Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Akankah Kita Dipertemukan dengan Keluarga di Surga? | rumahfiqih.com

Akankah Kita Dipertemukan dengan Keluarga di Surga?

Wed 29 March 2006 09:25 | Aqidah | 6.099 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pak Ustadz, saya ingin menanyakan apakah ikatan keluarga yang berlaku di dunia juga akan berlaku pula di surga dan apakah umat Islam akan berkumpul dengan Rasullullah di surga?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di surga nanti, kecuali lewat pemberitahuan resmi dari Allah SWT atau lewat Rasulullah SAW. Maka kita tidak tahu, apakah nanti kita akan dipertemukan lagi dengan keluarga atau tidak, kecuali kalau kita telusuri ayat demi ayat di dalam Al-Quran atau lembar-lembar demi lembar kitab hadits nabawi.

Dan alhamdulillah, ternyata di dalam Al-Quran Al-Kariem, terdapat satu ayat di mana Allah SWT menyebutkan keterangan tentang pengumpulan orang-orang yang beriman dengan keluarga mereka di surga. Yaitu seorang yang telah masuk surga, diberikan kenikmatan tambahan, yaitu dikumpulkannya keluarganya bersama di dalam surga.

Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan Kami kumpulkan anak cucu mereka dengan mereka. Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS Ath-Thuur: 21)

Tapi pengumpulan seseorang dengan keluarganya ini ada syaratnya. Yaitu keluarganya atau anak keturunannya itu adalah orang yang beriman dan memang berhak masuk surga, meski tidak sama derajatnya. Adapun bila tidak masuk surga, tentu saja tidak bisa berkumpul. Karena tempatnya di neraka. Tentu kedua belah pihak tidak akan bisa dipertemukan.

Adapun bila sama-sama di surga, meski lain level, insya Allah ada fasilitas untuk bisa berkumpul. Meski kita pun tidak tahu apakah bersifat seterusnya ataukah sekedar sesaat saja.

Sebagaimana kita ketahui bahwa surga itu punya beberapa level. Setiap orang akan menempati level sesuai dengan timbangan amalnya selama di dunia ini. Siapa yang timbangan amalnya berat, maka dia akan menempati level yang lebih tinggi. Sebaliknya, siapa yang timbangan amalnya ringat, meski sama-sama di srga, tapi levelnya lebih rendah.

Dengan adanya kemurahan Allah SWT, mereka yang berada di level lebih rendah bisa diupgrade ke level yang lebih tinggi, asalkan keluarganya yang berada di level lebih tinggi itu meminta kepada Allah SWT. Penjelasan seperti ini kita dapat bukan dengan mengarang atau berangan-angan, tetapi berdasarkan sabda Rasulullah SAW lewat riwayat yang marfu' sebagaimana dikatakan oleh dari Ibnu Abbas ra berikut ini:

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila para ahli surga telah memasuki surga, salah seorang mereka menanyakan tentang kedua orang tuanya atau istrinya atau keturunannya. Namun dijelaskan kepada mereka bahwa keluarganya itu tidak mendapat ganjaran seperti yang diterimanya. Maka orang itu berkata, "Ya Tuhan, sesungguhnya dahulu aku beramal bukan hanya untuk diriku saja tapi juga untuk keluargaku." Maka diperintahkan untuk mengumpulkan keluarganya itu kepadanya.

Di dalam kitab An-Nasikh wal Mansukh disebutkan dari An-Nahhas secara marfu' bahwa diriwayatkan dari Abi Said bin Jubair dari Ibni Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah SWT meninggikan derajat anak cucu (keturuanan) orang beriman agar dapat bersamanya di dalam surga. Meskipun anak keturunan itu tidak sampai derajatnya karena kurangnya amal. Pertemuan ini sebagai bentuk penyejuk mata bagi orang beriman tersebut.." Kemudia beliau membaca potongan ayat: "Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan Kami kumpulkan anak cucu mereka dengan mereka...."

Marilah kita berdoa agar di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam surga, lalu bisa dikumpulkan bersama saudara-saudara kita di dalam level yang lebih tinggi. Dan marilah kita takut kepada Allah SWT dari melakukan pelanggaran dan larangan dari-Nya, agar jangan sampai kita malah terperosok masuk ke dalam neraka. Nauzubillahi min zalik

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat. Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Dakwah Tetapi Melupakan Mencari Nafkah
29 March 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.181 views
Menjadi Makmum Orang yang Munafik
29 March 2006, 01:58 | Shalat | 5.548 views
Bakar Kemenyan di Kolong Jenazah, Bolehkah?
29 March 2006, 01:56 | Aqidah | 6.259 views
Pergerakan Islam Dituduh Bid'ah dan Tidak Akan Selamat dari Neraka
28 March 2006, 02:53 | Kontemporer | 5.847 views
Batas Penggunaan Infak Masjid
27 March 2006, 06:11 | Kontemporer | 5.505 views
Benarkah Orang Beriman Boleh Minum Khamar di Surga?
27 March 2006, 06:08 | Aqidah | 5.960 views
Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu
24 March 2006, 02:29 | Thaharah | 6.400 views
Dosakah Kita Membaca Al-Quran Mengabaikan Tajwid?
24 March 2006, 02:23 | Quran | 7.601 views
Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih...!?
24 March 2006, 02:20 | Hadits | 6.718 views
Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad
23 March 2006, 05:00 | Haji | 5.362 views
Hidup Bersama Tanpa Nikah Tidak Mau Tanggung-jawab
23 March 2006, 04:55 | Nikah | 5.002 views
Warisan dari Ibu yang Masih Hidup
23 March 2006, 04:34 | Mawaris | 5.244 views
Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
23 March 2006, 04:25 | Aqidah | 7.145 views
Non Muslim Keturunan Masuk Neraka, Adilkah?
21 March 2006, 05:13 | Umum | 5.206 views
Bursa Saham
21 March 2006, 03:38 | Muamalat | 8.750 views
Urutan Wali Nikah
17 March 2006, 03:30 | Nikah | 10.908 views
Kapan Ruh Ditiupkan Ke Manusia?
17 March 2006, 03:27 | Aqidah | 31.446 views
Bayi Berumur 24 Hari Bisa Bicara
17 March 2006, 03:23 | Umum | 6.191 views
Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?
17 March 2006, 01:58 | Shalat | 9.762 views
Bolehkah Beribadah Karena Mengejar Pahala?
15 March 2006, 07:17 | Umum | 6.236 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,255,835 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img