Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Makmum Diam Saja di Belakang Imam atau Ikut Membaca? | rumahfiqih.com

Makmum Diam Saja di Belakang Imam atau Ikut Membaca?

Mon 13 January 2014 04:23 | Shalat | 11.249 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. pak ustaz, semoga kiat dalam lindunganNya.

Pak ustatz langsung aja, kalau menjadi makmum dalam sholat berjamaah kita harus baca apa? Pada sholat subuh, maghrib, dan isya, setelah imam membaca al-Fatiha terus membaca salah satu surat, begitu juga dengan sholat zuhur dan ashar. Sangat mohon penjelasannya pak ustaz. Terima kasih sebelumnya, pak ustaz, semoga pak ustaz berkenan menjawab ketidak pahaman saya dalam sholat bejamaah.

Wassalaamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Kalau kita merujuk kepada dalil-dalil syar'iyah di dalam kitab-kitab hadits, kita akan menemukan banyak hadits yang menjawab apa yang anda tanyakan. Namun sayangnya, masing-masing hadits itu satu sama lain tidak saling menguatkan, bahkan sebagiannya terkesan saling bertentangan atau berbeda.

Kemungkinan yang terjadi adalah bahwa Rasulullah SAW memang memberikan jawaban yang berbeda, karena memang sifat ibadah dalam Islam itu sangat luas dan variatif. Atau boleh jadi ada sebagian hadits yang lebih kuat riwayatnya dan yang lain agak lemah.

Di antara hadits-hadits itu antara lain sebagai berikut:

1. Hadits Rasulullah SAW yang maknanya:

Tidak ada shalat kecuali dengan membaca Al-Fatihah (HR Ibnu Hibban dan Al-Hakim dalam Mustadrak).

2. Hadits Malik dari Abi Hurairah ra.:

Dari Malik dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW selesai dari shalat yang beliau mengerakan bacaannya. Lalu beliau bertanya, "Adakah di antara kami yang ikut membaca juga tadi?" Seorang menjawab,"Ya, saya ya Rasulullah SAW." Beliau menjawab, "Aku berkata mengapa aku harus melawan Al-Quran?" Maka orang-orang berhenti dari membaca bacaan shalat bila Rasulullah SAW mengeraskan bacaan shalatnya (shalat jahriyah)." (HR Tirmizy).

3. Hadits 'Ubadah bin Shamit ra.:

Dari 'Ubadah bin Shamit ra. bahwa Rasulullah SAW shalat mengimami kami siang hari, maka bacaannya terasa berat baginya. Ketika selesai beliau berkata, "Aku melihat kalian membaca di belakang imam." Kami menjawab,"Ya." Beliau berkata,"Jangan baca apa-apa kecuali Al-Fatihah saja."(Ibnu Abdil berkata bahwa hadits itu riwayat Makhul dn lainnya dengan isnad yang tersambung shahih).

4. Hadits Jabir bin Abdullah ra.:

Dari Jabir dari Rasulullah SAW berkata,"Siapa shalat di belakang imam, maka bacaannya adalah bacaan imam." (HR Ad-Daruquthuny dan Ibnu Abi Syaibah)

Juga hadits yang senada berikut ini.

Apabila imam membaca maka diamlah. (HR Ahmad)

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Dengan adanya sekian banyak dalil yang terkesan tidak seragam, maka ketika para ulama mencoba menarik kesimpulannya, ternyata hasilnya pun menjadi tidak seragam pula. Sebab ada ulama yang menerima suatu hadits karena kekuatannya dan menolak hadits lain karena dianggap kurang kuat.

Sebaliknya, ulama lainnya berbuat yang sebaliknya, hadits yang dianggap lemah oleh rekannya, justru baginya dianggap lebih kuat. Sedangkan hadits yang dianggap kuat, baginya dianggap lemah.

Walhasil, kalau kita rinci pendapat para ulama dengan latar belakang perbedaan cara menilai hadits-hadits di atas, bisa kita rinci sebagai berikut:

1. Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah

Menurut Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah bahwa makmum harus membaca bacaan shalat di belakang imam pada shalat sirriyah (suara imam tidak dikeraskan) yaitu shalat zhuhur dan Ashar. Sedangkan pada shalat jahriyah (Maghrib, Isya` Subuh, Jumat, Ied dll.), makmum tidak membaca bacaan shalat.

Namun bila pada shalat jahriyah itu makmum tidak dapat mendengar suara bacaan imam, maka makmum wajib membaca bacaan shalat.

2. Mazhab Al-Hanafiyah

Sedangkan Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa seorang makmum tidak perlu membaca apa-apa bila shalat di belakang imam, baik pada shalat jahriyah maupun shalat sirriyah.

3. Mazhab As-Syafi'iyyah

Dan As-Syafi`iyah mengatakan bahwa pada shalat sirriyah, makmum membaca semua bacaan shalatnya, sedangkan pada shalat jahriyah makmum membaca Al-Fatihah (Ummul Kitab) saja.

Semua perbedaan ini berangkat dari perbedaan nash yang ada di mana masing-masing mengantarkan kepada bentuk pemahaman yang berbeda juga.

Bila dilihat dari masing-masing dalil itu, nampaknya masing-masing sama kuat walaupun hasilnya tidak sama. Dan hal ini tidak menjadi masalah manakala memang sudah menjadi hasil ijtihad.

Namun kalau boleh memilih, nampaknya apa yang disebutkan oleh kalangan Asy-Syafi`iyah bahwa makmum membaca Al-Fatihah sendiri setelah selesai mendengarkan imam membaca al-fatihah, merupakan penggabungan (jam`) dari beragam dalil itu.

Ini sebuah kompromi dari dalil yang berbeda. Karena ada dalil yang memerintahkan untuk membaca al-Fatihah saja tanpa yang lainnya. Tapi ada juga yang memerintahkan untuk mendengarkan bacaan imam. Karena itu bacaan al-Fatihah khusus makmum bisa dilakukan pada sedikit jeda antara amin dan bacaan surat. Dalam hal ini, seorang imam yang bijak tidak langsung memulai bacaan ayat alquran setelah amien. Tapi memberi kesempatan waktu untuk makmum membaca al-Fatihahnya sendiri.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Sama Orang Musyrik dengan Orang Kafir?
12 January 2014, 07:51 | Aqidah | 9.308 views
Pernah Zina Ingin Taubat, Bagaimana Caranya?
11 January 2014, 04:46 | Wanita | 12.114 views
Haramkah Wanita Berkarir dan Bekerja di Luar Rumah?
9 January 2014, 04:21 | Wanita | 32.778 views
Istri Atau Pembantu Rumah Tangga?
8 January 2014, 07:07 | Wanita | 202.395 views
Lupa Rukun, Apakah Mengulang Shalat atau Sujud Sahwi?
7 January 2014, 06:00 | Shalat | 26.473 views
Membayar Lebih untuk Mendapatkan SIM Atau Paspor, Apakah termasuk Suap?
6 January 2014, 07:15 | Muamalat | 9.978 views
Batalkah Shalat Makmum Bila Imamnya Batal?
4 January 2014, 19:54 | Shalat | 11.376 views
Teknik Menyembelih Hewan Yang Sah
3 January 2014, 06:59 | Qurban Aqiqah | 6.915 views
Mengapa Para Nabi Hanya Diturunkan di Jazirah Arab?
2 January 2014, 09:23 | Aqidah | 70.614 views
Manakah Wadah Umat Islam yang Benar?
1 January 2014, 03:32 | Negara | 9.984 views
Hewan Buruan, Halal Apa Haram?
30 December 2013, 01:00 | Kuliner | 21.520 views
Ban Motor Terkena Najis Anjing, Haruskah Disamak?
29 December 2013, 06:05 | Thaharah | 10.797 views
Anak Belum Mandiri, Apakah Semua Warisan Ayah Jatuh ke Tangan Ibu?
28 December 2013, 14:56 | Mawaris | 8.133 views
Berhubungan Badan Berpakaian Lengkap, Wajibkah Mandi Junub?
25 December 2013, 07:00 | Nikah | 12.419 views
Shalat Subuh Sebelum Waktunya, Bolehkah?
24 December 2013, 06:30 | Shalat | 18.467 views
Nabi Isa Akan Diturunkan ke Dunia Lagi?
24 December 2013, 03:34 | Aqidah | 11.230 views
Masakan Natal, Bolehkah Kita Memakannya?
21 December 2013, 15:01 | Kuliner | 7.620 views
Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal?
20 December 2013, 17:32 | Aqidah | 8.198 views
Wisatawan Arab ke Puncak Buat Kawin Sesaat : Zinakah?
18 December 2013, 03:10 | Nikah | 9.724 views
Hukum Memasak Menggunakan Arak
17 December 2013, 11:02 | Kuliner | 17.275 views

TOTAL : 2.299 tanya-jawab | 24,457,142 views