Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mendekati Zina atau Sudah Melakukan Zina? | rumahfiqih.com

Mendekati Zina atau Sudah Melakukan Zina?

Mon 3 April 2006 03:32 | Jinayat | 5.888 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.


Yth Ust. Ahmad Sarwat,
Alhamdulillah saya akhirnya dapat memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan ke Ustadz.
Dari kecil saya di didik dilingkungan yang Insya Allah Sholeh, saat ini saya sudah menikah dan sudah dikaruniai anak.

Ustadz saya merasa sangat terpukul atas kekhilafan yang menimpa saya. Saya memiliki teman yang mengajak ke diskotik, pada awalnya saya tidak menikmati sama sekali dan sebenarnya saya tidak suka. Namun yang kedua dan ketiga kalinya saya mengikuti ajakan teman, dan ternyata saya jadi suka. Yang lebih parah lagi saya telah melakukan perbuatan suatu hubungan percumbuan sampai saling memperlihatkan auratnya, mohon maaf. Memang tidak sampai melakukan penetrasi dan saya tetap mencoba untuk tidak melakukan hubungan intim.

Saya sangat menyesal mengapa saya melakukan hal itu. Bayang-bayang dosa selalu melintas dibenak saya. Saya kadang berfikir se-akan akan sudah tidak berguna lagi, baik dihadapan Istri ataupun keluarga. Sejak kejadian itu saya berkomitmen utk tidak pernah mengulangi lagi dan saya menjauhi teman yang pernah mengajak ke diskotik tersebut.

Ustadz, apakah saya sudah melakukan perzinahan? Haruskah kejadian ini saya ceritakan ke istri saya? Saya takut keluarga saya akan berantakan gara-gara saya menceritakan ke istri. Sampai saat ini saya sangat mencintai istri dan anak dan takut berpisah dengan mereka.

Demi Allah Ustadz, saya tidak akan mengulangi lagi kejadian itu. Sengaja saya lakukan sumpah dihadapan ustadz sebagai salah satu motivasi saya di samping takut kepada Allah agar tidak mengulangi lagi. Sejak melakukan kekhilafan tersebut, saya saat ini berusaha untuk selalu lebih baik, sholat tepat waktu dan berjamaah, berusaha memalingkan muka dihadapan wanita non-muhrim.

Ustadz tolong saya, agar kepercayaan diri saya sebagai muslim dan cita-cita saya menjadi sholeh dan mati masuk syurga dapat terwujud. Mohon Bantuan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah saya sudah melakukan perzinahan? Dapatkah saya diampuni oleh Allah SWT atau haruskah saya dirajam?
2. Haruskah saya ceritakan ke istri saya?
3. Bagaimana supaya saya dapat melupakan perbuatan dosa yang pernah saya lakukan tersebut? Terusterang hal ini sangat mengganggu kekhusukan Ibadah saya.

Terimakasih,

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wahai hamba Allah yang pernah berbuat khilaf,
Ketahuilah bahwa syetan itu punya kecerdasan khusus dalam memasang perangkap. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka semakin lihai pula trik yang digunakan syetan. Jebakan yang dipersiapka syetan adalah jebakan yang berlapis, sehingga mampu membuat orang yang beriman khilaf dan terperosok di dalamnya.

Memang seharusnya ketika ajakan pertama masuk ke diskotik anda terima, yang harus anda lakukan saat itu adalah menolaknya, dengan alasan apapun. Tempat-tempat seperti itu seharusnya sejak awal dihindari oleh seorang muslim. Sebab sejak awal pendiriannya, memang sudah diniatkan sebagai tempat untuk melakukan kemungkaran dan kemaksiatan. Memang di tempat seperti itulah syetan melakukan pesta dan menebar racunnya.

Ajakan teman anda itu seharusnya anda lihat sebagai lambaian tangan syetan yang sedang bekerja keras memperbanyak jamaahnya menuju persinggahan terkutuk, yaitu neraka. Tentu saja berjuta hiasan dan rayuan ditiupkan di benak para calon korban. Mungkin kali pertama, anda masih merasa asing dengan diskotik, tapi syetan itu sangat penyabar dan bermental baja. Dia dengan telaten memasang perangkap tanpa pernah terburu-buru meraih hasil. Pada kali kedua dan berikutnya, syetan mulai lebih aktif lagi untuk mendapatkan korban, sehingga sampailah ke satu titik di mana seseorang mulai terjerat.

Masih untung Allah SWT mau memberikan hidayah dan peringatan ke dalam benak korbannya. Akan tetapi semua akan kembali kepada korban sendiri. Apakah dia tetap terlena dengan bujuk rayu syetan ataukah dia cepat tersadar.

Kalau sekarang ini anda sempat tersadar atas kesalahan, ketahuliah bahwa sebenarnya target akhir yang dipasang seytan masih jauh. Bukan sekedar percumbuan seperti yang anda ceritakan, tetapi juga sampai kepada bentuk perzinaan sesungguhnya, bahkan kerusakan rumah tangga, perceraian, menelantarkan anak-anak, merusak hubungan keluarga, bahkan merenggut ketenangan hidup. Dan yang lebih jauh, tujuan syetan adalah menjadikan diri dan kehidupan korbannya menjadi sia-sia. Sampai pada akhirnya membuatnya menyesal pernah dilahirkan di dunia.

Ketahuilah bahwa anda sekarang beruntung baru terperosok sebelah kaki. Belum lagi seluruh tubuh dan terkubur hidup-hidup. Karena itu yang perlu anda lakukan adalah bertobat kepada Allah SWT, dimulai dengan menghentikan sekarang juga apa yang telah anda lakukan. Termasuk menolk ajakan teman anda untuk kembali masuk diskotik.

Sesudah itu sebaiknya anda lupakan dosa itu dan jangan ceritakan kepada siapapun juga, termasuk istri anda. Sebab ketika seseorang melakukan dosa dan Allah SWT menutupinya dari pengetahuan orang lain, kemudian dia sendiri malah bercerita ke mana-mana, maka jadilah dosa itu terkuak kembali. Yang tadinya Allah SWT sudah mengampuni, kemudian berkembang menjadi dosa baru lagi, yaitu fitnah dan pertengkaran anda dengan istri.

Maka tidak ada syarat pengampunan dosa dari Allah dengan keharusan pengakuan dosa kepada sesama manusia. Bahkan tidak juga kepada ulama atau ustadz. Semakin sedikit yang mengetahui dosa itu, semakin besar kemungkinan Allah SWT mengampuninya. Dan semakin tersebar berita dosa itu, maka justru semakin jauh dari ampunan.

Islam tidak seperti agama lain di mana pengampunan itu mensyaratkan pengakuan dosa di depan seorang tokoh agama. Di dalam masjid tidak pernah ada bilik untuk pengakuan dosa. Yang ada hanyalah pengakuan yang ditujukan langsung kepada Allah SWT. Sedangkan manusia lain termasuk istri atau siapapun, tidak perlu diceritakan.

Kalau anda takut pada api neraka dan ingin bertaubat, lakukanlah sendirian. Tidak perlu berbagi rasa berdosa kepada orang lain.

Sedangkan apakah anda harus dirajam atau tidak, secara hukum fiqih telah diberikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

  1. Hukum rajam hanya berlaku bila zina itu memenuhi kriteria masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang tidak halal baginya. Bila tidak sampai masuk, meski termasuk zina dan tetap berdosa, namun tidak berlaku hukuman rajam.
  2. Pelakunya adalah seorang muslim yang sudah sudah baligh dan pernah melakukan hubungan seksual yang halal sebelumnya lewat pernikahan. Bila belum pernah melakukan hubungan seksual halal sebelum, katakanlah masih perjaka belum pernah menikah, maka hukumannya adalah cambuk 100 kali plus pengasingan selama setahun.
  3. Zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang menerapkan syariah Islam secara resmi dan formal, serta diakui keberlakuannya oleh pemerintah yang sah dan berdaulat di wilayah itu.
  4. Kasus perbuatan zina yang nista itu harus dinaikkan ke dalam sebuah pengadilan syariah lewat pengakuan pelakunya.
  5. Atau lewat adanya laporan dari 4 orang saksi yang muslim dan baligh, di mana keempatnya melihat masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita secara bersama-sama dalam satu waktu dan pada satu kejadian yang sama.
Bila syarat itu tidak terpenuhi, maka hukum rajam tidak bisa diberlakukan secara hukum fiqih. Tinggallah pelaku zina itu bertaubat langsung kepada Allah SWT atas dosa yang pernah dilakukannya.

 

Wallahu a'lam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Beda Hadits Qudsi dengan Al-Quran
3 April 2006, 03:26 | Hadits | 5.161 views
Akankah Kita Dipertemukan dengan Keluarga di Surga?
29 March 2006, 09:25 | Aqidah | 5.875 views
Dakwah Tetapi Melupakan Mencari Nafkah
29 March 2006, 02:02 | Kontemporer | 4.989 views
Menjadi Makmum Orang yang Munafik
29 March 2006, 01:58 | Shalat | 5.350 views
Bakar Kemenyan di Kolong Jenazah, Bolehkah?
29 March 2006, 01:56 | Aqidah | 6.062 views
Pergerakan Islam Dituduh Bid'ah dan Tidak Akan Selamat dari Neraka
28 March 2006, 02:53 | Kontemporer | 5.586 views
Batas Penggunaan Infak Masjid
27 March 2006, 06:11 | Kontemporer | 5.276 views
Benarkah Orang Beriman Boleh Minum Khamar di Surga?
27 March 2006, 06:08 | Aqidah | 5.707 views
Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu
24 March 2006, 02:29 | Thaharah | 6.058 views
Dosakah Kita Membaca Al-Quran Mengabaikan Tajwid?
24 March 2006, 02:23 | Quran | 6.969 views
Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih...!?
24 March 2006, 02:20 | Hadits | 6.204 views
Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad
23 March 2006, 05:00 | Haji | 5.163 views
Hidup Bersama Tanpa Nikah Tidak Mau Tanggung-jawab
23 March 2006, 04:55 | Nikah | 4.813 views
Warisan dari Ibu yang Masih Hidup
23 March 2006, 04:34 | Mawaris | 4.976 views
Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
23 March 2006, 04:25 | Aqidah | 6.749 views
Non Muslim Keturunan Masuk Neraka, Adilkah?
21 March 2006, 05:13 | Umum | 4.964 views
Bursa Saham
21 March 2006, 03:38 | Muamalat | 8.327 views
Urutan Wali Nikah
17 March 2006, 03:30 | Nikah | 9.654 views
Kapan Ruh Ditiupkan Ke Manusia?
17 March 2006, 03:27 | Aqidah | 14.681 views
Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara
17 March 2006, 03:23 | Umum | 5.940 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,845,062 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img