Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh? | rumahfiqih.com

Adakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh?

Sat 6 September 2008 11:23 | Quran | 7.460 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wbwb

Apakah ada di dalam al-Quran atau Hadits nasikh mansukh?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nasakh secara bahasa maknanya adalah izaalah yaitu menghilangkan. Dan penerapannya pada memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangakn makna nasakh secara istilah adalah mengangkat (membatalkan) hukum syari dengan dengan khitab syari.

Namun untuk bisa dibenarkan adanya nasakh, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  1. Bahwa hukum perkara yang dinasakh (dibatalkan) adalah hukum syar'i.
  2. Bahwa hukum yang menasakh (membatalkan) datangnya lebih akhir dari yang dinasakh.

Penentang dan Pendukung Nasakh

Namun tentang keberadaan masalah nasakh ini terus terang bukan sesuatu yang secara bulat diterima. Ada sebagian kalangan yang tidak menerima adanya masalah nasakh ini. Di samping pendapat umumnya ulama yang menerima keberadaannya.

a. Mereka yang Menentang Adanya Nasakh

Mereka yang menentang adanya nasakh dalam ayat-ayat Allah SWT adalah kalangan Yahudi, di mana mereka dahulu pun pernah menerima kitab dari Allah SWT. Dasar pertimbangan mereka adalah semata-mata logika, yaitu bila Allah SWT mengganti hukumnya, maka hal itu menunjukkan bahw Allah SWT itu tidak Mengetahui apa-apa yang akan terjadi. Dan hal itu mustahil terjadi pada Allah SWT.

Padahal di dalam Taurat mereka pun ada juga kasus nasakh yang pada dasarnya sudah mereka terima tanpa sadar. Misalnya Taurat mengakui bahwa dahulu Allah SWT membolehkan kepada umat nabi Adam as untuk menikah dengan saudara kandung, lalu pada syariat mereka hal itu dirubah dan dihapuskan. Juga diharamkannya banyak jenis binatang dalam syariat mereka setelah sebelumnya dihalalkan.

b. Berlebihan dalam Menerapkan Nasakh

Dan berseberangan dengan Yahudi ada kelompok Rawafidh yang merupakan pecahan dari kelompok Syiah, yang justru berlebihan dalam mengaplikasikan nasakh, hingga sampai batas menerima logika bahwa Allah SWT itu tidak mengerti dan tidak tahu apa yang akan terjadi.

c. Yang Menerima Adanya Nasakh dengan Terbatas

Para ulama dari kalangan jumhur sepakat bahwa dalam wahyu Allah SWT adalah nasakh dan mansukh. Keberadaannya adalah kehendak Allah SWT dan sama sekali bukan mencerminkan ketidak-tahuan Allah SWT atas apa yang akan terjadi. Dan merupakan hak Allah SWT untuk mengubah perintah-Nya sendiri, membatalkannya atau menambahkannya kepada hamba-Nya. Justru adanya nasakh dan mansukh itu menunjukkan kekuasan-Nya dan Kemahakuasaan-Nya. Sama sekali tidak ada yang kurang dan hina dari apa yang Dia lakukan.

Selain itu, adanya perubahan atas ayat Allah SWT dan perubahan hukumnya memang telah ditegaskan di dalam Al-Quran Al-Karim:

Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Baqarah: 106)

Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja." Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS. An-Nahl: 101)

Adalagi orang yang menerima nasakh tapi dengan membedakan rinciannya. Yaitu Abu Muslim Al-Ashfahani, seorang mufassir Al-Quran Al-Karim dan juga penganut paham mu'tazilah. Dia mengatakan bahwa nasakh itu secara logika bisa diterima tapi secara syariat tidak bisa.

Namun yang paling kuat dan paling rajih adalah pendapat dari jumhur ulama bahwa nasakh itu memang ada dan sama sekali tidak mengurangi Keagungan Allah SWT. Namun untuk bisa menetapkan sebuah ayat atau hadits itu dinasakh atau tidak, harus ada dalil landasan dan keterangan yang kuat.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan
6 September 2008, 10:16 | Aqidah | 6.096 views
Shalat di Mushalla Ahmadiyah
6 September 2008, 03:16 | Shalat | 6.708 views
Apakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih
17 June 2008, 22:24 | Wanita | 44.053 views
Apakah Sujud Tilawah Itu?
17 June 2008, 01:00 | Shalat | 10.360 views
Penasaran dengan Kelompok Ingkarussunnah
16 June 2008, 07:36 | Hadits | 6.408 views
Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran
16 June 2008, 07:33 | Shalat | 11.279 views
Halalkah Darah Gusdur?
14 June 2008, 02:10 | Negara | 8.280 views
Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam
13 June 2008, 00:21 | Mawaris | 6.342 views
Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah
10 June 2008, 23:17 | Negara | 8.445 views
Kagum kepada Ahmadinejad?
10 June 2008, 00:31 | Negara | 6.949 views
Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
9 June 2008, 01:32 | Kontemporer | 5.220 views
Banci Menjadi Imam
8 June 2008, 23:36 | Kontemporer | 6.336 views
Arah Kiblat yang Sedikit Melenceng
8 June 2008, 01:01 | Shalat | 7.429 views
Ikut Casting Film Ketika Cinta Bertasbih
6 June 2008, 23:36 | Umum | 5.757 views
Anarki dan Mengisi Kekebalan Tubuh
6 June 2008, 00:25 | Umum | 6.710 views
Menggunakan Fasilitas Kantor
4 June 2008, 22:47 | Muamalat | 7.222 views
DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya
4 June 2008, 00:52 | Shalat | 6.308 views
Kenapa FPI Anarikis?
3 June 2008, 00:17 | Kontemporer | 7.079 views
Apakah Pembagian Waris di Keluarga Saya Bisa Dibenarkan?
1 June 2008, 23:10 | Mawaris | 6.704 views
Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
31 May 2008, 21:17 | Hadits | 6.817 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,801,925 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img