Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya | rumahfiqih.com

Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya

Tue 25 April 2006 03:29 | Umum | 6.035 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Ustadz,

Selama ini saya sering melihat banyak orang yang mengantarkan jenazah sebelum dimakamkan. Yang jadi pertanyaan saya yaitu:
1. Apa keutamaan mengantarkan jenazah?
2. Bagaimana tata cara melakukannya? Seringkali orang-orang yang mengantarkan jenazah seperti terburu-buru atau bahkan ngebut di jalan raya sehinnga membahayakan keselamatan orang lain.

Terima kasih atas jawaban Ustadz.
Wassalamualaikum

Donny

Jawaban :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mengantarkan jenazah atau mengiringinya merupakan bentuk ibadah yang dijanjikan mendapat pahala sebesar dua gunung Uhud. Sebagaimana yang kita dapat dari hadits berikut ini.


Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga menyalatkannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang menyalatinya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath".

Sedangkan tata cara mengantarkannya serta adab-adabnya antara lain:

1. Hendaknya para pengantar jenazah mengambil pelajaran berharga atas pengalamannya mengusung dan mengantarkan jenazah. Yaitu sebuah penggambaran bahwa dirinya suatu ketika akan menjadi yang diantarkan.

Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda,"Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan mengingat akhirat."

2. Tidak bercanda atau bicara masalah dunia

Sambil mengantar kepergian jenazah itu, tentu bukan pada temptnya untuk ngobrol atau bicara di luar konteks. Para pengantar itu harus berkonsentrasi untuk memikirkan bekal apa yang sudah disiapkannya untuk perjalanan ke negeri akhirat.

Sedangkan pembicaraan duniawi atau bahkan bercanda-riapada momentum itu termasuk adab yang buruk dan tidak layak dilakukan.

3. Tidak mengeraskan suara

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. bahwa ketika beliau berjalan mengiringi jenazah, beliau mendengar seseorang bersuara keras, "Mintakan ampunan untuk mayit ini, semoga Allah SWT mengampunimu." Maka Ibnu Umar ra. berkata,"Allah tidak mengampunimu, mungkar bila mengeraskan suara dan bertentang dari apa yang seharusnya dilakukan dalam suasana ini, seharusnya bertadabbur dan tafakkur dan mengambil pelajaran dari kematian".

4. Boleh naik kendaraan

Bila seseorang sudah tua dan tidak mampu berjalan kaki, atau bila jarak ke pemakaman cukup jauh, dibolehkan untuk naik kendaraan. Adapun bila sebagian berjalan kaki dan sebagian naik kendaraan, maka posisi kendaraan ada di belakang barisan. Sedangkan posisi orang yang berjalan kaki boleh di depan, boleh di belakang, serta boleh di samping kanan dan kiri jenazah.

Dari Tsauban ra. berkata bahwa Rasulullah SAW dibawakan tunggangan ketika mengantarkan jenazah. Namun beliau menolak untuk menaikinya. Sehingga beliau ditanya sebabnya dan menjawab, "Sesungguhnya para malaikat berjalan kaki dan aku tidak mau naik tunggangan sementara mereka berjalan kaki." Ketika para malaikat itu sudah pergi, maka beliau pun naik kendaraan.

Bahwa Rasulullah SAW keluar mengiringi jenazah Abi Dahdah ra. dengan berjalan kaki, kemudian pulangnya dengan berkendaraan.

5. Bersegera atau Bergegas

Apabila seorang mayit itu orang shalih, maka ketika diusung dia akan minta dipercepat. Sehingga barangkali dari sinilah ada kebiasaan untuk mengusung jenazah dengan cepat. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan:

Dari Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bila jenazah diangkat dan orang-orang mengusungnya di atas pundak, maka bila jenazah itu baik, dia berkata, "Percepatlah perjalananku." Sebaliknya, bila jenazah itu tidak baik, dia akan berkata,"Celaka!, mau dibawa ke mana aku?" Semua makhluk mendengar suaranya kecuali manusia. Bila manusia mendengarnya, pasti pingsan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun membawa jenazah dengan cepat hingga membahayakan orang lain, tentu harus dihindari. Sebab kaau pun disunnahkan untuk menyegerakan penyelenggaraan jenazah hingga ke pemakaman, bukan berarti harus mengambil resiko yang membahayakan.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat | 5.313 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 5.981 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.226 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer | 4.933 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah | 7.166 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits | 6.533 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer | 7.028 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum | 5.819 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner | 7.380 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris | 4.791 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara | 7.097 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum | 9.330 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat | 7.163 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.289 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah | 7.768 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat | 8.543 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum | 9.530 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum | 6.146 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer | 4.823 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris | 5.230 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,716,264 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img