Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bakar Kemenyan di Kolong Jenazah, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Bakar Kemenyan di Kolong Jenazah, Bolehkah?

Wed 29 March 2006 01:56 | Aqidah | 6.453 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ahlan wasahlan,ama ba'du. Kepada pak ust. Ahmad Sarwat, Lc., ana mau bertanya nih. Di Surabaya, setiap ada orang meninggal dunia, kalau jenazahnya disemayamkan di rumah duka, selalu di bawah tempat tidurnya ada yang namanya dupa/kemenyan Gunung Kawi. Waktu saya tanyakan kepada orang-orang, kata mereka, itu dupa untuk mencegah supaya si jenazah tidak mengeluarkan bau yang busuk.
Nah, pertanyaan dari saya: Apakah perbuatan ini dibenarkan oleh agama Islam? Terus terang saja soal agama saya masih ada kekurangan, dan saya belum punya kitab al-hadist. Harap pak ust bersedia membantu saya.

wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bila tujuannya semata-mata agar jenazah itu tidak mengeluarkan bau busuk, tentu saja alasan itu bisa diterima. Dan memang seharusnya jenazah itu segera dimandikan dan dikafankan, agar tidak mengeluarkan bau yang kurang sedap.

Dan dalam memandikan jenazah, memang dianjurkan untuk menggunakan kapur barus atau benda-benda sejenisnya. Salah satu tujuannya memang untuk menghilangkan bau.

Dan lebih baik lagi bila jenazah itu segera dimakamkan. Tidak baik membiarkan jenazah terlalu lama disemayamkan. Kalau sekedar menunggu kira-kira seharian, lantaran ada sanak famili yang berupaya mengejar agar dapat menyaksikan untuk terakhir kalinya, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai berhari-hari hingga jenazah itu sendiri sampai mulai membusuk, sebaiknya dihindari saja.

Adapun pemakaian dupa dan sejenisnya, memang seringkali bisa menimbulkan salah duga. Sebab dupa dan sejenisnya, memang agak dekat dengan bentuk-bentuk perdukunan atau penyembahan kepada roh. Meski pun sebenarnya tetap berbeda.

Kalau dupa dan kemenyan itu kemudian dipercaya sebagai bentuk ritual untuk mengusir arwah jahat tertentu, atau gangguan dari makhluk halus lainnya, tentu saja itu adalah mistik yang perlu diberantas. Sebab seorang yang telah wafat, ruhnya telah kembali menghadap kepada Allah SWT dan berpindah ke alam yang lain.

Karena pada hakikatnya, yang namanya kematian itu adalah perpindahan seseorang dari alam dunia ini ke alam lain, yaitu alam barzakh. Jenazahnya yang ada di dunia ini memang tidak ikut dan akan hancur dimakan tanah. Namun buat Allah SWT, sangat tidak sulit untuk memberinya jasab baru di alam lain itu. Sehingga di alam barzakh itu dia tetap bisa merasakan kenikmatan surgawi yang dijanjikan, atau merasakan pedihnya azab kubur bila sekiranya dia calon penghuni neraka.

Maka ruh seseorang yang mati itu tidak punya urusan untuk kembali lagi ke jasadnya semula, kecuali atas izin dan kehendak Allah SWT. Sehingga dupa dan kemenyan bila diyakini untuk membuat arwah tenang atau tidak diganggu dengan arwah lainnya, justru sebuah kesalahan.

Yang benar agar arwah seseorang itu tenang di alam kubur adalah dengan memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosanya. Juga dengan mendoakannya agar diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT. Bila dia punya hutang, maka bayarkanlah sesegera mungkin. Dan bila pernah bersalah kepada orang lain, mintakanlah maaf darinya.

Dan meski ada sedikit perbedaan pendapat, namun sebagian besar ulama menyatakan bahwa kita bisa membacakan ayat Al-Quran Al-Karim, di mana pahala bacaan itu kita niatkan agar disampaikan kepada almarhum yang sudah di alam barzakh. Agar diluaskan kuburnya, diterangi dengan cahaya dan dijadikan sebagai taman dari taman-taman surga.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pergerakan Islam Dituduh Bid'ah dan Tidak Akan Selamat dari Neraka
28 March 2006, 02:53 | Kontemporer | 6.057 views
Batas Penggunaan Infak Masjid
27 March 2006, 06:11 | Kontemporer | 5.753 views
Benarkah Orang Beriman Boleh Minum Khamar di Surga?
27 March 2006, 06:08 | Aqidah | 6.307 views
Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu
24 March 2006, 02:29 | Thaharah | 6.712 views
Dosakah Kita Membaca Al-Quran Mengabaikan Tajwid?
24 March 2006, 02:23 | Quran | 8.151 views
Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih...!?
24 March 2006, 02:20 | Hadits | 8.146 views
Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad
23 March 2006, 05:00 | Haji | 5.533 views
Hidup Bersama Tanpa Nikah Tidak Mau Tanggung-jawab
23 March 2006, 04:55 | Nikah | 5.137 views
Warisan dari Ibu yang Masih Hidup
23 March 2006, 04:34 | Mawaris | 5.496 views
Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
23 March 2006, 04:25 | Aqidah | 8.536 views
Non Muslim Keturunan Masuk Neraka, Adilkah?
21 March 2006, 05:13 | Umum | 5.372 views
Bursa Saham
21 March 2006, 03:38 | Muamalat | 9.081 views
Urutan Wali Nikah
17 March 2006, 03:30 | Nikah | 12.447 views
Kapan Ruh Ditiupkan Ke Manusia?
17 March 2006, 03:27 | Aqidah | 47.656 views
Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara
17 March 2006, 03:23 | Umum | 6.409 views
Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?
17 March 2006, 01:58 | Shalat | 10.120 views
Bolehkah Beribadah Karena Mengejar Pahala?
15 March 2006, 07:17 | Umum | 6.428 views
Khilafah Yang Kita Idamkan...
15 March 2006, 07:13 | Negara | 6.711 views
MLM yang Bagaimana yang Dibolehkan?
15 March 2006, 04:36 | Muamalat | 14.655 views
Asuransi Jiwa 'Prudential Life' dalam Kacamata Islam
15 March 2006, 03:19 | Muamalat | 7.509 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,127,749 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

7-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:12 | Maghrib 18:02 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img