Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara | rumahfiqih.com

Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara

Fri 17 March 2006 03:23 | Umum | 5.934 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz maaf mau bertanya, berikut ada petikan artikel yang ada di Republika

Ahmad Khotib, bayi, pasangan Haji Safuri (40) dan Ny. Mariyatun (25) warga Desa Pandiangan Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, bisa berbicara walau baru beru usia 24 hari.

Bayi yang lahir sembilan bulan dan dalam keadaan normal fisik itu, lahir Selasa (14/2) siang di kediamannya dan diberi kemampu mengucapkan kalimat yang pernah diucapkan Nabi Isa As, Kamis (9/3) malam dini hari (malam Jumat legi, red).

"Sebelumnya dia nangis seperti mengalami kesakitan yang berlebihan dan baru tenang sekitar jam 24:00 WIB, namun pada pukul 02:00 WIB, ia terbangun dan melafadzkan kalimat "Waman Adlamu Wamantarakahum Fi Dzulumatil Layubsirun" dan di ulangi sampai tiga kali," kata Haji Safuri, Minggu (12/3) saat ditemui Antara.

Mereka yang dikarunia anak pertama sejak perkawinannya tujuh tahun lalu itu mengaku ketakutan dengan kejadian tersebut, karena diyakini akan ada peristiwa besar yang akan menimpa anaknya. "Kami hanya takut dan kawatir meninggal," ucapnya sedih.

selengkapnya di:
http://republika.co.id/online_detail.asp?id=239186&kat_id=23

Apakah ini merupakan salah satu tanda akan datangnya nabi Isa as dan dekatnya hari kiamat?

Wassalammualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Datangnya nabi Isa as memang sudah pasti, hanya tidak disebutkan tanda-tanda kedatangannya. Baik berupa bayi yang bisa bicara atau pun tanda lainnya.

Adapun kejadian bayi bisa bicara, memang benar bahwa Nabi Isa as. bisa bicara ketika masih dalam gendongan ibunya, namun lafadz bukan seperti yang disebutkan oleh Haji Safuri dalam berita di Republika itu. Di dalam Al-Quran Al-Karim, lafadz yang diucapkan oleh nabi Isa as adalah sebuah keterangan tentang siapa diri beliau dan kedudukannya. Beliau as. berkata:

Sesungguhnya Aku adalah hamba Allah, Dia telahmember kepadaku Al-Kitab dan menjadianku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam: 30-33)

Selain ayat ini juga ada ayat lain yang juga memberi keterangan tentang bahw nabi Isa as berkata-kata sewaktu masih bayi.

Ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al-Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan,dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.(QS. Ali Imran: 45-46)

Namun sesungguhnya bukan hanya nabi Isa as. saja yang pernah mengalaminya. Tapi ada beberapa bayi lainnya yang juga pernah mampu berbicara ketika masih di dalam buaian.

Misalnya bayi dalam kisah Juraij al-'Abid, yang difitnah oleh orang-orang telah berzina dengan wanita dan melahirkan anak. Padahal wanita itu berzina dengan laki-laki lain. Juraij tidak mampu memberikan bukti yang dapat membela dirinya. Atas izin Allah, bayi dalam gendongan wanita yang menuduhnya berzina itu kemudian bisa berbicara dan mengatakan bahwa ayahnya bukanlah Juraij, melainkan laki-laki lainnya.

Kisah Juraij yang ahli ibadah ini tertuang di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Kisah bayi bicara lainnya adalah bayi yang ibunya akan ikut dibakar dalam kisah ashhabul uhkdud. Bayi itu berkata dalam gendongan ibunya, "Wahai ibuda, bersabarlah, sesungguhnya kita berada dalam kebenaran." Kisah ini bisa kita dapati di dalam shahih Muslim.

Sedangkan di dalam hadits riwayat Al-Baihaqi, disebutkan juga tentang kisah Masyithah yang bekerja sebagai tukang sisir istri Fir'aun. Ketika sisirnya jatuh, spontan dia berujar, "Bismillah." Ketahuanlah bahwa dirinya seorang muslim, maka Fir'uan memerintahkannya agar dimasukkan ke dalam api. Sesaat sebelum diceburkan, bayinya yang masih dalam gendonga itu atas izin Allah bisa bicara, yang intinya memberi semangat kepada ibunya untuk tabah menghadapi cobaan.

Di dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa orang yang menjadi saksi yang membela kasus Nabi Yusuf as ketika dituduh telah berlaku serong dengan Zulaikha, istri Al-Aziz. Konon saksi ini pun dibunuh dan sebelumnya telah terjadi keajaiban, yaitu bayi bisa bicara.

Dan riwayat lainnya lagi adalah kisah Nabi Zakaria yang dibunuh oleh musuh-musuhnya yang ingkar kepada ajaran Allah.

Semua kisah itu bisa kita baca pada tafsir Al-Qurthubi tentang tafsir surat Ali Imran, juga di dalam kitab Riyadhushshalihin halaman 134dan juga kitab Hayatul Hayawan jilid 1 halaman 70.

Adapun di masa sekarang ini, bila ada bayi bisa bicara, tentu atas izin Allah SWT. Namun bukan berarti menjadi sebuah pertanda bahwa Nabi Isa as. akan sebentar lagi datang.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?
17 March 2006, 01:58 | Shalat | 9.286 views
Bolehkah Beribadah Karena Mengejar Pahala?
15 March 2006, 07:17 | Umum | 5.962 views
Khilafah Yang Kita Idamkan...
15 March 2006, 07:13 | Negara | 6.130 views
MLM yang Bagaimana yang Dibolehkan?
15 March 2006, 04:36 | Muamalat | 13.032 views
Asuransi Jiwa 'Prudential Life' dalam Kacamata Islam
15 March 2006, 03:19 | Muamalat | 6.925 views
Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan?
14 March 2006, 06:21 | Aqidah | 13.031 views
Memakai 'Sikep' Bolehkah Menurut Islam?
14 March 2006, 05:59 | Aqidah | 6.392 views
Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?
13 March 2006, 03:46 | Jinayat | 5.462 views
Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji | 5.037 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat | 5.355 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah | 6.066 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat | 5.269 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat | 5.474 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 4.999 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat | 13.229 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah | 6.192 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat | 5.691 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih | 6.896 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Quran | 6.108 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Nikah | 7.260 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,818,376 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img