Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat di Awal Waktu di Kendaraan atau diAkhir Waktu di Rumah, Mana yang Lebih Utama? | rumahfiqih.com

Shalat di Awal Waktu di Kendaraan atau diAkhir Waktu di Rumah, Mana yang Lebih Utama?

Fri 28 April 2006 07:17 | Shalat | 5.576 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dalam keadaan bagaimana saja, kita dibolehkan shalat sambil duduk dan tidak menghadap kiblat? Apakah diperbolehkan dalam kondisi jalanan macet pada waktu maghrib? Jika dibolehkan, mana yang lebih utama, shalat awal waktu sambil duduk di kendaraan atau shalat di akhir waktu tapi di rumah/masjid?

Terima kasih pak ustadz, alhamdulillah dari rubrik konsultasi ini saya sudah mendapat banyak ilmu dari pak ustadz.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang lebih utama adalah shalat di akhir waktu tapi dilakukan dengan sempurna. Yaitu dengan menghadap kiblat dengan benar. Juga berdiri dengan sempurna, rukuk, sujud dan lainnya dikerjakan dengan sebenarnya.

Adapun shalat yang agak tertunda karena macet misalnya, tidak mengapa dilakukan. Asalkan masih dalam batas waktu maghrib. Dan batas waktu Maghrib itu dimulai sejak terbenamnya matahari dan hal ini sudah menjadi ijma` (kesepakatan) para ulama. Yaitu sejak hilangnya semua bulatan matahari di telan bumi. Dan berakhir hingga hilangnya syafaq (mega merah).

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:

Dari Abdullah bin Amar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Waktu Maghrib sampai hilangnya shafaq (mega merah)." (HR. Muslim).

Syafaq sendiri menurut para ulama seperti Al-Hanabilah dan As-Syafi`iyah adalah mega yang berwarna kemerahan setelah terbenamnya matahari di ufuk barat. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa syafaq adalah warna keputihan yang berada di ufuk barat dan masih ada meski mega yang berwarna merah telah hilang.

Tapi bila sudah lewat waktu Maghrib, maka tentu sudah bukan menjadi pilihan lagi tentunya. Yang kami utamakan adalah shalat dengan gerakan yang sempurna, meski di akhir waktu. Dari pada shalat tidak benar, tidak berdiri, tidak rukuk dan tidak sujud sambil mengejar keutamaan awal waktu. Padahal berdiri, ruku' dan sujud adalah rukun shalat, yang bila ditinggalkan, shalat itu tidak sah. Sebaliknya, shalat di awal waktu bukan bagian dari rukun shalat. Shalat tetap sah dilakukan meski di akhir waktu. Bahkan meski baru satu rakaat sudah habis waktunya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan sholat tersebut (shalat shubuh)." (HR Bukhari no. 579 dan Muslim no. 608)

Kalau dalam perhitungan manusiawi kita, sudah pasti tidak akan terkejar untuk shalat Maghrib di rumah, pilihan berikutnya adalah turun dari bus untuk shalat. Tidak harus di masjid atau musholla. Boleh saja di sembarang tempat asalkan tidak ada najis yang secara jelas nampak.

Kalau semua hal di atas tidak memungkinkan juga, barulah sebagai upaya terakhir, kita shalat di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat, tanpa berdiri, tanpa rukuk, tanpa sujud yang benar. Dalilnya memang ada, meski masih menjadi titik perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pilihan Menjama' Sholat atau Sholat di Kendaraan
27 April 2006, 06:36 | Shalat | 8.087 views
Senjata Pemusnah Massal (Senjata Nuklir, Biologi, Kimia)
27 April 2006, 04:08 | Kontemporer | 5.997 views
Mahram Muabbad dan Mahram Ghoiru Mauabbad
27 April 2006, 02:20 | Nikah | 43.532 views
Rumah Tusuk Sate
26 April 2006, 05:41 | Aqidah | 7.037 views
Menjamak Dua Salat Fardu
25 April 2006, 08:51 | Shalat | 5.299 views
Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya
25 April 2006, 03:29 | Umum | 6.390 views
Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat | 5.406 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 6.102 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.304 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer | 5.009 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah | 7.355 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits | 6.827 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer | 7.182 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum | 5.937 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner | 8.222 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris | 4.903 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara | 7.505 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum | 9.911 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat | 7.411 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum | 5.538 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,098,455 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-10-2019
Subuh 04:13 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img