Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri? | rumahfiqih.com

Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?

Tue 18 April 2006 07:16 | Shalat | 6.848 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pa Ustadz yang terhormat,
Saya sering melihat dan pernah mengalami sendiri ketika sedang salat wajib sendiri di masjid (karena saat itu belum ada jamaah lain ), tiba-tiba pundak saya ditepuk oleh seorang jamaah, kemudian dia mengikuti cara salat saya, sepertinya dia berjamaah kepada saya.

Pertanyan saya adalah:
1. Apakah sah salat berjamaah yang dilakukan seperti itu.
2. Apakah tindakan saya harus mengikuti dia untuk berjamaah atau diam saja.
3. Bagaimana dengan niat salat saya, apakah harus diganti atau diteruskan.

Sekiranya ustadz bisa menjawabnya agar saya bisa mengerjakan salat tanpa kebimbangan dan lebih khusyu lagi, terima kasih.

Wassalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam kitab Kaasyifatus Sajaa karya Al-Imam Abi Abdil Mu'thi Muhammad An-Nawawi Al-Jawi pada halaman 81, disebutkan tentang apa yang anda tanyakan. Penulis kitab ini menyebutkan bahwa hanya ada 4 jenis shalat yang imamnya wajib berniat sebagai imam sejak awal shalat. Selain yang empat jenis shalat itu, tidak ada kewajiban bagi imam untuk berniat menjadi imam sejak awal takbiratul ihram. Artinya, dia boleh saja tiba-tiba secara mendadak menjadi imam di tengah-tengah shalat, bila ada yang bergabung menjadi makmum.

Keempat shalat itu adalah shalat Jum'at, shalat 'iaadah (mengulang), shalat nadzar untuk berjamaah dan shalat jama' yang awal karena sebab hujan.

Demikian disebutkan dalam kitab ini sebagai syarah (penjelasan) dari kitab Safinatuh Naja fi Ushuliddin wal-Fiqhi, karya Salim bin Samir Al-Hadhari, seorang ulama dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i.

Dengan demikian, bila suatu saat anda sedang shalat wajib atau sunnah, selain keempat shalat itu, lalu tiba-tiba ada orang yang ikut menjadi makmum di belakang anda, maka hal itu dibenarkan di dalam aturan shalat. Shalat imam dan makmum sama-sama syah dan keduanya mendapat pahala shalat berjamaah.

Yang penting untuk berniat shalat jamaah adalah pihak makmum. Sebab dialah yang sebenarnya membentuk shalat jamaah itu.

Menepuk Pundak

Namun khusus untuk masalah menepuk pundak, terus terang tidak ada dalil yang memerintahkan seseorang untuk menepuk pundak orang yang akan dijadikan sebagai imam. Perbuatan itu hanya didasarkan kepada nalar sebagian orang bahwa seorang yang tadinya shalat sendiri lalu dijadikan imam perlu mengetahui bahwa di belakangnya ada barisan makmum yang mengkutinya.

Sehingga diharapkan agar si imam ini menyesuaikan diri dalam bacaan dan gerakan shalatnya. Misalnya pada shalat jahriyah di mana seharusnya imam mengeraskan bacaan, maka dengan memberi tanda dengan menepuk pundaknya, dia akan mengeraskan bacaan Al-fatiha dan ayat Al-Quran dan para makmum bisa mengamini.

Tapi sebenarnya secara tidak langsung seseorang yang shalat sendiri lalu dijadikan imam tidak perlu ditepuk pundaknya, karena pastilah dengan sendirinya akan mengetahui bahwa di belakangnya ada makmum.

Menepuk pundak itu bukan hal yang disepakati oleh semua orang, sehingga salah-salah bisa melahirkan salah tafsir dari si imam. Tidak tertutup kemungkinan orang itu tidak tahu isyarat tepuk pundak ini, sehingga dia menganggap tepukan itu justru gangguan atau peringatan bahaya, lalu dia menyingkir atau malah membatalkan shalatnya, atau yang paling parah adalah dia balas menepuk kepada makmum.

Wallahu a`lam bis-shawab. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.083 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah | 7.321 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat | 8.141 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum | 9.208 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum | 5.623 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer | 4.702 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris | 5.016 views
Orang yang Sudah Meninggal, Menunggu Hadiah dari Orang yang Masih Hidup?
11 April 2006, 07:13 | Aqidah | 8.656 views
Warisan Untuk Anak Tiri, Dapatkah?
7 April 2006, 03:47 | Mawaris | 5.433 views
Piring Dan Gelas yang Terbuat dari Emas Putih/Platina
6 April 2006, 03:01 | Umum | 5.297 views
Menyentuh Mushaf al-Quran ketika Haid, Boleh atau Tidak?
5 April 2006, 02:40 | Thaharah | 8.049 views
Belajar Islam Secara Keseluruhan
5 April 2006, 01:49 | Umum | 5.363 views
Tentang Keistimewaan Bahasa Arab
4 April 2006, 03:40 | Umum | 4.999 views
Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?
4 April 2006, 03:36 | Aqidah | 7.274 views
Membuat Tiruan Mahluk Hidup dalam Bentuk Animasi Komputer dan Robot
4 April 2006, 03:33 | Kontemporer | 7.404 views
Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam?
3 April 2006, 03:53 | Muamalat | 5.784 views
Mendekati Zina atau Sudah Melakukan Zina?
3 April 2006, 03:32 | Jinayat | 5.887 views
Beda Hadits Qudsi dengan Al-Quran
3 April 2006, 03:26 | Hadits | 5.161 views
Akankah Kita Dipertemukan dengan Keluarga di Surga?
29 March 2006, 09:25 | Aqidah | 5.874 views
Dakwah Tetapi Melupakan Mencari Nafkah
29 March 2006, 02:02 | Kontemporer | 4.988 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,818,274 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img