Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Belajar Islam Secara Keseluruhan | rumahfiqih.com

Belajar Islam Secara Keseluruhan

Wed 5 April 2006 01:49 | Umum | 5.664 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak ustadz, saat ini saya dalam kebimbangan, selama ini saya hanya mengerjakan shalat lima waktu dan perintah Allah lainnya. Suatu saat saya bertemu dengan salah satu ulama, beliau menyarankan kepada saya untuk belajar Islam secara keseluruhan, artinya saya harus lebih mendalami lagi makna dari semuannya, kemudian saya disarankan untuk mengikuti tarekat. Yang ingin saya tanyakan, apakah benar dalam beriman kita ada tingkatannya seperti syariat, tarekat, hakikat, dan ma'rifat? Apakah hukumnya kita masuk tarekat? Mohon bantuannya segera agar saya tidak bingung, pak ustadz?

wassalam wr wb.

Dony

Jawaban :

Assalamu 'alaimu warahmatullah wabarakatuh,

Tingkatan syariat, tarekat, hakikat dan makrifat itu adalah idiom-idiom yang biasa digunakan kalangan tasawwuf atau ahli tarekat. Apa yang mereka ajarakan itu sebagiannya ada yang benar, namun tidak ada jaminan semuanya benar.

Sebab kalangan ahli taawwuf dan tarikat itu sendiri ada banyak ragamnya. Dari yang paling bersih hingga yang paling kotor. Paling bersih maksudnya adalah bersih dari beragam bentuk bid'ah dan syirik. Di mana semua yang diajarkannya selalu dilandaskan kepada riwayat dan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan masih konsekuen dengan hukum-hukum syariah.

Namun tidak sedikit di antaranya yang justru sudah menginjak-injak syariah itu sendiri serta sulit menghindarkan diri dari khurafat, bid'ah dan fenomena syirik. Bahkan boleh dibilang sudah keluar dari syariah Islam yang telah ditetapkan oleh para ulama. Sehingga idiom syariah, tarekah, makrifat dan hakikat itu hanya sekedar pemanis di bibir. Namun pada hakikatnya tidak lain merupakan sebuah pengingkaran terhadap syariah serta merupakan penyimpangan dari manhaj salafus shalih.

Kalau syariah diletakkan paling rendah, akan muncul kesan bahwa demi kepentingan tarekah, makrifat dan hakikat, syariah bisa dikesampingkan. Dan paham seperti ini berbahaya bahkan sesungguhnya merupakan bentuk pengingkaran terhadap agama Islam.

Jangan sampai ada anggapan bahwa bila orang sudah mencapai derajat makrifat apalagi hakikat, lalu dia bebas boleh tidak shalat, tidak puasa atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat itu sendiri. Kalau ajaran yang anda tanyakan itu cenderung berpikiran seperti itu, ketahuliah anda telah salah dalam memilih ulama. Kalau makrifat dan hakikat boleh menyalahi syariah, maka ulama yang anda sebut itu tidak lain adalah syetan yang datang merusak ajaran Islam.

Sebab Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan makrifat dan hakikat, beliau hanya meninggalkan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman dalam menjalankan syariah. Dan tidaklah seseorang bisa mencapai derajat makrifah dan hakikah, manakala dia meninggalkan syariah.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tentang Keistimewaan Bahasa Arab
4 April 2006, 03:40 | Umum | 5.328 views
Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?
4 April 2006, 03:36 | Aqidah | 8.005 views
Membuat Tiruan Mahluk Hidup dalam Bentuk Animasi Komputer dan Robot
4 April 2006, 03:33 | Kontemporer | 8.108 views
Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam?
3 April 2006, 03:53 | Muamalat | 6.164 views
Mendekati Zina atau Sudah Melakukan Zina?
3 April 2006, 03:32 | Jinayat | 6.401 views
Beda Hadits Qudsi dengan Al-Quran
3 April 2006, 03:26 | Hadits | 5.527 views
Akankah Kita Dipertemukan dengan Keluarga di Surga?
29 March 2006, 09:25 | Aqidah | 6.164 views
Dakwah Tetapi Melupakan Mencari Nafkah
29 March 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.246 views
Menjadi Makmum Orang yang Munafik
29 March 2006, 01:58 | Shalat | 5.601 views
Bakar Kemenyan di Kolong Jenazah, Bolehkah?
29 March 2006, 01:56 | Aqidah | 6.327 views
Pergerakan Islam Dituduh Bid'ah dan Tidak Akan Selamat dari Neraka
28 March 2006, 02:53 | Kontemporer | 5.923 views
Batas Penggunaan Infak Masjid
27 March 2006, 06:11 | Kontemporer | 5.564 views
Benarkah Orang Beriman Boleh Minum Khamar di Surga?
27 March 2006, 06:08 | Aqidah | 6.059 views
Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu
24 March 2006, 02:29 | Thaharah | 6.506 views
Dosakah Kita Membaca Al-Quran Mengabaikan Tajwid?
24 March 2006, 02:23 | Quran | 7.769 views
Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih...!?
24 March 2006, 02:20 | Hadits | 7.164 views
Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad
23 March 2006, 05:00 | Haji | 5.412 views
Hidup Bersama Tanpa Nikah Tidak Mau Tanggung-jawab
23 March 2006, 04:55 | Nikah | 5.054 views
Warisan dari Ibu yang Masih Hidup
23 March 2006, 04:34 | Mawaris | 5.336 views
Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
23 March 2006, 04:25 | Aqidah | 7.264 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,944,373 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-10-2019
Subuh 04:15 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:46 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img