Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halalkah Sushi & Sashimi | rumahfiqih.com

Halalkah Sushi & Sashimi

Wed 19 April 2006 07:05 | Kuliner | 6.255 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass.Wr.Wb

Ustadz, saya suka sekali makan sashimi (irisan daging/ikan mentah). Tapi saya hanya makan sashimi ikan. Ada sedikit keraguan di hati saya karena saya pernah mendengar bahwa kita tidak dibenarkan makan makanan yang masih berdarah (mentah), sedangkan ikan yang saya makan sama sekali tidak ada darahnya (ikan salmon dan udang). Bagaimana hukumnya memakan salmon mentah atau sushi jenis lainnya. Terima kasih.

Wassalaam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Secara umum, darah itu memang hukumnya najis, sehingga haram untuk dimakan. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah SWT berikut ini:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah: 3)

Namun apa yang diharamkan di suatu dalil, boleh jadi dikecualikan dengan dalil lainnya. Salah satunya adalah pengecualian hukum memakan bangkai. Kalau di dalam ayat di atas, secara umum bangkai itu haram, namun bila ada dalil lainnya yang menyatakan kehalalan jenis bangkai tertentu, maka yang dikecualikan itu hukumnya halal.

Untuk menjawab masalah ini, kami ingin menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah SAW tentang hukum hewan yang hidup di laut. Hadits ini kalau kita rujuk kepada sebabnya, sebenarnya bukan secara langsung membicarakan hukum makan ikan. Melainkan jawaban atas pertanyaan tentang kebolehan berwudhu' dengan menggunakan air laut.

Suatu ketika ada serombongan shahabat melakukan perjalanan di laut lepas. Bekal air yang mereka bawa sangat terbatas. Hanya cukup untuk minum saja. Padahal mereka tetap wajib shalat dengan berwudhu' sebelumnya. Tapi bekal air itu pasti tidak cukup bila digunakan untuk wudhu'. Lantas mereka berijtihad untuk berwudhu' dengan menggunakan air laut.

Sekembalinya mereka bersama Rasulullah SAW, segera saja mereka bertanya tentang hukum berwudhu' dengan menggunakan air laut.Jawaban yang diberikan oleh beliau SAW ternyata juga dilengkapi dengan penjelasan lainnya, bukan hanya kebolehan berwudhu' dengan air laut, bahkan juga hukum lainnya tentangkebolehan memakan bangkai hewan laut. Jawaban beliau SAW singkat tapi padat.

(Laut itu) suci airnya dan halal bangkainya.

Dari penjelasan nabi SAW ini jelaslah bahwa jangankan darah ikan, bahkan bangkai ikan sekalipun tetap halal dimakan.

Selain itu kehalalan bangkai ikan itu juga diperkuat dengan adanya hadits lainnya, sebagaimana yang kami kutipkan berikut ini:

€ž

Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Telah dihalalkan untuk bagi kita (muslim) dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah itu adalah hati dan limpa." (HR. Ad-Daruquthuni)

Maka memakan darah ikan, atau bahkan bangkai ikan, hukumnya halal dan dibenarkan dalam syariah Islam. Bahkan meski ikan itu masih mentah, sebagaimana kebiasaan bangsa Jepang.

Kalau pun seseorang merasa jijik karena tidak terbiasa memakan ikan mentah, rasa jijiknya itu tidaklah mengubah hukumnya. Hukumnya halal, tetapi kalau masalah selera seseorang tentu tidak bisa dipaksakan.

Demikian jawaban kami, wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris | 4.628 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara | 6.926 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum | 8.628 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat | 6.870 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.098 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah | 7.349 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat | 8.163 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum | 9.228 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum | 5.656 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer | 4.712 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris | 5.037 views
Orang yang Sudah Meninggal, Menunggu Hadiah dari Orang yang Masih Hidup?
11 April 2006, 07:13 | Aqidah | 8.696 views
Warisan Untuk Anak Tiri, Dapatkah?
7 April 2006, 03:47 | Mawaris | 5.451 views
Piring Dan Gelas yang Terbuat dari Emas Putih/Platina
6 April 2006, 03:01 | Umum | 5.309 views
Menyentuh Mushaf al-Quran ketika Haid, Boleh atau Tidak?
5 April 2006, 02:40 | Thaharah | 8.085 views
Belajar Islam Secara Keseluruhan
5 April 2006, 01:49 | Umum | 5.376 views
Tentang Keistimewaan Bahasa Arab
4 April 2006, 03:40 | Umum | 5.013 views
Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?
4 April 2006, 03:36 | Aqidah | 7.290 views
Membuat Tiruan Mahluk Hidup dalam Bentuk Animasi Komputer dan Robot
4 April 2006, 03:33 | Kontemporer | 7.421 views
Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam?
3 April 2006, 03:53 | Muamalat | 5.805 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,946,726 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

27-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img