Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Warisan dari Ibu yang Masih Hidup | rumahfiqih.com

Warisan dari Ibu yang Masih Hidup

Thu 23 March 2006 04:34 | Mawaris | 5.339 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.

Pak Ustadz, kami berkeluarga tiga orang semuanya perempuan. ayah kami sudah lama meninggal. Tinggal ibu kami yang masih hidup. Ibu saya mempunyai rumah yang cukup besar.

Yang saya ingin tanyakan.

1. Ibu saya berniat rumah itu akan diwariskan/wasiatkan kepada saya sebagai anak yang paling bungsu, bisa tidak?

2. Pembagian warisan yang bagaimana kalau kami tidak mempunyai saudara laki-laki?

3. Untuk ibu saya hukumnya bagaimana sebab dia tetap kekeh rumah itu untuk saya (anak bungsu).

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Kalau rumah itu milik ayah, tentu saja ibu tidak boleh memberikan begitu saja. Namun harus dibagi sesuai dengan aturan pembagian waris. Akan tetapi bila rumah itu memang 100% milik ibu, bila beliau menghendaki rumah itu diberikan kepada anda sebagai anaknya, namanya bukan warisan. Tetapi namanya hibah.

Hibah itu pemberian, boleh diberikan kepada siapa saja, baik ahli warisnya sendiri atau pun orang lain. Namanya juga pemberian, maka boleh diberikan kepada siapa saja. Besarnya pun tidak ada batasan, boleh sebagian dan boleh seluruhnya. Syaratnya hanya satu, yang memberi dan yang diberi keduanya masih hidup.

Sebab kalau pemberian itu baru dilaksanakan sesudah wafat, namanya bukan hibah tetapi wasiat. Si ibu berwasiat bahwa bila beliau wafat, rumah miliknya akan menjadi milik anda. Dan cara ini hukumnya haram. Sebab anda adalah ahli waris beliau. Sebagai ahli waris, anda tidak boleh menerima wasiat. Yang boleh adalah menerima warisan, di mana ketentuan dan besarannya sudah jelas.

Kalau pun ibu menghendaki rumah itu menjadi milik anda, harus dibagi dengan saudara anda secara aturan warisan.

2. Adapun masalah pembagian warisan dari harta milik ayah anda, ahli warisannya adalah ibu anda sebagai istri. Beliau mendapat 1/8 dari total harta peninggalan milik ayah. Atau sama dengan 12,5% dari total nilainya.

Sedangkan anda bertiga yang perempuan semua, bertiga mendapatkan 2/3 dari total harta peninggalan ayah. Silahkan angka 2/3 itu anda bagi menjadi tiga bagian sama besar untuk masing-masing. Maka masing-masing anak perempuan akan mendapat 2/3 x 1/3 = 2/9 bagian.

Setelah diambil 1/8 dan 2/3 pertiga, maka harta peninggalan ayah sekarang tersisa tinggal sedikit. Yaitu:

1 - (1/8 + 2/3) = sisa

1 - (3/24 + 16/24) = sisa

1 - 19/24 = sisa

24/24 - 19/24 = 5/24.

Harta itu tersisa tinggal 5/24 bagian. Buat siapakah harta ini?

Harta sisa ini menjadi hak para ashabah. Sebagai contoh,saudara almarhum, paman (saudara kandung ayah) dan lainnya. Pengertian 'ashabah yang sangat masyhur di kalangan ulama faraid ialah orang yang menguasai harta waris karena ia menjadi ahli waris tunggal. Selain itu, ia juga menerima seluruh sisa harta warisan setelah ashhabul furudh menerima dan mengambil bagian masing-masing.

Misalnya almarhum ayah punya lima saudara laki semua atau perempuan semua, maka mereka akan mendapat masing-masing 1/24 bagian. Tapi kalau campuran laki dan perempuan, maka harus dibagi lagi dengan ketentuan yang laki-laki mendapat 2 kali lebih besar dari yang perempuan.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
23 March 2006, 04:25 | Aqidah | 7.286 views
Non Muslim Keturunan Masuk Neraka, Adilkah?
21 March 2006, 05:13 | Umum | 5.270 views
Bursa Saham
21 March 2006, 03:38 | Muamalat | 8.872 views
Urutan Wali Nikah
17 March 2006, 03:30 | Nikah | 11.433 views
Kapan Ruh Ditiupkan Ke Manusia?
17 March 2006, 03:27 | Aqidah | 38.267 views
Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara
17 March 2006, 03:23 | Umum | 6.277 views
Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?
17 March 2006, 01:58 | Shalat | 9.902 views
Bolehkah Beribadah Karena Mengejar Pahala?
15 March 2006, 07:17 | Umum | 6.319 views
Khilafah Yang Kita Idamkan...
15 March 2006, 07:13 | Negara | 6.553 views
MLM yang Bagaimana yang Dibolehkan?
15 March 2006, 04:36 | Muamalat | 14.107 views
Asuransi Jiwa 'Prudential Life' dalam Kacamata Islam
15 March 2006, 03:19 | Muamalat | 7.334 views
Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan?
14 March 2006, 06:21 | Aqidah | 16.253 views
Memakai 'Sikep' Bolehkah Menurut Islam?
14 March 2006, 05:59 | Aqidah | 6.598 views
Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?
13 March 2006, 03:46 | Jinayat | 5.810 views
Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji | 5.323 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat | 5.624 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah | 6.413 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat | 5.537 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat | 5.789 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara | 5.246 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,079,912 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-10-2019
Subuh 04:13 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img