Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adakah Nikah Jarak Jauh? | rumahfiqih.com

Adakah Nikah Jarak Jauh?

Sun 3 February 2013 00:19 | Nikah | 8.377 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Adakah dalam aturan Islam nikah jarak jauh? Dalam artian mempelai pria terpisahkan jarak dengan wali mempelai perempuan. Jadi proses ijab qabul dilakukan melalui alat komunikasi, misalnya telepon atau teleconference. Mohon penjelasan juga mengenai syarat dan rukun nikah. Jazakumullohu khoir.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nikah jarak jauh yang anda impikan itu mungkin saja terjadi, malahan sudah terjadi, bahkan seringkali terjadi. Di mana mempelai laki-laki dan wali pihak perempuan dipisahkan jarak yang sangat jauh, sementara akad nikah tetap bisa berlangsung dengan sah sesuai dengan syariat Islam dan juga hukum positif negara.

Benarkah?

Ya, benar sekali. Bahkan tidak membutuhkan alat-alat komunukasi canggih paling modern seperti yang kita kenal di masa sekarang ini. Semua tetap bisa dilakukan di zaman yang belum ada listrik, telepon dan mesin kendaraan. Syariat Islam telah memberi sebuah ruang yang memungkinkan semua itu terjadi, bahkan di masa yang paling primitif sekalipun.

Bagaimana caranya?

Caranya dengan taukil...

Taukil adalah perwakilan wali. Di mana seorang ayah dari wanita memberikan wewenang kepada seorang laki-laki lain, tidak harus familinya, yang penting muslim dan dipercaya oleh si ayah, untuk melaksanakan akad nikah puterinya dengan calon suaminya.

Yang penting, si wakil wali ini bisa menghadiri acara akad nikah, karena ladafz ijab akan diucapkannya di depan calon mempelai laki-laki.

Yang lebih menarik lagi, ternyata yang boleh mewakilkan posisinya kepada orang lain bukan hanya ayah kandung pihak wanita, tetapi mempelai laki-laki pun masih dibenarkan untuk memberikan perwakilan dirinya kepada orang lain lagi. Sehingga sebuah ijab qibul bisa tetap bisa dilakukan tanpa kehadiran wali dan mempelai laki-laki. Cukup wakil sah dari masing-masing pihak saja yang melakukan akad nikah. Bahkan pihak pengantin wanita pun juga tidak perlu wajib hadir dalam akad itu.

Bukankah ini menarik? Dan sama sekali tidak butuh alat-alat canggih, bukan?

Yang penting, proses pemberian wewenang sebagai pihak yang mewakili ayah kandung sah dan dibenarkan secara yakin anpa diperlukan harus ada saksi. Demikian juga dengan proses pemberian hak sebagai wakil pihak mempelai laki-laki, juga harus benar dan sah, meski tanpa saksi. Dan pemberian wewenang untuk mewakili ini pun tidak mengharuskan keduanya duduk dalam satu majelis. Jadi bisa lewat telepon, email, faks, SMS bahkan chatting.

Akad nikah atau ijab qabul yang dilakukan oleh masing-masing wakil dari kedua belah pihak adalah sebuah bentuk keluwesan sekaligus keluasan syariah Islam. Namun kalau tiba-tiba ada orang mengangkat diri menjadi wakil tanpa ada pemberian wewenang dari yang punya hak yaitu wali atau mempelai laki-laki secara sah, maka orang ini sama sekali tidak berhak melakukan akad nikah. Kalau pun nekat juga, maka nikah itu tidak sah di mata Allah SWT.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mau Tobat karena Mencuri dan Memakan Haram, Bagaimana Caranya?
2 February 2013, 11:56 | Umum | 10.406 views
Utang Piutang Dengan Standar Dinar
1 February 2013, 10:10 | Umum | 5.883 views
Apakah Korupsi Dosa Besar?
31 January 2013, 22:51 | Kontemporer | 7.804 views
Bolehkah Umrah dengan Berhutang
30 January 2013, 22:46 | Haji | 15.841 views
Haruskah Menikah Dengan Ikhwan?
30 January 2013, 08:56 | Dakwah | 9.910 views
Mendirikan Televisi Khusus Konsumsi Umat Islam
30 January 2013, 01:07 | Dakwah | 6.801 views
Hukum Main Drama, Teater, Sinetron dan Film
29 January 2013, 00:22 | Umum | 14.023 views
Bingung Baca Terjemah Quran dan Kitab Hadits
28 January 2013, 23:39 | Quran | 12.876 views
Belanja Dengan Cicilan 0 % Termasuk Riba?
28 January 2013, 03:29 | Muamalat | 40.740 views
Jarak Antar Musholla Berdekatan
28 January 2013, 02:30 | Kontemporer | 8.727 views
Berbekam Bukan Sunnah Nabi?
27 January 2013, 09:05 | Hadits | 12.886 views
Adakah Kedokteran Nabawi?
26 January 2013, 02:33 | Umum | 5.968 views
Ahli Waris : Istri, Ibu Kandung, Dua Anak Perempuan dan Saudara/i
24 January 2013, 23:51 | Mawaris | 23.740 views
Ambil Keuntungan Dari Bisnis Dari Orang Dalam
24 January 2013, 23:14 | Muamalat | 5.479 views
Hak Waris Saudara Kandung
24 January 2013, 22:04 | Mawaris | 13.652 views
Mohon Saya Dihukum Cambuk 100 Kali Karena Zina
23 January 2013, 18:02 | Jinayat | 10.386 views
Bingung Cari di Google Tentang Pro Kontra Perayaan Maulid
23 January 2013, 01:42 | Umum | 15.520 views
Melamar Gadis Yang Ayahnya Bercerai Tinggal Bapak Tiri
22 January 2013, 05:09 | Nikah | 6.838 views
Bukankah Mazhab Itu Membawa Perpecahan?
22 January 2013, 01:19 | Ushul Fiqih | 8.286 views
Cara Melamar Calon Istri Yang Islami
21 January 2013, 03:54 | Nikah | 116.042 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,036,696 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img