Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Adakah? | rumahfiqih.com

Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Adakah?

Sat 20 October 2007 04:52 | Hadits > Status Hadits | 10.572 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr, wb.

Saya sering mendengar para penceramah menyitir sebuah dalil "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina."

Bagaimana kedudukan haditsnya? Ada yang mengatakan hadits itu palsu, tapi kalau dilihat isinya kok ada benarnya?

Mohon penjelasan, ustadz.

Wassalamu'alaikum wr, wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina mungkin ada benarnya. Sebab negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan.

Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern.

Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas yang pertama kali dalam sejarah. Selain ilmu kedokteran dan pengetahuan, ilmu bela diri juga berkembang pesat di Cina. Sastra dan budaya Cina juga merupakan sebuah keunikan tersendiri.

Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidin telah bersentuhan dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa itu telah memelk agama Islam. Meski belum seluruhnya. Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina terlebih dahulu dari pada nusantara.

Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam
di tanah Jawa adalah para da'i dari negeri Cina.

Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita. Baju 'koko' konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz, dan penceramah.

Namun kalau kita kembal ke titik masalah, kalimat tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw.

Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.

1. Sanad Pertama

Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW

Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.

Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU (batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.

Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat.

2. Sanad Kedua

Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:
- dari Ahmad bin Abdullah
- dari Maslamah bin Alqashim
- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani
- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi
- dari AzZuhri
- Anas bin Malik ra
- dari nabi SAW

Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi.

3. Sanad Ketiga

Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.

Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah.

Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW.

Wallahu a'lam bisshawab.Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Hadits Pahala yang Hilang Karena Diambil Orang
20 October 2007, 04:51 | Hadits > Syarah Hadits | 9.830 views
Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda
20 October 2007, 04:50 | Puasa > Idul Fithr | 9.527 views
Bolehkah Kartu Langganan Kereta Dipakai Oleh Orang Lain?
20 October 2007, 04:45 | Muamalat > Syubhat | 5.528 views
Apakah Memancing Ikan Termasuk Menyiksa Hewan
20 October 2007, 04:44 | Umum > Hukum | 8.762 views
Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang
20 October 2007, 04:43 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.055 views
Masalah Halaqoh dengan Murobbi Lawan Jenis
20 October 2007, 04:42 | Wanita > Hukum | 6.172 views
Shalat Tepat Waktu atau Setelah Jam Kerja?
20 October 2007, 04:40 | Shalat > Waktu Shalat | 8.289 views
Apakah Syetan dan Malaikat Adalah Petugas Allah?
20 October 2007, 04:38 | Aqidah > Malaikat | 6.476 views
Makan Bersama Keluarga Non-Muslim
20 October 2007, 04:37 | Kuliner > Non Muslim | 6.675 views
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
20 October 2007, 04:36 | Puasa > Ramadhan | 9.667 views
Teh Kombucha, Halal atau Haram?
20 October 2007, 04:34 | Kuliner > Alkohol | 19.786 views
Berhutang untuk Pergi Haji
18 October 2007, 21:12 | Haji > Kemampuan | 6.043 views
Keluar dari Kelompok Sesat
18 October 2007, 04:53 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 5.167 views
Menjadikan Ceramah Sebagai Profesi
17 October 2007, 22:30 | Kontemporer > Fenomena sosial | 8.951 views
Ingin Belajar Ilmu Hisab di Dua Kubu yang Berbeda
17 October 2007, 00:01 | Umum > Belajar agama | 5.112 views
Memberi Sedekah kepada Pengemis yang Sehat
16 October 2007, 23:28 | Kontemporer > Fenomena sosial | 8.208 views
Mantan Pacar Berzina, Turut Berdosakah Saya?
15 October 2007, 09:26 | Pernikahan > Terkait zina | 6.778 views
Apa Itu Mazi, Mani, atau...?
15 October 2007, 09:25 | Thaharah > Najis | 8.723 views
Bagaimana Hukum Takbiran
14 October 2007, 12:41 | Kontemporer > Hukum | 9.315 views
Arti Ucapan Selamat Lebaran
13 October 2007, 22:42 | Puasa > Idul Fithr | 7.841 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,276,456 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2020
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img