Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami | rumahfiqih.com

Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami

Wed 19 April 2006 06:31 | Mawaris | 4.891 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ayah kami meninggal tahun 1973, adapun harta yang ada pada almarhum adalah sebagai berikut:
1. Rumah
2. Sawah dan kebun

Sedangkan anggota keluarga kami yang masih hidup adalah:
1. 1 (satu ) orang istri
2. 5 (lima ) orang anak laki - laki
3. 4 (empat ) orang anak perempuan

Pak ustadz, saya minta jawaban yang sejelas-jelasnya, bagaimanakah pembagian waris yang benar.

Wassalam,

Akhmad Nurjaman

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menjawab pertanyaan anda, mari kita bahas satu per satu. Kita mulai dari harta warisan, kemudian siapa saja ahli waris dengan jenisnya, terakhir kita hitung sesuai dengan aturan yang telah Allah tetapkan.

Tentang Harta Warisan

Sebelum dibagikan, semua harta milik almarhum harus dikumpulkan dan dijumlahkan secara nilai nominalnya. Hal ini untuk memudahkan pembagian.

Tentu saja bila ada hutang, harus dikeluarkan terlebih dahulu dari harta milik almarhum. Termasuk biaya rumah sakit, penguburan dan keperluan lainnya yang terkait dengan kepentingan almarhum.

Tentang Ahli Waris

Sedangkan tentang ahli waris, terbagi menjadi dua jenis. Yaitu mereka yang menerima secara fardh dan mereka yang menerima secara ashabah.

Pertama, mereka yang menerima secara fardh. Mereka disebut juga dengan istilah ash-habl furudh. Maksudnya, syariat telah menetapkan jatahnya secara pasti, berupa angka pecahan. Misalnya 1/8 untuk istri, 1/6 untuk ayah, 1/6 untuk ibu atau 1/4 untuk suami.

Kedua, mereka yang menerima secara ashabah. Maksudnya adalah mereka tidak punya jatah tertentu dari harta warisan, melainkan menerima dalam bentuk sisa setelah diambil oleh para ash-habul furudh. Misalnya para ash-habul furudh telah mengambil 1/8 + 1/6 + 1/6. Maka jumlah yang diambil adalah 3/24 + 4/24 +4/24 = 11/24. Maka para ahli waris dari kelompok ashabahsecara total akan menerima 1 - 11/24 = 24/24 - 11/24 = 13/24.

Yang menarik, para ashabah ini akan menerima harta dalam bentuk yang fleksibel. Terkadang mereka menerima 100% dari total harta warisan. Tapi terkadang mereka justru tidak mendapat apa-apa, karena ternyata ash-habul furudh mengambil 100% dari total harta.

Pembagian Warisan

Kalau kita teliti daftar ahli waris yang anda sebutkan, yang termasuk ash-habul furudh atau menerima jatah bagian yang pasti adalah istri almarhum. Beliau mendapat 1/8 bagian dari seluruh harta yang dibagi waris. Dengan dasar firman Allah SWT:

Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan...(QS. An-Nisa': 12)

Sedangkan putera-puteri almarhum termasuk ashabah yang menerima sisa dari istri almarhum. Sehingga secara total mereka menerima 1- 1/8 = 7/8 bagian dari total harta yang dibagi waris.

Komposisi pembagiannya bukan dengan cara dibagi rata sama besar, sebab dalam hal ini ada ketentuan dari Allah SWT yang membedakan bagian anak laki-laki dengan bagian anak perempuan. Yaitu anak laki-laki akan menerima bagian yang besarnya 2 kali lipat dari anak perempuan. Sebagaimana firman Allah SWT:

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.(QS. An-Nisa': 11)

Untuk itu kita buat perbandingan dengan 2:1 antara anak laki-laki dan anak perempuan. Karena jumlah anak laki-laki ada l5 orang, maka jumlah mereka dianggap ada 10 bagian. Sedangkan anak perempuan yang 4 orang itu tinggal ditambahkan dengan angka 10. Maka jumlahnya ada 14 bagian sama besar.

Tiap anak laki akan menerima 2/14 dari 7/8 bagian milik ashabah. Kalau kita hitung menjadi 2/14x 7/8 = 14/98 dari total harta warisan yang dibagikan.

Sedangkan tiap anak perempuan akan menerima 1/14 dari 7/8. Kalau kita hitung menjadi 1/14x 7/8 = 7/98 dari total harta warisan yang dibagikan.

Jadi tabelnya adalah sebagai berikut:

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara | 7.478 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum | 9.851 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat | 7.388 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.512 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah | 8.366 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat | 8.819 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum | 9.739 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum | 6.447 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer | 4.911 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris | 5.362 views
Orang yang Sudah Meninggal, Menunggu Hadiah dari Orang yang Masih Hidup?
11 April 2006, 07:13 | Aqidah | 10.388 views
Warisan Untuk Anak Tiri, Dapatkah?
7 April 2006, 03:47 | Mawaris | 5.819 views
Piring Dan Gelas yang Terbuat dari Emas Putih/Platina
6 April 2006, 03:01 | Umum | 5.564 views
Menyentuh Mushaf al-Quran ketika Haid, Boleh atau Tidak?
5 April 2006, 02:40 | Thaharah | 8.581 views
Belajar Islam Secara Keseluruhan
5 April 2006, 01:49 | Umum | 5.664 views
Tentang Keistimewaan Bahasa Arab
4 April 2006, 03:40 | Umum | 5.328 views
Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?
4 April 2006, 03:36 | Aqidah | 8.005 views
Membuat Tiruan Mahluk Hidup dalam Bentuk Animasi Komputer dan Robot
4 April 2006, 03:33 | Kontemporer | 8.108 views
Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam?
3 April 2006, 03:53 | Muamalat | 6.164 views
Mendekati Zina atau Sudah Melakukan Zina?
3 April 2006, 03:32 | Jinayat | 6.401 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,944,281 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-10-2019
Subuh 04:15 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:46 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img