Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Rasulullah Terbuat dari Cahaya? | rumahfiqih.com

Benarkah Rasulullah Terbuat dari Cahaya?

Thu 4 May 2006 05:32 | Aqidah | 6.022 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Saya seringkali mendengar ungkapan bahwa nabi Muhammad itu bukan manusia biasa. Beliau tercipta dari "nur" atau cahaya. Tidak seperti manusia biasa yang tercipta dari tanah. Dan istilah "Nur Muhammad" itu cukup sering dibicarakan orang.

Untuk itu saya mohon penjelasan pak ustadz tentang landasannya. Benarkah ada dalil yang menyebutkan bahwa beliau SAW itu terbuat dari cahaya?

Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih atas jawaban pak ustadz.

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam Al-Quran Al-Kariem, sering kali disebutkan bahwa Rasulullah SAW itu cahaya (nur). Misalnya pada ayat-ayat berikut ini.

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. (QS. Al-Maidah:15)

Para mufassir sepakat mengatakan bahwa yang dimaksud dengan cahaya dari Allah adalah Muhammad SAW. Jadi pernyataan bahwa Rasulullah SAW adalah cahaya, memang berasal dari firman Allah SWT. Namun ayat ini tidak menyebutkan bahwa beliau terbuat dari cahaya. Yang disebutkan justru beliau itu sendiri adalah cahaya.

Demikian juga dengan ayat lainnya, secara tegas Allah SWT menyatakan bahwa Rasulullah SAW diutus sebagai cahaya yang menerangi. Namun tidak dijelaskan bahwa fisik beliau terbuat dari cahaya.

Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. (QS. Al-Ahzab: 45-46)

Kalau diperhatikan, ternyata bukan hanya Rasulullah SAW saja yang di dalam Al-Quran disebut sebagai cahaya. Bahkan Allah SWT pun menyebutkan dirinya sebagai cahaya, sebagaimana yang kita baca dalam surat An-Nur berikut ini.

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS At-Taghabun:8)

Para mufasir menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan cahaya di ayat ini adalah Al-Quran.

Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam beberapa kesempatan yang berbeda, Al-Quran menyebut Allah, Rasulullah SAW dan Al-Quran Al-Kariem sebagai cahaya. Tentunya, yang dimaksudkan adalah sebuah makna dan pengibaratan, bukan cahaya dari bentuk fisiknya.

Dan yang terpenting, tidak ada penjelasan bahwa Rasulullah SAW terbuat dari cahaya. Bahkan secara fisik, diri beliau pun bukan cahaya. Beliau SAW hanya manusia biasa, butuh makan, minum, menikah dan bahkan berjalan di pasar.

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?. (QS. Al-Furqan:7)

Bahkan Rasulullah SAW sendiri yang menyatakan bahwa dirinya hanya manusia biasa. Bedanya hanya karena beliau menerima wahyu dari Allah SWT saja. Selebihnya, manusia biasa yang lahir dari rahim ibunya.

Maha suci Tuhanku, aku ini tidak lain hanyalah manusia yang diutus. (QS. Al-Isra':93)

Katakanlah, aku ini hanyalah seorang manusia seperti kalian (QS. Al-Kahfi: 110)

Maka penjelasan yang paling kuat dalam masalah cahaya Muhammad ini adalah bahwa secara fisik beliau SAW adalah manusia biasa, sama dengan manusia lainnya. Namun secara risalah dan hidayah, beliau memang ibarat cahaya dari Allah untuk semua umat manusia.

Dan sifat fisik beliau SAW itu, sama sekali tidak mengurangi derajat beliau yang tinggi. Juga tidak membuat kita menjadi kurang menghormati beliau. Hormat dan kecintaan kita kepada beliau bukan karena beliau terbuat dari cahaya secara fisik, melainkan karena Allah SWT memerintahkan kita untuk menghormatidan mencintai beliau. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW:

Katakanlah: "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran:31)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Masalah Bagi Hasil Sawah (Muzara'ah)
1 May 2006, 00:29 | Muamalat | 6.893 views
Operasi Face Off
1 May 2006, 00:23 | Kontemporer | 5.384 views
Bagaimana Hukumnya Marsmallow
28 April 2006, 07:39 | Kuliner | 6.025 views
Nyekar dengan Membawa Bunga
28 April 2006, 07:20 | Umum | 5.556 views
Shalat di Awal Waktu di Kendaraan atau diAkhir Waktu di Rumah, Mana yang Lebih Utama?
28 April 2006, 07:17 | Shalat | 5.261 views
Pilihan Menjama' Sholat atau Sholat di Kendaraan
27 April 2006, 06:36 | Shalat | 7.443 views
Senjata Pemusnah Massal (Senjata Nuklir, Biologi, Kimia)
27 April 2006, 04:08 | Kontemporer | 5.690 views
Mahram Muabbad dan Mahram Ghoiru Mauabbad
27 April 2006, 02:20 | Nikah | 36.180 views
Rumah Tusuk Sate
26 April 2006, 05:41 | Aqidah | 6.754 views
Menjamak Dua Salat Fardu
25 April 2006, 08:51 | Shalat | 5.070 views
Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya
25 April 2006, 03:29 | Umum | 5.565 views
Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat | 5.154 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat | 5.801 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat | 5.112 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer | 4.816 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah | 6.958 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits | 6.320 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer | 6.795 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum | 5.619 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner | 6.224 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,559 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img