Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sistem Memberi Upah dalam Islam | rumahfiqih.com

Sistem Memberi Upah dalam Islam

Sun 23 April 2006 06:22 | Muamalat | 5.199 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustaz, ada yang bertanya kepada saya bagaimana adab memberi upah kepada karyawan dalam Islam? Terus ada kasus di tempat kerjanya, bahwa apabila seorang karyawan tidak masuk kerja satu hari tanpa keterangan, maka gajinya pada saat gaji-an akan dipotong 3 x gaji. Apabila alpanya lebih dari satu hari maka berlaku kelipatannya. Bagaimana menurut hukum Islam, apakah hal itu diperbolehkan? Apakah termasuk zholim tidak? Mohon kalau ada hadits shohih dan ayat Al-qur'an yang menerangkan hal itu disertakan.


Mungkin demikian dulu, atas jawabannya sebelumnya saya ucapkan Jazakumullahu khoiran katsiran.

Jawaban :

Hukum yang berlaku dalam masalah upah dan gaji, sebenarnya kembali kepada keridhaan kedua belah pihak. Prinsipnya adalah 'an taradhin, yaitu kedua belah pihak saling ridha yang disepakati di awal perjanjian.

Apa yang anda contohkan itu menjadi tindakan zalim dari pemilik perusahaan, apabila tidak ada transparansi sebelumnya. Bila tidak ada kesepakatan yang jelas dan dipahami dengan sepenuhnya oleh pihak karyawan, maka tindakan itu jelas perbuatan yang zalim dan haram. Harta hasil potongan itu merupakan harta yang bernilai haram bagi pemilik perusahaan, karena merupakan hasil penipuan yang nyata.

Allah SWT telah menyiapkan neraka khusus yang diberi nama al-Wail sebagai tempat untuk menyiksa para tukang tipu, termasuk perusahaan yang dengan cara zalim memberlakukan peraturan yang tidak jelas serta menjebak karyawannya.

besarlah bagi orang-orang yang curang,(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

Kata al-Waylu oleh sebagian mufassir disebutkan bukan hanya berarti celaka, melainkan juga sebuah nama neraka di akhirat nanti, tempat disiksanya orang-orang yang curang dalam masalah timbangan khususnya, atau melakukan penipuan secara umum.

Adapun bila sejak awal sudah ada kesepakatan yang jelas dan dipahami oleh kedua belah pihak, lalu pihak karyawan pun sudah menandatangani secara suka rela tanpa paksaan atau keberatan yang disembunyikan, maka kesepakatan itulah yang harus dijadikan pedoman.

Pihak pemilik perusahaan tidak bisa disalahkan apabila memberlakukan peraturan tersebut, karena telah ada kepastian antara kedua belah pihak. Namun kesepakatan itu bukanlah wahyu yang turun dari langit. Apabila suatu ketika ada hal-hal yang dirasa kurang adil, atau tindakan yang dirasa merugikan salah satu pihak, maka tidak ada salahnya bila perjanjian itu direvisi dan diamandemen.

Pihak pemilik perusahaan seharusnya bisa memahami alasan-alasan yang diberikan, lantaran setiap perjanjian itu punya masaberlaku yang tertentu. Apabila masa berlakunya sudah selesai, tentu bisa saja perjanjian itu diperbaharui lagi dengan revisi yang disepakati kemudian.

Dan yang pasti, pemilik perusahaan wajib membayarkan upah para pekerja sesuai dengan perjanjian, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Siapa yang mempekerjakan karyawan, wajiblah memberikan upahnya.

Tindakan memotong upah mereka dengan berbagai trik licik, termasuk tindakan yang menyalagi agama. Sedangkan bila pemotongan itu didasarkan pada kesepakatan yang jelas dan dipahami serta disetujui sepenuhnya oleh pihak karyawan, tidak mengapa bila diberlakukan, selama masa perjanjian itu masih berlaku.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 5.850 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.151 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer | 4.842 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah | 7.009 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits | 6.383 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer | 6.867 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum | 5.688 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner | 6.552 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris | 4.678 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara | 6.979 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum | 8.824 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat | 6.947 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.148 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah | 7.445 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat | 8.266 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum | 9.305 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum | 5.740 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer | 4.739 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris | 5.082 views
Orang yang Sudah Meninggal, Menunggu Hadiah dari Orang yang Masih Hidup?
11 April 2006, 07:13 | Aqidah | 9.023 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,487,414 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:51 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img