebut kata khilafah. Akan tetapipapa yang mereka lakukan sebenarnya harus dianggap sebagai bagian dari proses menuju terbentuknya khilafah.

Adalah sebuah pe-er besar untuk mengajak, menghimpun dan mempertemukan mereka sampai menggiring opini para pemimpinnya tentang pentingnya persatuan dan sinergi satu sama lain menuju terbentuk khilafah.

Bahkan di negeri ini juga sudah begitu banyak simpul umat lainnya, seperti jaringan majelis taklim, pondok pesantren, pengajian atau lembaga pendidikan. Para pemimpin dan tokohnya pun perlu diajak untuk menyamakan langkah untuk membangun khilafah.

Tetapi upaya ke arah sana bukanlah jalan tol yang licin dan mulus. Tidak cukup kita hanya sekedar menyebarkan brosur, bikin demo atau bikin situs internet yang intinya menyerukan khilafah, lalu besok pagi tiba-tiba bangunan khilafah sudah berdiri.

Sebab khilafah itu sebuah kata besar yang isinya penuh dengan beragam pernik kecil.

  1. Menegakkan khilafah itu adalahmembangun aqidah dan fikrah umat. Karena mustahil khilafah itu bisa tegak kalau umatnya beraqidahlemah dan berfikrah sesat.
  2. Menegakkan khilafah adalah membangun pribadi muslim yang mengenal Allah dan Rasul-Nya serta berjiwa Qurani serta menjadikan rasulullah SAW sebagai teladan.
  3. Menegakkan khilafah adalah melahirkan generasi qurani yang dimulai dari membangun rumah tangga Islami, yang mana rumah itu bersinar dengan cahaya bacaan Al-Quran.
  4. Menegakkan khilafah adalah mempraktekkan syariah yang dimulai dari individu, kemudian berkembang kepada komunitas kecil, lalu kepda komunitas yang lebih besar lagi hingga berdirinya sebuahsistem ekonomi di suatu negeri.
  5. Menegakkan khilafah adalah mendirikan lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi baru dan menggantikan generasi yang sudah rusak. Baik berupa pesantren, madrasah, sekolah, kampus, perguruan tinggiatau pun lembaga pendidikan lainnya.
  6. Menegakkan khilafah adalah menghimpunpara pengusaha muslim untuk membangun sebuah jaringan ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan dasar konsumtif dan produktif buat umat Islam.
  7. Menegakkan khilafah adalah memproduksi dan menyiapkan para sarjana, ilmuwan, cendekiawan, ulama dan para ahli yang menguasai bidangnya secara profesional, untuk mengganti yang selama ini sudah berjalan tapi seadanya.
  8. Menegakkan khilafah adalah membangun infra struktur yang dibutuhkan umat Islam, baik yang terkait dengan produksi, industri atau pun pengolahan kekayaan alam.
  9. Menegakkan khilafah adalah membangun di tengah umat sebuah budaya nabawi, habit syar'i, akhlaq qurani, sikap mental ukhrawi, attitude syar'i dan life style ruhani, yang semuanya berasal dari Quran dan Sunnah.
  10. Menegakkan khilafah adalah membangun sebuah sistem hukum, undang-undang dan peraturan berasarkan Quran dan Sunnah, yang dimulai dari membangun SDM Islami di bidang itu. Karena sebagus apapun produk hukum, bila orang-orangnya justru cacat hukum, tidak akan ada artinya.
  11. Menegakkan khilafah itu adalah melakukan semua pekerjaan besar di atas, yang tidak mungkin dikerjakan sendirian atau oleh hanya segolongan kecil dari segelintir kelompok umat Islam saja. Tetapi harus melibatkan semua elemen umat, yaitu 1,5 milyar umat Islam, di mana satu sama lain saling kenal, saling bantu dan saling melengkapi.

Jadi dalam pandangan kami, menegakkan khilafah bukanlah sekedar memproklamasikan sebuah negara formal, sebagaimana bung Karno dan bung Hatta dulu memproklamasikan negara. Akan tetapi harus ada semangat kesatuan dan persatuan dari seluruh anak umat Islam untuk mewujudkannya. Dan dilandasi dengan beragam pondasi kuat sebelumnya.

Buat apa arti formalitas kalau pada hakikatnya toh kita masih sakit, masih dijajah, dan masih berkubang dengan lumpur ketertnggalan. Dan yang paling penting buat sebuah khilafah yang kita cita-citakan, haruslah ada dukugan kuat dari seluruh elemen umat. Bahkan pengakuan dari negara-negara yang ada di dunia pun sangat mutlak.

Itu berarti semua negara yang mayoritas berpenduduk muslim, perlu diajak untuk melebur untuk membentuk sebuah negara besar, yaitu khilafah. Tanpa peleburan itu, maka negara yang kita sebut sebagai khilafah itu akan kehilangan makna. Sebab belum lagi sebuah representasi dari umat Islam secara keseluruhannya.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

MLM yang Bagaimana yang Dibolehkan?
15 March 2006, 04:36 | Muamalat | 13.039 views
Asuransi Jiwa 'Prudential Life' dalam Kacamata Islam
15 March 2006, 03:19 | Muamalat | 6.925 views
Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan?
14 March 2006, 06:21 | Aqidah | 13.046 views
Memakai 'Sikep' Bolehkah Menurut Islam?
14 March 2006, 05:59 | Aqidah | 6.392 views
Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?
13 March 2006, 03:46 | Jinayat | 5.464 views
Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji | 5.037 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat | 5.358 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah | 6.066 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat | 5.270 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat | 5.474 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 5.002 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat | 13.245 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah | 6.195 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 5.695 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 6.896 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.110 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.265 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer | 4.605 views
Bolehkah Makan Pemberian non Muslim dan Menjabat Tangan Mereka?
2 March 2006, 00:44 | Umum | 10.213 views
Besaran Bagian Warisan bagi Para Ahli Waris
2 March 2006, 00:33 | Mawaris | 5.355 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,840,011 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img