Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Suami Minum Susu Istri Jadi Mahram? | rumahfiqih.com

Suami Minum Susu Istri Jadi Mahram?

Tue 14 January 2014 05:25 | Nikah | 18.631 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum war wab.

Ba'da tahmid dan shalawat, semoga ustadz senantiasa sehat dan dalam bimbingan-Nya.

Shahabat saya, pada saat istrinya awal-awal melahirkan, dia meminum ASI istrinya untuk mengurangi rasa sakit akibat ASI yang menumpuk (membengkak) karena daya hisap dan kebutuhan bayinya belum banyak. Bagaimana konsekuensi hukumnya mengingat dalam tradisi Islam dan hadits Rasul Saw, ada sepasang kekasih yang hendak menikah, tapi digagalkan karena terbukti (melalui saksi) memiliki ikatan saudara sepersusuan. Apakah hal ini juga berlaku bagi suami yang mengalir dalam darahnya, ASI istrinya. Mohon penjelasan. Jazaakal-Laahu ahsanul jazaa atas bantuannya.

Jawaban :

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Hubungan suami istri dalam Islam membolehkan suami menyusu kepada istrinya. Dan sebenarnya para ulama sudah menjelaskan apa saja syarat penyusuan yang bisa berdampak pada kemahraman seseorang dengan saudara susuannya. Yang paling penting adalah batasan usia yang menyusu. Yaitu dalam masa waktu dua tahun. Dua tahun adalah masa intensif untuk seorang bayi menyusu.

Dari Ibni Abbas ra berkata, "Penyusuan itu tidak berlaku kecuali dalam usia dua tahun" (HR. Ad-Daruquthuny).

Rasulullah SAW bersabda, "Penyusuan itu tidak berlaku kecuali apa yang bisa menguatkan tulang menumbuhkan daging." (HR. Abu Daud).

Dari Ummi Salamah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Penyusuan itu tidak menyebabkan kemahraman kecuali bila menjadi makanan dan sebelum masa penyapihan." (HR. At-Tirmizi).

Hadits terakhir menjelaskan bahwa bila telah lewat masa penyapihan seorang bayi lalu dia menyusu lagi, maka bila dia menyusu lagi tidak berdampak pada kemahramannya. Namun dalam hal ini para fuqoha berbeda pendapat:

1. Al-Malikiyah berpendapat bahwa hal itu tidak menyebabkan kemahraman dengan bayi yang menyusu pada wanita yang sama. Karena kedudukan air susu itu baginya seperti minum air biasa.

Dengan demikian maka bila seorang suami menyusu pada istrinya, jelas tidak mengakibatkannya menjadi saudara sesusuan, karena seorang suami bukanlah bayi dan telah tidak menyusu sejak lama. Suami itu sudah melewati usia dua tahunnya, sehingga ketika dia menyusu kepada seorang wanita lain termasuk istrinya, tidak berpengaruh apa-apa.

2. Namun sebagian ulama mengatakan bila seorang bayi sudah berhenti menyusu, lalu suatu hari dia menyusu lagi kepada seseorang, maka hal itu masih bisa menyebabkan kemahramannya kepada saudara sesusuannya. Di antara mereka adalah Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi`iyyah. Termasuk pandangan ibunda mukimin Aisyah ra.

Pendapat mereka itu didasarkan pada keumuman hadits Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya penyusuan itu karena lapar".(HR. bukhari, Muslim dan Ahmad).

Dan dalam kondisi yang sangat mendesak, menyusunya seseorang laki-laki kepada seorang wanita bisa dijadikan jalan keluar untuk membuatnya menjadi mahram. Hal itulah yang barangkali dijadikan dasar oleh Aisyah ra. tentang pengaruh menyusunya orang dewasa kepada seorang wanita.

Rasulullah SAW memerintahkan Sahlah binti Suhail untuk menyusui Salim maka dikerjakannya, sehingga dia berposisi menjadi anaknya. (HR Ahmad, Muslim, Nasai dan Ibnu Majah).

Namun menurut Ibnul Qayyim, hal seperti ini hanya bisa dibolehkan dalam kondisi darurat di mana seseorang terbentuk masalah kemahraman dengan seorang wanita. Jadi hal ini bersifat rukhshah (keringanan). Hal senada dipegang oleh Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Makmum Diam Saja di Belakang Imam atau Ikut Membaca?
13 January 2014, 04:23 | Shalat | 16.862 views
Apakah Sama Orang Musyrik dengan Orang Kafir?
12 January 2014, 07:51 | Aqidah | 10.183 views
Pernah Zina Ingin Taubat, Bagaimana Caranya?
11 January 2014, 04:46 | Wanita | 13.358 views
Haramkah Wanita Berkarir dan Bekerja di Luar Rumah?
9 January 2014, 04:21 | Wanita | 35.589 views
Istri Atau Pembantu Rumah Tangga?
8 January 2014, 07:07 | Wanita | 213.380 views
Lupa Rukun, Apakah Mengulang Shalat atau Sujud Sahwi?
7 January 2014, 06:00 | Shalat | 31.200 views
Membayar Lebih untuk Mendapatkan SIM Atau Paspor, Apakah termasuk Suap?
6 January 2014, 07:15 | Muamalat | 10.935 views
Batalkah Shalat Makmum Bila Imamnya Batal?
4 January 2014, 19:54 | Shalat | 12.337 views
Teknik Menyembelih Hewan Yang Sah
3 January 2014, 06:59 | Qurban Aqiqah | 7.465 views
Mengapa Para Nabi Hanya Diturunkan di Jazirah Arab?
2 January 2014, 09:23 | Aqidah | 79.765 views
Manakah Wadah Umat Islam yang Benar?
1 January 2014, 03:32 | Negara | 10.744 views
Hewan Buruan, Halal Apa Haram?
30 December 2013, 01:00 | Kuliner | 27.084 views
Ban Motor Terkena Najis Anjing, Haruskah Disamak?
29 December 2013, 06:05 | Thaharah | 13.202 views
Anak Belum Mandiri, Apakah Semua Warisan Ayah Jatuh ke Tangan Ibu?
28 December 2013, 14:56 | Mawaris | 8.956 views
Berhubungan Badan Berpakaian Lengkap, Wajibkah Mandi Junub?
25 December 2013, 07:00 | Nikah | 15.042 views
Shalat Subuh Sebelum Waktunya, Bolehkah?
24 December 2013, 06:30 | Shalat | 31.733 views
Nabi Isa Akan Diturunkan ke Dunia Lagi?
24 December 2013, 03:34 | Aqidah | 12.251 views
Masakan Natal, Bolehkah Kita Memakannya?
21 December 2013, 15:01 | Kuliner | 8.307 views
Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal?
20 December 2013, 17:32 | Aqidah | 9.158 views
Wisatawan Arab ke Puncak Buat Kawin Sesaat : Zinakah?
18 December 2013, 03:10 | Nikah | 10.736 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 28,111,476 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema